Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Kehebohan Sebelum Kencan


__ADS_3

...Entah kenapa aku merasakan seperti cinta di masa muda. Begitu membara dan membuatku tak sabar untuk selalu bertemu dan bersamanya. ...


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


Akhirnya jam kerja mulai berakhir. Syakir, pria yang hendak jalan-jalan bersama adik, anak dan mantan istrinya, merasa begitu senang. Dia tak bisa menutupi kebahagiaannya sejak tadi. Bibirnya terus mengembangkan senyumannya. 


Dirinya sejak tadi tak sabar untuk pulang. Ia ingin segera menemui mereka dan mengajak bermain sepuasnya. Apa yang ia inginkan, akan ia lakukan. Ia akan mengganti segala sakit yang sudah dia lakukan di masa lalu dan menggantinya dengan kenangan indah di masa sekarang. 


"Kak Syakir!" Pekik salah satu pria yang membuat Syakir menghentikan langkahnya. 


Pria itu berdecak kesal. Namun, dia berusaha bersikap tenang dan segera berbalik. Dirinya tak mau membuat temannya itu merasa telah mengganggu dirinya. 


"Ada apa?" Tanya Syakir pada rekan kerjanya itu. 


"Kak Syakir sibuk? Kalau nggak, aku ingin…" 


"Ya. Aku sibuk sekarang," Sahut Syakir dengan cepat. "Aku hendak keluar dengan putraku!" 


"Apa!" Pekik pria muda itu yang merupakan rekan kerja Syakir. 


Pria itu menganga tak percaya. Dia bahkan sampai mengedipkan matanya berulang kali. Jujur baru kali ini dia tahu bahwa Syakir telah memiliki seorang putra. Karena selama ini, di tempat kerjanya yang baru, mereka semua tahu jika Syakir belum menikah. 


Jika di tempat kerja lama, mereka tahu status Syakir seorang duda. Maka dari itu, jika rekan kerjanya yang sekarang terkejut. Itu sudah menjadi hal biasa. 


"Kalau tak ada lagi yang ingin kau katakan. Aku mau pulang!" Seru Syakir yang terlihat tak sabaran. 


Pria yang masih terkejut itu hanya mampu mengedipkan matanya saja. Hal itu membuat Syakir memutar matanya malas. Dia mendekat ke arah teman kerjanya itu lalu menepuk pundaknya. 


"Jangan bengong! Aku balik duluan!" Kata Syakir pada temannya itu. 


Setelah mengatakan itu, Syakir lekas pergi dari sana. Dia segera berjalan ke arah sepeda motor yang ia bawa setiap kali bekerja. Ya, dirinya tak akan mengendarai mobilnya untuk bekerja. 


Entah kenapa Syakir merasa senang dengan menggunakan sepeda motornya. Menurutnya dengan kendaraan roda dua ini, dia bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta yang padat dan damai. 


Dia bisa menatap jejeran penjual kaki lama, lalu padatnya lalu lalang Kota Jakarta. Kemudian banyaknya orang sehabis bekerja hendak pulang ke rumahnya. 

__ADS_1


Jika biasanya Syakir akan berkendara dengan pelan. Berbeda dengan kali ini. Dia lekas berkendara dengan cepat. Menyalip kanan dan ke kiri agar dirinya segera sampai ke rumahnya. 


Akhirnya setelah hampir setengah jam dia di perjalanan, motor Syakir mulai memasuki area rumahnya. Dia segera masuk ke dalam rumah dan melemparkan tasnya ke atas ranjang. 


"Aku harus segera mandi. Aku tak mau Giska dan putraku menunggu," Ujar Syakir dengan mulai membuka pakaian kerjanya. 


Dengan segala kecepatannya. Dia melempar pakaiannya sembarangan ke lantai kamar. Setelah itu dia segera masuk ke dalam kamar mandi. 


"Aku harus tampil tampan kali ini. Aku ingin membuat Humai terkesan dengan penampilanku," Ujar Syakir dengan senyuman begitu semangat dengan hatinya yang membara. 


Pria itu kembali keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk menutupi area terlarangnya. Dirinya merasa seperti pria gila yang tak jadi mandi karena lupa jika dia hendak mencukur bulu di area janggutnya. 


Syakir berdiri di depan cermin. Dia memegang pencukur jenggot. Dengan wajahnya yang bergaya sok cool, Syakir mulai mencukurnya dengan pelan. Ia ingin rahangnya terlihat mulus tanpa bulu.


