Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Cemburunya Jeno


__ADS_3

...Cinta itu akan tumbuh ketika kita mulai terbiasa bersama dan saling membuka hati di antara keduanya. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Saat keduanya baru saja masuk ke dalam mobil. Akhirnya tawa Sefira pun pecah. Jujur sejak tadi dia menahannya begitu rapat. Melihat bagaimana tingkah calon suaminya dan pemilik galeri membuat Sefira amat sangat disayang oleh Jeno.


Perasaan adik Syakir langsung membuncah. Dia bahkan merasa bahagia sekali. Dirinya yang dijaga dan diratukan begitu dilindungi oleh Jeno. Calon suaminya benar-benar tak mau dirinya disentuh oleh pria lain.


"Jangan pernah belanja disini lagi, Sayang. Aku tak suka dan aku tak akan setuju! " Kata Jeno dengan menghidupkan mesin mobil.


Sefira memiringkan tubuhnya. Dirinya melingkarkan tangannya di lengan Jeno lalu menatap calon suaminya itu dengan manja.


"Memangnya kenapa si, Kak. Dia juga gak bakal suka sama aku, " Kata Sefira setelah menenangkan tawanya.


"Dia itu pria. Dia bisa saja suka sama kamu. Apalagi kami cantik, " Gerutu Jeno yang mulai mengemudikan mobilnya. "Apalagi tadi pas pegang tubuh kamu. Rasanya aku gak rela. "


Jeno menggelengkan kepalanya. Dia rasanya sudah ingin membakar seisi galeri tadi. Kemarahan dan kecemburuan itu ternyata membuatnya sangat ingin marah.


Apalagi ketika melihat apa yang menjadi miliknya disentuh oleh pria lain, Jeno sangat amat tidak rela. Meski dia tahu pria itu belok, pria itu banci. Sama saja, tangannya dan kulitnya adalah kulit pria.


"Iya iya. Janji ini yang terakhir kalinya. Tak akan ada lagi, " Bujuk Sefira yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Jeno.


Bibir adik kandung Syakir itu tersenyum. Di otaknya berputar kejadian tadi. Kejadian yang terjadi di dalam galeri dimana mereka sedang mencari gaun untuk pernikahan keduanya.


Saat keduanya hampir sampai di ujung ruangan. Pria jadi-jadian itu membuka pintu yang tertutup. Hingga akhirnya saat pintu terbuka, terlihatlaj beberapa macam gaun cantik bernuansa putih yang dipajang disana.


"Selamat datang di galeri stock terbatas ku. Disini hanya ada atau desain khusus yang aku buat. Biasanya aku akan membuka galeri bagian ini, jika ada pengantin yang tak mau bajunya kembaran dengan pengantin yang lain, " Kata pria itu menjelaskan.


Sefira hanya mengangguk. Pandangannya sudah menyebar luas kemana saja. Bahkan dirinya mulai menyentuh satu per satu pakaian yang ada disana. Mata Sefira dimanjakan dengan begitu banyak model gaun yang menurutnya sangat amat cantik.


"Pilihlah, Cantik. Eyke yakin model disini akan membuat kamu bingung, " Kata pria itu dengan duduk di salah satu kursi yang ada disana dan mengangkat kakinya untuk diletakkan di atas kaki yang lain.


Jeni bergidik ngeri. Dia benar-benar tak nyaman ada disini. Namun, mau bagaimana lagi. Ini adalah gaun untuk acara pernikahan mereka yang hanya kurang beberapa hari saja. Jadi mau tak mau, Jeno menahan sesuatu dalam dirinya.

__ADS_1


"Kalau ini. Apa, Tante?" Tanya Sefira k3 sebuah gaun sederhana khas untuk akad nikah yang dipajang di sebuah patung sendirian.


Sebuah gaun dengan model begitu simpel tapi desain seperti ini saja sudah banyak dikalangan artis. Baju yang tanpa bunga atau beberapa kelebihan aksesoris semakin terlihat cantik.


"Kamu pintar, Cantik. Ini adalah gaun fenomenal yang aku buat kemarin. Gaun terbaru yang idenya muncul setelah aku pulang dari Singapura. Desain simpel tapi elegan akan membuat tubuhmu ini terlihat begitu cantik dan proporsional, " Kata pria itu yang langsung menatap sekeliling.


"Ita! " Teriak pria dengan suara khas cempreng yang membuat seorang wanita langsung masuk ke dalam galeri terbatas itu.


"Ya, Mami? " Jawab Ita dengan nafas ngos-ngosan.


