Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Siapa Sefira Sebenarnya?


__ADS_3

...Kebahagiaan itu mudah dicari dan didapatkan tapi bukan hal baik jika mencari kebahagiaan dengan merusak kebahagiaan orang lain....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Suara tawa meledak terdengar di dalam satu ruangan kampus. Mereka bahkan bertepuk tangan dengan bahagia setiap berita yang keluar dari bibir para bawahannya.


Tak ada lagi hal membahagiakan untuk seorang Rachel. Bisa menyingkirkan si cupu yang pintar membuatnya bisa bebas menduduki peringkat sebagai mahasiswa paling pandai. 


Rachel adalah Rachel. Gadis yang selalu berambisi besar. Apa yang dia inginkan harus terwujud dan tak bisa ditolak. Apapun itu ia akan melakukannya.


"Lalu sekarang gimana nasibnya?" tanya Rachel pada seorang temannya yang membawa kabar.


"Setelah dia dilempari di dekat mading. Dia langsung dipanggil."


Rachel terkekeh. "Gue yakin dia udah ditendang dari kampus ini." 


"Gue juga udah nebak gitu. Siapa juga yang mau nyimpen mahasiswa suka tidur sama om-om," kata salah satu teman Rachel yang membuat mereka semakin tertawa bahagia.


Rachel tersenyum licik. Dia sangat puas ketika tujuannya tercapai. Ah sebentar lagi dia akan pergi ke rumah sang kekasih ATM nya. Dia ingin merayakan kebahagiaan ini bersama Syakir, pria yang membantunya untuk membuat Humai ditendang sejauh mungkin. 


"Ngapain Lo senyum-senyum sendiri, Chel?" tanya teman-teman Rachel saat mereka mencemili makanan yang dibawakan oleh kekasih Syakir itu. 


"Gue mau ke apartemen pacar gue. Mau ngerayain ini sama dia."


Sahabat Rachel mendekat. Dia berbisik lirih agar tak ada yang mendengarnya.


"Pacar Lo yang mana? 


"Syakir, Bodoh!" sahut Rachel menimpuk kepala sahabatnya.


"Oh. Yaudah sana Lo berangkat," usir sahabatnya sambil mengibaskan tangannya. 


"Sialan Lo. Berani usir-usir gue!" ujar Rachel dengan nada bercanda. "Gue telfon pacar gue dulu."


Rachel lekas meraih ponselnya. Dia menekan nama Syakir dan segera menelponnya. 


"Ya, Sayang?" sahut Syakir saat deringan pertama panggilan itu langsung tersambung. 


"Ada dimana?" tanya Rachel dengan pelan.


"Apartemen," sahut Syakir dengan suara lesunya.


"Aku akan mengunjungimu, Sayang. Boleh?" kata Rachel dengan berjalan ke arah jendela sehingga di bisa melihat keadaan kampus dari sana. 


"Tentu. Kemarilah! Aku ingin bermanja denganmu," rengek Syakir yang membuat Rachel tersenyum miring.


Teruslah manja padaku, Syakir. Aku juga akan bermanja dengan dompetmu, ujarnya dalam hati dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Tunggu aku, Sayang. Aku berangkat! Bye, muah."


Akhirnya Rachel segera melambaikan tangan pada teman-temannya yang ada di kelas. Bodo amat dirinya bolos hari ini karena memang hatinya sedang ingin bahagia dan merayakan kebahagiaan ini. 


Dia mengendarai mobilnya sendiri dan melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, saat di lampu merah. Ponsel Rachel berbunyi dan membuat wanita itu lekas merogoh tas miliknya.


Senyumannya terpancar saat nama sang kekasih ada disana. Tanpa menunda Rachel segera mengangkatnya.


"Halo, Sayangku, Cintaku," sapa Rachel dengan heboh.


"Halo, Sayangku," sapa kekasih Rachel dengan suara manjanya. 


"Ada apa, Sayang? Kenapa menghubungiku, hmm?" tanya Rachel dengan suaranya yang manja.


"Aku merindukanmu, Sayang. Aku merindukan sentuhanmu," lirih kekasih Rachel dengan suara beratnya.


Ah suara seksi ini tentu membuat sesuatu dalam diri Rachel bergerak tak menentu. Dia bahkan merasa inti tubuhnya mulai berkedut hanya dengan ocehan kekasih yang sangat ia cintai. 


"Bukankah kau sedang ada pekerjaan?" tanya Rachel dengan suaranya yang mulai lemah.


"Aku ada di apartemen kita," kata kekasih Rachel yang membuat mata gadis itu membulat.


"Ngapain? Kemarin kamu bilang seharian bakalan kerja?" seru Rachel dengan suara marah. 


Ah jika sudah bersama kekasihnya. Rachel melupakan apapun. Bahkan wanita itu sampai rela menepikan mobilnya karena ingin mengobrol dengan sang kekasih lebih lama. 