"Perfect!" Ujarnya dengan mengusap rahangnya yang sudah berhasil ia cukur dengan sempurna. 


Matanya berbinar cerah. Setelah itu dia segera mandi dengan cepat. Hingga akhirnya tinggal babak final. Memilih pakaian apa yang akan dipakai ke rumah mantan istrinya itu. 


"Kemeja dan celana pendek," Ujar Syakir setelah berpikir dengan segala banyaknya semua pakaian di depan matanya. "Aku harus membuat Humai kembali jatuh cinta denganku!" 


...🌴🌴🌴...


Humaira menatap pakaiannya yang berantakan di atas ranjang dengan matanya yang mulai buram. Dia memijat dahinya yang sakit karena sahabatnya itu mengacak-acak lemarinya. 


"Kamu cari baju apa sih, Fir?" Tanya Humai dengan  kesal.


Dia memutar matanya pusing. Mengikuti langkah kaki sahabatnya yang kesana kemari mencari apa yang dia cari. 


"Aku cari baju yang pas buat kamu," Kata Sefira dengan mulai meraih celana jeans lalu menunjukkan ke sahabatnya itu. 


"Aku pakai baju terserah, Fir!" Serunya dengan mendengus kesal. "Liatin kamu bikin kepalaku sakit." 


"Aku juga sudah kedinginan!" Seru Humai yang memang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuhnya yang habis mandi. 


Ya, sejak tadi sahabatnya itu sudah ada di dalam kamarnya. Menghancurkan isi lemarinya yang awalnya rapi kini hancur bak kapal pecah. Pakaiannya berhamburan di atas ranjang, sofa dan ada yang diletakkan di lemari dengan posisi yang tak sesuai seperti semula. 


"Nah. Ini!" Seru Sefira sambil cengengesan. 

__ADS_1


Dia menunjukkan celana jeans panjang dan kaos. Serta sebuah jaket jeans yang membuat penampilan Humai kembali seperti gadis lagi. Benar-benar penampilan yang bukan Humai lagi. 


Mungkin jika dulu, ya itu adalah penampilannya. Namun, semenjak ia memiliki Jay dalam hidupnya. Humaira tak pernah memakai seperti ini lagi. 


Perempuan itu merubah dirinya dengan membawa dress. Berpenampilan feminim dan lebih anggun. Namun, ketika dia melihat pilihan sahabatnya. Dirinya mulai merasa tak percaya diri. 


"Kamu yakin?" Tanya Humai yang ragu akan pilihan sahabatnya. "Aku udah punya anak loh, Fir!" 


"Kenapa kalau udah ada anak?" Tanya Sefira mengerutkan keningnya. "Semua sama aja. Penampilan begini bukan hanya anak gadis aja." 


Sefira lekas mendekati sahabatnya itu. Dia menyerahkan pakaian yang sudah ia pilih lalu meletakkan di tangan Humai. 


"Cepat ganti baju. Lalu aku akan membantumu berdandan!" 


"Nggak usah dandan. Aku sendiri bisa," Sela Humai menolak. 


"No no no!" Pekik Sefira sambil menarik tangan sahabatnya. 


Dia lekas mendorong sahabatnya masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.  


"Cepetan! Kalau lama, nanti keburu Kak Syakir datang," Pekik Sefira saat pintu itu berhasil ditutup sempurna. 


Sefira benar-benar menahan tawa. Dia hampir meledakkan tawanya melihat ekspresi sahabatnya. Namun, apa yang ia lakukan semua demi Humai dan kakak kandungnya. 


Ya, Sefira mendukung hubungan keduanya. Dia seratus persen yakin kakaknya telah berubah. Syakir telah menjadi sosok dengan versi terbaiknya sekarang. 


Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya Humai keluar dari kamar mandi dengan malu-malu. Dia menundukkan kepalanya saat Sefira menatap dan meneliti pakaiannya itu. 


"Perfect!" Ucapnya mengacungkan jempolnya. 


Tanpa kata, Sefira lekas menarik tangan sahabatnya. Memaksa Humai duduk di depan cermin rias dengan Sefira berdiri di belakangnya. 


"Aku akan membuat penampilanmu luar biasa malam ini. Kita akan bergaya santai tapi tetap cantik elegan!" Ujar Sefira yang membuat Humai hanya bisa pasrah. 


~Bersambung


Siapa yang tingkahnya sama Kek Sefira? Tukang ribet tiap kali mau keluar? padahal bajunya banyak tapi masih pusing haha.

__ADS_1


__ADS_2