
...Percayalah tak ada yang bisa menolak takdir. Sekalipun mereka berusaha memisahkan tapi semuanya akan terus berjalan sesuai dengan jalan yang Tuhan berikan. ...
...~Sefira Giska Alhusyn...
...🌴🌴🌴...
Langkah kaki mereka mulai menapaki satu per satu halaman rumah. Keduanya berjalan tanpa ragu lagi. Baik Sefira maupun Jeno sudah kuat akan dan yakin untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Keduanya segera menekan belum rumah saat mereka sudah berdiri tegak di balik pintu. Sefira memegang lengan Jeno dengan gemetar. Pria itu yang tahu kegugupan kekasihnya tentu lekas mengusapnya.
"Senyumlah, Sayang. Wajahmu terlihat buruk ketika cemberut begitu, " Rayu Jeno yang membuat Sefira terkekeh.
Tingkah kekasihnya ini ternyata sebelas dua belas belas dengan kakaknya. Pandai merayu dan menggoda untuk mencairkan suasana. Hingga tak lama suara pintu rumah dibuka membuat keduanya sedikit melangkah mundur.
"Jeno, " Pekik seorang perempuan yang baru saja membuka pintu utama.
Wajah Jeno tersenyum kecil saat melihat seorang perempuan yang usianya tak jauh beda dengan dirinya. Apalagi perempuan itu lekas berlari ke pelukannya dan membuat ikatan tangan Sefira dan Jeno terlepas.
"Hai, Zy. Apa kabar? " Tanya Jeno yang membalas pelukan perempuan itu dengan terkekeh kecil.
Sefira melihat semuanya. Melihat bagaimana perempuan yang usianya dibawah dirinya memeluk Jenk dengan erat.
"Izzy rindu, Kak Jeno, " Ujarnya dengan jujur.
"Ya. Kak Jeno juga merindukan Izzy, " Ujar Jeno yang perlahan melepaskan pelukannya.
"Kak Jeno kemana saja? "
"Kakak ada di rumah Kakak sendiri, " Balas Jeno yang membuat Izzy mengangguk.
Jeno yang sadar akan kekasihnya. Lekas mengulurkan tangan dan meraih tangan Sefira dan di genggamnya. Hal itu tentu dilihat oleh Izzy.
Gadis itu menatap Jeno dan Sefira bergantian.
"Siapa dia, Kak? " Tanya Izzy dengan pandangan juteknya.
Sefira merasa gugup. Tatapan Izzy seakan tak menyukai dirinya yang saling bergenggaman tangan dengan Jeno.
"Ah ya. Izzy kenalin ini, Kakak Sefira. Dia pacarnya Kak Jeno dan calon istri Kakak," Ujar Jeno yang membuat mata Izzy terbelalak tak percaya.
Gadis muda itu menunduk dan melihat penampilan Sefira dari atas sampai bawah. Perempuan itu benar-benar meneliti Sefira hingga adik Syakir itu tak nyaman.
"Izzy! " Peringatan Jeno yang membuat Izzy terkekeh kecil.
"Pacar Kak Jeno cantik, " Puji Izzy yang membuat ketegangan dalam diri Sefira perlahan runtuh.
Perempuan itu begitu lega saat melihat tatapan Izzy melembut. Bahkan ketika gadis itu mulai melangkah mendekatinya dan mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Hai, Kak Fira. Kenalin namaku Izzy. Aku keponakan Kak Jeno yang paling cantik dan manis, " Kata Izzy memperkenalkan diri.
Sefira benar-benar dibuat terkejut. Dia tak menyangka di balik wajah jutek dan cueknya. Lalu tatapan tajamnya hanya sebagai kedok menutupi tingkahnya yang menggemaskan.
"Halo, Izzy, " Sapa Sefira balik.
Tanpa diduga, Izzy perlahan memeluk Sefira dan membuat perempuan itu terkejut. Namun, yang semakin membuat perasaan Sefira mendadak tak karuan adalah ketika bisikan Izzy di telinganya terdengar jelas.
"Terima kasih, Kak. Sudah mau berkunjung ke rumah ini. Kakak adalah perempuan pertama yang diajak Kak Jeno ke rumah ini. "
Bibir perempuan itu tersenyum lebar. Apalagi ketika Izzy melepaskan pelukannya dan mengedipkan salah satu matanya pada Sefira.
"Apa yang kamu katakan padanya, hmm? " Bisik Jeno yang tahu kelakuan Izzy.
"Gak ada. Cuma bilang kenapa dia bisa mau sama Kak Jeno yang jelek! " Goda Izzy yang membuat suara tawa mulai terdengar disana.
"Izzy! Awas kau yah! "
Izzy berlari masuk. Hal itu tentu membuat Jeno rasanya ingin menangkap keponakan yang paling dekat dengannya.
Namun, mengingat tujuannya ke rumah besar untuk mengenalkan kekasihnya. Hal itu membuat Jeno menatap Sefira dan mulai menggenggam tangannya.
