Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Titik Awal Impian Humai


__ADS_3

...Ternyata berjalan untuk meraih mimpi bukanlah hal mudah. Butuh dukungan dari orang sekitar agar kau mampu melewatinya. ...


...~Humaira Khema Shireen...


...🌴🌴🌴...


Humaira menatap sekeliling. Saat pintu galeri desainer yang akan mengajaknya bekerja sama itu dibuka. Sebuah ruangan bernuansa bata dan cat berwarna mocca berpadu di sana membuat siapapun yang melihat begitu senang.


Mata Humai menatap sekeliling. Beberapa patung berjejer dengan gaun yang membalut di tubuhnya lalu benang jahit berserakan diatas meja dengan sepatu dan beberapa aksesoris ada disana seakan mengundang sesuatu dalam diri Humai untuk menyentuhnya.


Langkah kakinya tanpa sadar berjalan ke arah sofa yang ada di dekatnya. Dia mendudukkan dirinya di sana dan tangannya lekas meraih sepatu putih yang sudah dijahit begitu indah bak sepatu kaca.


"Ini luar biasa! " Kata Humai dengan menatap jahitan yang sangat rapi dan begitu kreatif.


"Apa kau menyukainya? " Tanya suara seorang pria yang membuat Humai spontan tersadar akan keterpakuannya.


Dia perlahan mendongakkan kepalanya. Matanya hampir keluar saat melihat seorang pria yang sangat dia tahu wajahnya. Lebih tepatnya Jeno, dosen killernya itu pernah memberitahukan siapa pria yang ada di dekatnya ini.


"Selamat pagi, Ye Jun. Maaf saya telah bersikap lancang, " Kata Humai dengan menggunakan bahasa Indonesia.


Ye Jun terkekeh kecil. Dia juga sebenarnya tak marah dalam sikap Humai. Hampir semua orang yang masuk ke galeri nya pasti melakukan hal yang sama.


Seakan masuk ke dalam sini adalah pintu magic. Keindahan yang ada membuat seorang jiwa kreatif terusik dan ingin menyentuhnya.


"Kau boleh memegangnya, " Kata Ye Jun dengan bahasa Indonesia yang lancar.


"Hah, apa? " Tanya Ye Jun dengan terkejut.


Kepala Ye Jun mengangguk. Apa yang dia katakan memang benar. Humai boleh menyentuh sepatu itu untuk dilihat, diteliti dan juga merasakan indahnya cinta yang diberikan di setiap sentuhan jahitannya.


Sebuah desain itu adalah cinta. Orang yang membuatnya dan menjahit nya akan melakukan pekerjaan itu penuh cinta. Tak ada paksaan apapun. Tak ada tekanan dalam bentuk kekerasan untuk orang yang melakukan pekerjaan ini.


Semuanya melakukan dengan ikhlas dan penuh kebahagiaan.


"Ya. Kau boleh memegangnya, " Ujar Ye Jun dengan serius.

__ADS_1


Humai menggelengkan kepalanya. Dia juga mengaku telah berbuat tak sopan.


"Tenanglah, Mai, " Kata Jeno menjadi penengah. "Ye Jun mengizinkanmu untuk menyentuh sepatu itu. "


Meski begitu. Humai tetap merasa tak enak hati. Namun, kepala ibu satu anak itu tetap mengangguk agar Ye Jun tak tersinggung.


"Silahkan duduk? " Kata Ye Jun mengajak para tamunya untuk duduk di sofa yang ada disana. "Maaf jika berantakan tapi memang sedang ada persiapkan pembuatan sebuah gaun. Jadi ya beginilah jadinya. Ruangan akan menjadi seperti ini jika kami sedang melakukan pekerjaan? "


"Its oke. Bukankah hal seperti ini sudah biasa? " Kata Syakir yang seakan paham akan keadaannya.


"Kau benar. Hal seperti ini akan menjadi pemandangan biasa untuk para desainer dalam menciptakan sebuah karya. "


Humai tak melakukan apapun. Namun, matanya terus menatap ke arah beberapa aksesoris dan alat yang digunakan tim Ye Jun untuk menjahit dan menghasilkan sebuah kreatifitas tanpa batas.


"Oh ya, Ye. Gimana? " Tanya Jeno membuka suara.


"Ya. Aku tertarik mengajak Humai untuk masuk ke dalam tim ku sementara. Jika dia mau, dia bisa berpartisipasi mulai besok. Desain dia telah masuk ke daftar fashion show, " Kata Ye Jun dengan serius. "Aku juga menyukai beberapa desainnya. Jika dia mau, aku akan membeli beberapa desain itu untuk ku pajang di galeriku dan ku jual.


