Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Dekorasi dan Fitting Baju


__ADS_3

...Tak ada kebahagiaan yang kuinginkan selain kembali dalam pelukannya. Kini masa lalu yang telah pergi telah kembali padaku dan bisa kupeluk seperti sedia kala. ...


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


Tak ada kebahagiaan yang mampu Syakir jabarkan selain kata syukur. Dirinya tak bisa mengatakan apapun lagi sekarang. Semua yang terjadi di masa lalu, semua yang menjauhinya kini kembali dalam pelukannya.


Cintanya, keluarganya dan kini apa yang menjadi haknya ternyata telah kembali dalam genggaman kedua tangannya. Tak ada yang diinginkan Syakir lagi sekarang, kecuali kebahagiaan cirinya, istri, anak dan keluarganya.


Syakir berjanji tak akan mengecewakan papanya. Syakir berjanji tak akan mengecewakan ibu dan adiknya. Semua kepercayaan yang kini diserahkan kepadanya lagi, akan dia jaga sebaik mungkin.


Dirinya tahu kesempatan kedua jarang sekali orang mendapatkannya dan dia adalah salah satu orang yang beruntung. Orang yang paling dianugerahi banyak doa yang diwujudkan oleh Tuhan.


Apa yang dia inginkan, apa yang dipanjatkan dalam doanya ternyata Allah kebaikan. Dirinya tak akan melupakan kekuasaan Tuhan sedikitpun. Menurutnya, apa yang dia dapatkan sekarang hanya sebuah titipan.


"Baiklah karena tanda tangan selesai. Selamat, Pak Syakir. Kini perusahaan itu resmi milik Anda, " Kata pengacara Papa Haidar mengulurkan tangannya dan langsung diterima oleh Syakir.


"Terima kasih banyak, Pak."


"Selamat ya, Nak. Jaga kepercayaan Papa sama Mama, " Ujar Mama Ayna sambil memeluk putra pertamanya ini.


Pengacara Papa Haidar segera pamit pulang. Papa Haidar dan Syakir mengantar pengacara itu sampai masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, mereka kembali masuk dan duduk di hadapan kenalan Papa Haidar yang selama ini mengurus perusahaan.


"Ini semua berkas yang akan Anda tanda tangani, Tuan Syakir. Banyak pekerjaan yang menunggu Anda."


"Saya tau, Pak, " Balas Syakir dengan mengangguk. "Setelah acara pernikahan. Saya akan segera masuk ke perusahaan. "


Orang kepercayaan Papa Haidar pun mengangguk. Setelah semua berkas dia berikan pada Syakir. Pria itu juga pamit pulang dan akhirnya tinggallah kedua orang tua Syakir dan Syakir seorang.


"Semuanya sudah siap, Pa? " Tanya Syakir pada papanya.


"Udah. Berkas pernikahan kalian juga udah. Semuanya Papa urus secepat mungkin, " Balas Papa Haidar yang membuat Syakir tersenyum begitu lebar.


"Makasih banyak ya, Pa. Syakir benar-benar beruntung punya Papa dan Mama. "


Pria yang sudah bukan lagi anak remaja itu memeluk kedua orang tuanya bergantian. Jujur Syakir benar-benar merasa bersyukur. Dia merasa Tuhan sangat baik kepadanya.

__ADS_1


Orang tua yang mampu memaafkan semua kesalahannya. Orang tua dan keluarga yang selalu mensupport dirinya meski dia tahu jika di masa lalu dirinya pernah mengecewakan.


Semua hal itu tentu membuat Syakir sadar. Sadar jika dirinya tak boleh mengecewakan keluarganya lagi. Sadar bahwa hanya keluarganya yang mampu menerima segala kesalahannya dan percaya bahwa dia akan berubah.


"Sama-sama, Nak. Sekarang kamu istirahatlah dan tanyakan pada Humai. Apakah semua persiapan akad nikahnya sudah datang, " Kata Mama Ayna yang membuat Syakir mengacungkan jempolnya.


Dia segera berjalan kembali ke kamarnya. Syakir merasa gerah dan dia ingin mandi terlebih dahulu sebelum menghubungi wanitanya.


"Sedang apa Humai sekarang? " Gumamnya dalam diam dengan bibir tersenyum.


Ah tingkah pria itu sudah seperti orang gila. Membayangkan calon istrinya saja bisa membuatnya tersenyum dan tertawa sendirian.


"Lebih baik aku mandi dengan cepat agar bisa menghubungi Humaira."


...🌴🌴🌴...


Suasana rumah Humaira yang biasanya tenang kini mulai ramai. Para WO yang sudah disiapkan oleh keluarga Syakir ternyata sudah datang. Ya dekorasi akad nikah yang sederhana dan sesuai dengan keinginan Humaira akan dipasang di halaman samping rumahnya.


