Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Tingkah Humai dan Sefira


__ADS_3

...Memiliki sahabat yang begitu memahaminya juga salah satu hal yang patut disyukuri melebihi segalanya. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Kedatangan Humaira, Syakir dan Jay tentu membuat keluarga Syakir begitu bahagia. Mereka memang sangat mengharapkan hadirnya pengantin baru karena untuk mempersiapkan pernikahan adik kecil Syakir.


Sosok adik yang sangat Syakir sayangi sejak dulu. Sosok adik yang selalu menjadi kesayangan Syakir apapun masalahnya. Bagaimanapun Sefira, bagaimanapun anak itu pernah marah dan memakinya. Namun, Syakir sadar jika yang dilakukan adiknya adalah karena kesalahannya sendiri.


"Cucu Nenek! " Kata Mama Ayna membuka kedua tangannya siap menerima pelukan dari cucu pertamanya itu.


Jay tentu lekas berlari ke arah wanita paruh baya yang sangat dia kenal. Jay kecil memeluknya dengan sayang dan mencium pipinya.


"Ante Fira kemana, Nek? " Tanya Jay langsung.


Mama Ayna yang mendengar pun tertawa. Padahal mereka saat ini masih ada di depan pintu. Belum masuk tapi orang yang ditanyakan pertama kali juga putrinya.


Kedekatan Jay dan Sefira bukan hal tabu lagi. Keduanya sudah seperti anak dan mama. Sefira yang selalu melakukan apapun untuk keponakannya itu membuat siapapun kadang menganggap jika dia adalah ibu Jay.


Ketika dia di Jakarta dan Humai kuliah. Maka Sefira yang membawa Jay main. Disitulah dia sering dipanggil mama muda.


"Ante Fira masih keluar sama Om Jeno, " Kata Mama Ayna yang membuat senyuman di bibir cucunya itu surut.


"Sefira jadi lihat gaun, Ma?" Tanya Humai mendekati mama mertuanya.


"Iya. Mereka lagi pilih gaun pernikahan, " Kata Mama Ayna lalu melihat ke arah cucunya lagi. "Jangan sedih. "


"Jay mau ketemu Ante Fira, " Ujarnya yang membuat Syakir lemas menggendong putranya itu.


Dia mengusap kepala mungil itu dan menciumnya.


"Sebentar lagi Ante Fira pasti pulang. Jangan nangis Oke? "


Kepala Jay mengangguk. Dia lekas melingkarkan tangannya di leher ayahnya lalu meletakkan kepalanya di pundak Syakir. Wajahnya cemberut itu tentu terlihat tapi tak ada tangisan.


Mama Ayna lekas mengajak ketiganya untuk masuk ke dalam rumah. Berjalan menuju ruang tamu dan ternyata disana ada orang tua Jeno.


"Assalamu'alaikum, " Sapa Syakir dan Humai bersamaan.


Keduanya dengan begitu sopan mencium punggung tangan orang tua Jeno. Tidak lupa dengan Jay, meski bibirnya tetap cemberut tapi tangannya tetap mau bersalaman juga.

__ADS_1


"Ini kenapa cemberut gini? " Tanya Mama Mei membuka percakapan dengan Jay.


"Ante Fira gak ada, " Lirih Jay menjawab dengan pelan.


"Oh nyariin Tante Fira yah? " Ujar Mama Mei dengan tersenyum. "Gimana kalau main sama Nenek aja? "


"Nenek? " Ulang Jay sambil mendongakkan kepalanya.


Dia menatap Mama Mei sebentar lalu menatap ke arah ibunya. Sepertinya bocah kecil itu kebingungan dengan panggilan baru untuk orang asing di mata Jay.


"Kenalin ini Mamanya Om Jeno, Jay, " Kata Humai menjelaskan.


"Panggil Nenek aja yah. Nenek pengen banget punya cucu soalnya, " Kata Mama Mei yang gemas dengan kedua mata Jay yang berkedip.


Kepala mungil itu mengangguk lugu. Dirinya lekas memberikan pelukan dan diakhiri ciuman di pipi. Jay memang mudah akrab pada siapapun. Jiwa friendly Syakir dan Ante Fira sepertinya melekat.


Hal itulah yang membuat anak itu begitu mudah berkenalan dan bercengkrama dengan siapapun. Tak lama, suara mobil dari depan rumah membuat semua orang menatap ke arah luar.


"Nah itu Ante Fira, " Kata Mama Ayna yang hafal dengan mobil milik suaminya.