Mata Humai menatap tak percaya dengan perkataan Ye Jun. Semua ini seakan mimpi untuknya. Apa yang dia inginkan seakan banyak orang yang membantunya untuk meraih impiannya itu.


"Bagaimana, Mai. Apa kau setuju? " Tanya Jeno menatap anak didiknya itu.


"Tentu, Pak. Saya setuju menerima ajakan Tuan Ye Jun. Saya juga mengizinkan beberapa desain saya di buat bukti nyata dan dijual oleh Anda. "


Ye Jun mengangguk dengan tersenyum lebar.


"Kau akan membantu dalam pembuatan gaun itu, Humai. Kau juga bisa mulai membuat dan hari menjahit gaun yang akan kau tampilkan di pagelaran fashion pertamamu nanti. "


Humai mengangguk. Semangatnya membara dalam hati. Dia benar-benar seperti mendapatkan cas support terbaik yang membuatnya memiliki kekuatan untuk memulai semuanya dari awal.


"Sekali lagi terima kasih, Tuan Ye Jun. Tanpamu, semua impianku tak akan bisa tercapai, " Ujar Humai dengan mata berkaca-kaca.


Ye Jun mengangguk. Dia tersenyum dengan begitu tulusnya. Sama seperti Hae. Pria dengan mata sipit dan kulit putih ini pandai berbahasa Indonesia karena memang selain pertemanannya dengan Jeno. Mereka harus bisa beberapa bahasa luar untuk mempermudah komunikasi dengan orang lain.


Ye Jun mengangguk. Dia mengulurkan tangan dan langsung diterima baik oleh Humai.

__ADS_1


"Sama-sama, Humai. Selamat datang di YJ Collection. Kita akan meraih mimpi kita sama-sama. "


...🌴🌴🌴...


Setelah kesepakatan itu telah tertulis diatas kertas. Kerja sama itu telah ditandatangani oleh Humai. Maka hari ini adalah hari bersejarah untuk Humai. Untuk istri Syakir dalam hidupnya.


Akhirnya dia benar-benar terjun di dunia desainer. Dunia yang sangat dia impikan sejak dulu. Dunia yang dia kejar dengan usaha yang besar. Belajar tanpa waktu dan terus mengasah tangan dan otaknya untuk menggambarkan dan menghasilkan sebuah gimana yang luar biasa.


Semua itu bukan hal mudah untuk Humairah raih. Ada perjuangan dan pengorbanan yang harus dia lakukan untuk sampai di titik ini.


"Akhirnya kita bisa menjadi teman kerja sekarang! " Kata Ye Jun dengan tersenyum begitu tulus.


Humai tersenyum begitu tulis. Dia juga beras atau percaya bisa bekerja bersama seorang desainer terkenal yang ada di Korea. Apalagi dia bisa berkolaborasi dengan Ye Jun, desainer yang pernah ikut serta ajang fashion show di seluruh dunia.


Karyanya tak pernah diragukan. Apa yang YJ collection keluarkan pasti akan memiliki tempat di hati pencintanya. Apa yang mereka keluarkan, baju atau apapun pasti akan menjadi best seller dan cepat habis.


Hal itulah yang membuat Humai tak menyangka bisa ada di titik ini. Dikelilingi oleh orang-orang baik dan penuh energi positif yang membuatnya bisa ikut merasakannya.


"Jadi mulai besok… "


"Ya. Mulai besok kau bisa datang kesini. Bawa semua hasil karyamu dan kau bisa merevisi desain apa yang akan kau bawa di fashion show nanti. "


Humaira mengangguk. Kepalanya sudah merajalela kemana seakan ide itu mulai bertaburan di dalam otaknya. Dia tak boleh kehabisan kesempatan ini. Ini adalah kesempatan pertama dan tak ada lagi kedua.


Fashion ini adalah jalan tapak pertama dia untuk membuktikan pada semua orang. Bahwa desainnya mampu bersaing dengan desainer yang lain.


"Aku akan membuat desain baru nanti. Aku harus membuktikan bahwa aku bisa dan membuat Kak Syakir serta Jay bangga kepadaku! "


~Bersambung


Terkadang kegagalan dan musibah di masa lalu adalah satu batu lompatan untuk kita meraih masa depan. Hihi.


Apa yang dulu terjadi pasti ada sebuah pelajaran terbaik. Ini yang terjadi sama Humai juga sering terjadi sama banyak orang diluar sana loh.


Mereka yang punya masa lalu buruk. Gak selamanya masa depannya akan buruk.

__ADS_1


__ADS_2