"Bantu si Cantik mencoba baju itu! " Kata Pria itu dengan begitu entengnya.


"Siap."


Sefira tak menolak. Toh dia juga ingin tahu bagaimana jika gaun itu melekat dalam tubuhnya. Adik Syakir memang tak mau kebaya. Dia ingin gaun modern yang masih ada ciri khas kebaya untuk akad nikah dirinya.


Dengan sabar Jeno menunggu calon istrinya itu. Sefira masuk ke sebuah ruangan dengan tiga wanita yang menemaninya. Hingga tak lama tirai itu kemudian ditarik dan membuat pandangan Jeno yang sejak tadi ada di ponsel langsung mendongak.


Mata itu langsung terpesona dengan begitu lebarnya. Dirinya bahkan sampai menatap calon istrinya begitu luar biasa. Mata Jeno bersinar seakan Sefira benar-benar bak ratu cantik yang begitu mengeluarkan auranya sekarang.


Terlalu banyak melamun membuat Jeno baru tersadar dan berkedip. Pria itu menatap penampilan calon istrinya dari atas sampai bawah.


"Ini cantik, Sayang, " Puji Jeno dengan jujur. "Dan sangat cocok untukmu. "


Pipi Sefira bersemu merah. Jeno mengatakan itu dengan mengusap pipinya. Hal itu tentu membuat hatinya menghangat.


Tak lama, suara deheman seseorang membuat keduanya menoleh. Ah Jeno hampir lupa akan manusia jadi-jadian ini. Momen terbaiknya ternyata diganggu oleh pria itu.


"Ini terlalu besar di bagian ini, Cantik, " Kata pria itu dengan beranjak berdiri.


Sefira tak tahu apa yang dimaksud pemilik galeri. Namun, dia juga berjalan ke arah kaca yang ada di sebelah calon suaminya.


"Disini! " Kata pria itu lalu menarik kain yang ada tepat di punggung Sefira.


"Eh! " Jeno membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


Dirinya tak percaya jika pria banci itu memegang pinggang calon istrinya. Saat dia hendak protes, Sefira lekas menggenggam tangan Jeno dan memberikan celengan kepala.


Sefira tak mau semaunya semakin lambat. Dia ingin segera selesai dan keluar dari galeri ini.


"Ita, ambilkan jarum? "


Ita bergerak cepat. Dia segera menyerahkan jarum itu. Setelah bagian pinggang selesai. Sefira diputar dengan begitu pelan olehnya.


Lalu tanpa diduga, pria itu mengangkat tangannya dan,


"Permisi ya, Cantik? "


Pria itu menyentuh bagian dada. Bagian bruklat yang ada disana sedikit cembung memang.


"Ini biar eyke kurangi, Cantik! " Kata pria itu yang membuat tangan Jeno terkepal kuat.


Sefira hanya mampu mampu mengusap tangan itu saja. Dia tak mampu mengatakan apapun karena takut menyinggung perasaan pria itu.


"Oke, Cantik. Selesai. Coba lihat!"


Sefira berbalik tapi tangannya tak pernah lepas dari tangan Jeno. Dia memberikan senyuman yang terbaik saat ukuran baju itu mulai pas di tubuhnya dan bagian dadanya juga akan diubah sedikit.


"Jangan dibayangin, Sayang. Aku tak rela pria banci itu menyentuhmu lagi! " Kata Jeno menggerutu dan membuat lamunan Sefira buat.


Adik Syakir itu mengangguk. Dia memberanikan diri mengangkat kepalanya yang tadi menyandar di lengan Jeno lalu menarik genggaman tangan itu dan mencium tangan calon suaminya itu.


"Ini jangan mengepal lagi yah. Jangan memukul orang karena hal seperti ini. Aku tak mau kamu mendapatkan masalah, Sayang, " Kata Sefira membujuknya.


Ciuman dan kecupan di tangannya entah kenapa membuat perasaan Jeno sedikit lebih tenang. Hatinya juga menghangat saat dia baru menyadari jika Sefira begitu mengerti dirinya. Bagaimana wanita itu yang membuatnya tenang dan mengalah disaat hatinya memang tengah terbakar api cemburu.


"Ya, Sayang? " Ucap Sefira lagi yang ingin mendapatkan jawaban.


"Ya. Untukmu aku akan mencoba menahan amarahku, Sayang. Meski tentangmu selalu membuatku sulit untuk menahan amarahku."


~Bersambung

__ADS_1


Padahal cuma mau ukur gaunnya tapi Bang Jen udah kepanasan hahahha.


__ADS_2