Mendengar nama orang yang sangat Jay tunggu kehadirannya membuat dia lekas beranjak berdiri. Jay segera berlari keluar rumah dan benar saja. Terlihat Sefira baru saja keluar dari dalam mobil dan langsung menghampirinya.


"Ante! "


Pelukan antara ponakan dan tante itu terlihat begitu mengharukan. Jay memang sangat menyayangi Sefira karena gadis itu begitu merawat Jay dengan sabar.


"Udah dari tadi? " Tanya Sefira menggendong keponakannya itu.


"Nggak. Barusan Jay dateng. "


Kedua calon pengantin itu lekas masuk ke dalam rumah. Kedatangan mereka tentu langsung disambut oleh semua orang. Sefira lekas membawa Jay ke dapur karena tahu pasti Mama dan sahabatnya ada disana.


"Gimana, Sayang. Udah selesai? " Tanya Mama Ayna yang benar saja ada di dapur.


Mendengar suara mobil anaknya membuat Mama Ayna dan Humai ingin membuatkan minuman untuk mereka semua.


"Udah, Ma, " Jawab Sefira sambil mendudukkan dirinya di kursi meja makan.


"Gimana katanya? "


"Apanya gimana, Ma. Kak Jeno mengacaukan segalanya, " Kata Sefira sambil mengingat apa yang terjadi di galeri.

__ADS_1


Gadis itu menceritakan semuanya. Tak ada yang ditutupi. Tingkah laku calon suaminya itu dan apa yang Jeno lakukan membuat Mama Ayna dan Humai yang mendengar pun tertawa.


Humai benar-benar tak menyangka jika dosen yang ia kenal pendiam, galak, killer dan juga cuek bisa bertingkah bak bayi menggemaskan. Lucu dan imut seperti cerita sahabatnya itu.


"Seriusan itu dosen ku begitu? " Tanya Humai dengan mata menatap tak percaya.


"Iya, " Sahut Sefira mengangguk. "Aku pusing sendiri. Apalagi pas ngukur badan. Astaga! "


Mama Ayna hanya mampu tertawa. Apa yang dirasakan oleh putrinya ternyata tak beda jauh dengan dirinya.


Ternyata tingkah calon menantunya itu sama seperti suaminya sendiri. Ya, kebucinan Syakir berasal dari papanya. Apa yang Syakir lakukan hampir sama dengan Papa Haidar.


Sama-sama bucin tingkat dewa pada wanita yang dia cintai.


"Kamu kenapa udah kesini, Mai? Bukannya bulan madu kek, " Kata Sefira dengan santainya.


"Bulan madu apaan. Kamu mau nikah kok bukan madu, " Cibir Humai memutar bola matanya malas.


"Ya gapapa. Gih sana bulan madu. Buatin ponakan yang banyak. Biar Mama sama Papa ada temennya, " Kata Sefira dengan lirikan menggodanya.


"Kamu juga persiapan. Entar lagi bikin cucu juga buat Mama sama Papa. Biar gak aku saja! " Kata Humai yang membuat Sefira merinding.


Ya dia baru sadar bahwa sebentar lagi menikah dan Mama papanya pasti menginginkan duplikat dirinya dan Jeno.


"Ma! " Rengek Sefira pada mamanya.


"Takut kan, Lo! " Goda Humai dengan terkekeh. "Siap-siap gak bisa jalan Lo yah! "


"Mama! "


Mama Ayna terkekeh. Dia tahu menantunya itu menggoda Sefira. Namun, apapun itu yang dikatakan oleh Humai memang benar. Dirinya menginginkan putra putrinya bahagia. Dia ingin Sefira dan Syakir juga memiliki keturunan.


Bukan untuk dirinya dan suaminya. Bukan untuk teman Mama Ayna dan Papa Haidar. Tapi mereka hanya ingin agar hidup putra putrinya ada teman hidup selain istri dan suaminya.


"Udah gak usah dibayangin dulu, Sayang. Humai cuma bercanda loh! " Ujar Mama Ayna yang membuat Humai tertawa.


Akhirnya dia berhasil menggoda sahabatnya itu. Melihat Sefira kalah debat dengan dirinya.


"Yee sukanya godain orang. Digoda balik, takut kan? "


"Awas aja! " Balas Sefira yang baru sadar jika Humai menggodanya.

__ADS_1


~Bersambung


Calon Ibu Hamil berdua nih hahaha. Siap-siap hamil bareng deh hahaha.


__ADS_2