Suara itu semakin seksi dan Rachel sangat tahu apa yang diinginkan kekasihnya. Namun, cinta tetap cinta. Rachel yang memang sangat mencintai pria itu segera memutar kemudinya.


"Tunggu aku, Sayang! Aku akan kesana!" 


Akhirnya yang pelampiasan akan terlupakan. Rachel melupakan niatnya untuk menemui Syakir. Dia lebih memilih berangkat ke apartemen kekasih yang sangat dia cintai daripada ke apartemen Syakir, kekasih yang hanya ia ambil uangnya saja.


Kebahagiaan yang nyata memang bersama teman masa kecilnya ini. Rachel selalu merasa dimanja dan diratukan oleh kekasihnya itu daripada bersama Syakir. 


...🌴🌴🌴...


Akhirnya waktu terus berjalan dengan cepat. Kini jarum jam menunjukkan pukul tiga sore. Terlihat sebuah mobil mulai memasuki sebuah rumah besar dengan tiga pilar kokoh di depannya. 


Kendaraan itu berhenti tepat di depan pintu utama. Tak lama, muncullah sepasang kaki yang berjalan memasuki rumahnya dengan cepat.


Wajah gadis itu terlihat lelah. Namun, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis bersama sahabatnya.


"Oh, Putriku. Tumben udah pulang?" tanya wanita paruh baya yang menyambut kehadiran putri keduanya. 


"Iya, Mama. Ada masalah di kampus," lirihnya yang membuat wanita paruh baya yang merupakan mamanya itu khawatir.


"Apa yang terjadi, Sayang?" tanya Mamanya dengan menatap kondisi anaknya. "Kamu habis menangis?"


Kepala gadis itu mengangguk. Mamanya dengan pelan membawa anaknya ke sofa ruang tamu dan mendudukkan dirinya disana.

__ADS_1


"Minumlah dulu lalu ceritakan pada Mama! Mungkin Mama bisa bantu."


Dia segera menenggak minumannya secara cepat lalu meletakkan gelasnya lagi ke atas meja.


"Sahabatku terkena masalah, Ma. Dia di DO dari kampus hari ini!" katanya memulai cerita.


"Ya Allah. Masalahnya apa, Nak?" 


"Dia dijebak oleh seseorang sampai tidur sama pria yang tak dia kenal. Lalu foto-fotonya disebarluaskan oleh orang lain di kampus dan dipajang di mading," kata gadis itu memulai ceritanya. 


"Dia udah gak punya siapa-siapa, Ma. Dia yatim piatu. Adiknya sakit. Terus Mamanya baru meninggal." 


Jantung wanita paruh baya berdegup kencang. Tiba-tiba ingatannya berputar saat dia membaca identitas sosok wanita yang sedang dia pantau sekarang. 


Bukankah nama kampus itu sama dengan nama kampus putrinya? 


"Mama, Kakak masih tinggal di Apartemen Garden Flower?" tanya gadis itu memecahkan lamunan mamanya.


"Masih. Kenapa, Sayang?" 


"Aku mau tanya sama Kakak. Di sana, 'kan, banyak kamera CCTV. Sahabatku dijebak di apartemen itu, Ma," katanya dengan mulai beranjak berdiri. "Aku ke kamar dulu ya, Ma. Mau telfon Kakak." 


Gadis itu segera berlari meninggalkan Mamanya setelah menghadiahkan sebuah kecupan sayang di pipinya. 


"Giska Sefira Alhusyn!" panggil Mamanya dengan pelan saat Sefira hendak menaiki anak tangga.


"Ya, Nyonya Ayna Alhusyn?" sahut Sefira dengan terkekeh.


Wajah Mama Ayna terlihat tegang. Namun, dia harus memastikan sesuatu. Sesuatu yang berada dalam pikirannya sejak tadi.


"Siapa nama sahabatmu, Nak?" 


"Yang di DO, Ma?" tanya Sefira dengan kening berkerut.


"Ya, Giska." 


"Humaira Khema Shireen, Ma!" 


Tubuh Mama Ayna mematung. Dia menatap putrinya tak percaya. Ternyata anaknya sendiri bersahabat dengan sosok yang sudah ia anggap calon menantunya. 


Bagaimana mungkin ini terjadi, Tuhan. Apa yang akan dilakukan oleh Giska, bila dia tau jika sahabatnya dirusak oleh kakak kandungnya sendiri? gumam Mama Ayna dalam hati dengan ketakutannya yang besar. 


~Bersambung


Ada yang bener tebakannya?


Kira-kira gimana reaksi Sefira pas tau, Syakir yang udah hancurin sahabatnya sendiri?


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar aku semangat updatenya.

__ADS_1


__ADS_2