Perempuan itu memang meminta menikah di rumah masa kecilnya ini. Dia ingin rumah ini menjadi saksi bahwa cinta mereka wanita kuat. Humai ingin rumah ini menjadi saksi bersatunya hubungan mereka kembali.


Humaira tentu lekas berkutat di dapur. Dirinya tentu tak mau tinggal diam. Anak dari pemilik rumah ini berniat membantu menyiapkan cemilan dan minuman yang akan dihidangkan untuk para WO yang datang.


"Aku tak suka duduk diam, Bibi. Biarkan aku membuatkan cemilan mereka dan yang lain membuatkan makanan berat. Ya? "


Humai menatap penuh harap. Akhirnya kepala pelayan tak mampu untuk menolak keinginan Humai. Semua pelayan juga bisa melihat bagaimana Humai yang cekatan dalam membuat kue.


Bahkan Humaira melakukan semuanya dengan lihai dan itu tentu membuat semua pelayan tahu jika Humai tak asing lagi dengan alat masak.


"Akhirnya… " Gumam Humai sambil mengeluarkan sebuah loyang dari dalam oven.


Harum kue yang nikmat tentu menyebar ke seluruh penjuru dapur. Gadis itu tersenyum melihat cemilannya jadi dengan begitu cantik dan sempurna.


Dengan pelan, dia segera mengambil salah satu dan meminta kepala pelayan mendekat.


"Tolong beri nilai untuk cemilanku, Bibi, " Kata Humai sambil menyodorkan salah satu cemilannya yang sudah tak begitu panas.


Kepala pelayan akhirnya menerima. Dia juga begitu penasaran dengan rasanya. Mencium aroma yang begitu nikmat dan menguar kuat membuat semua pelayan yang ada disana tentu bisa mencium bau kue buatan Humai.

__ADS_1


"Ini benar-benar sempurna, Nona. Rasanya enak, " Puji kepala pelayan dengan jujur.


Dia berkata apa adanya. Bukan ingin cari perhatian atau apapun. Namun, bukti jika cemilan Humai sangat enak benar adanya. Gadis itu bahkan sampai membagi kue buatannya dalam tiga tempat.


Satu untuk para WO, satu untuk para pelayan yang ada di dapur dan satu lagi untuk putranya.


"Semoga kalian suka yah, " Kata Humai setelah dia menata minuman dan cemilan itu di atas nampan.


"Biarkan saya yang membawa, Nona, " Kata salah satu pelayan yang membuat Humai menurut.


Dia segera membawa satu toples dalam pelukannya sedangkan pelayan yang membantunya membawa milik para WO. Humai tanpa kata mencari keberadaan putranya yang sedang bermain bersama. Mama Emili.


"Ma!" Panggil Humai sedikit berteriak dan membuat Mama Emili menoleh.


"Sudah selesai, hm? " Tanya Mama Emili begitu perhatian.


"Sudah, Ma. Nih! " Tunjuk Humai menyodorkan satu toples yang ia buat khusus untuk putra dan keluarganya.


"Kalau sudah ayo masuk. Kamu harus fitting baju akad. "


"Eh orangnya sudah dateng?" Tanya Humai dengan begitu gugup.


"Ya. Orangnya sudah siap sejak tadi. "


Akhirnya Humai segera kembali masuk ke dalam rumahnya beserta mamanya. Dan benar saja, di ruang keluarga sudah ada perias yang dia sewa dan beberapa baju akad pengantin yang digantung untuk dipilih.


Beberapa gaun putih indah dan kebaya itu tentu membuat jantung Humai berdetak kencang. Dia tak menyangka jika besok adalah hari dimana dia akan kembali menjadi seorang istri dari Guntur Syakir Alhusyn.


Dia tak menyangka jika besok akan melepas masa sendirinya. Dia akan memulai membangun rumah tangga lagi. Membangun kebahagiaan dirinya dan sang putra bersama pria yang pernah memberikan luka untuknya.


Dia percaya, Syakir tak akan mengecewakannya lagi. Dia percaya jika pernikahannya kali ini adalah untuk yang terakhir kalinya.


"Ini adalah gaun akad nikah terbaru, Kak. Untuk pertama kalinya dia akan launching jika Anda setuju memakainya, " Kata salah satu perias yang membuat kesadaran Humai kembali.


"Tolong pakaikan pada putriku, Mbak. Biar dia bisa melihat bagaimana indahnya gaun itu, " Ujar Mama Emili yang membuat perias mengangguk.


~Bersambung

__ADS_1


Siapin baju kondangan ye. Nanti malam kalian dateng ke akad nikah Bang Syakir nih. Siapin Poin koin biar author bahagia haha.


__ADS_2