"Ayo masuk! "
Langkah kaki mereka perlahan mulai memasuki rumah besar ini. Suasana yang pertama dirasakan oleh Sefira adalah udara dingin yang ia yakini dari AC. Dia menatap sekeliling.
"Oh, Jeno!" Pekik suara perempuan yang membuat suasana perlahan senyap.
Kedatangan keduanya tentu menjadi perhatian. Apalagi ketika suara tawa dan kekehan yang tadinya jelas kini redup dengan sendirinya. Hal itu tentu membuat Sefira tak nyaman.
Dia terasa kesusahan menelan ludahnya sendiri. Seakan antara gugup dan takut. Dia tahu menjadi pusat perhatian disana.
"Akhirnya kamu pulang, Nak," Ujar suara yang muncul dari arah belakang.
Tatapan Sefira perlahan menaik. Dia menatap langkah kaki wanita yang memiliki wajah sama seperti kekasihnya itu tengah tersenyum kepadanya. Wajah yang begitu teduh dan tatapan matanya yang lembut membuat perasaan Sefira berusaha ia keep dan ia jaga setenang mungkin.
"Assalamu'alaikum, Ma, " Sapa Jeno meraih kedua tangan mamanya dan menciumnya.
"Waalaikumsalam, " Sahut perempuan itu dan menatap ke arah Sefira yang terlihat gugup.
"Siapa dia, Nak? "
"Kenalin, Ma. Pacar Jeno, namanya Sefira, " Ujar Jeno mengenalkan. "Dan, Sayang. Ini Mamaku. "
Sefira yang gugup mencoba menarik kedua sudut bibirnya melengkung ke atas. Dia meraih tangan kanan dan menciumnya dengan sopan santun.
"Halo, Tante. Aku Sefira, " Sapa Sefira dengan kaku.
__ADS_1
Mama Jeno tersenyum melihat tingkah Sefiea yang menggemaskan.
"Jangan takut, Nak. Aku tak akan memakanmu, " Kata Mama Jeno yang membuat Sefira membalas dengan senyuman kaku.
"Tenanglah, Kak Fira. Tante Mei ini adalah Tante paling sabar yang aku punya, " Bisik Izzy yang ikut mendekat. "Jangan khawatir. Tante Mei gak galak kok. "
"Eh anak kecil! " Kata Mai, ibu kandung Jeno. "Pinter ya merayu. "
"Hahaha ampun, Tante. Tante tau aja sih! " Kata Izzy sambil cemberut.
Tingkah dua orang tanpa sadar membuat Sefira sedikit lebih tenang. Bahkan dia lupa kalau disana ada saudara Jeno yang memandangnya seakan bentuk intimidasi.
Sefira hanya mampu tertawa kecil. Dia bisa melihat ibu kekasihnya ini begitu lembut dan santai.
"Jangan dengarkan Izzy, Fira. Dia memang begini.".
"Begini apa, Tante. Izzy paling cantik dan ramah disini! " Bela anak itu yang membuat Sefira geleng-geleng kepala.
"Ya sudah. Ayo kemari, Nak! Ayo duduk! "
Tanpa diduga Mei, ibu kandung Jeno meraih tangan Sefira. Dia membawa kekasih anaknya itu mendekat dengan keluarga besar yang memang sedang berkumpul.
"Siapa dia, Mbak?" Celetuk seorang perempuan yang pakaiannya sangat glamour.
Tanpa bertanya pun. Sefira tahu jika wanita yang usianya seperti mamanya ini berasal dari keluarga kaya raya.
"Ah ya. Sini, Sayang. Kenalin ini adiknya Papa Jeno, " Kata Mei mengenalkan.
"Dan ya, ini Sefira."
"Pacarnya Kak Jeno, " Celetuk Izzy yang membuat tatapan empat wanita yang ada disana berubah.
Mereka seakan mengintimidasi penampilannya Sefira. Menilai dari atas sampai bawah dan membuat adik Syakir itu tak nyaman.
Dia bisa melihat perbedaan tatapan adik Papa kekasihnya dengan ibu kandung Jeno. Sangat amat berbeda sekali. Apalagi ketika sebuah pertanyaan membuat Sefira semakin yakin alasan Jeno pergi dari rumah.
" Sefira, kau berasal darimana? " Tanya seorang perempuan yang wajahnya sangat tak enak memandangnya.
Namun, meski begitu Sefira tetap membalasnya dengan tersenyum.
"Malang, Tante, " Jawab Sefira dengan sopan.
"Oh." Keempat wanita itu mengangguk. Hingga tak lama sebuah pertanyaan semakin membuat Sefira tahu alasan Jeno pergi dari rumah.
"Apa pekerjaan Papamu, Fira? Apakah dia pengusaha, pebisnis atau yang lain? "
~Bersambung
__ADS_1
Nah kan, ada yang inget aku pernah bilang Jeno pisah karena keluarga anggap Jeno sukses karena nama keluarganya?