
"Tidak aku tidak tidak mengambilnya. itu adalah uang yang aku hasilkan dari kerja kerasku. kenapa kalian malah mendengarkan ucapan dari pencuri dan gadis konyol ini." seru Hong Gu dengan berdalih bahwa dirinya tidak melakukan Apapun.
"Aku tidak berbohong karena aku yang melihatnya sendiri." ujar pemuda tadi.
Semua orang langsung melontarkan perkataan perkataan kasar pada Hong Gu. ada juga yang ingin memukuli tapi segera di lerai oleh pangeran Huang Hun.
"Hentikan. sekarang katakan yang sebenarnya. sebelum orang lain yang akan menghukummu." kata pangeran Huang Hun.
"Ini adalah uangku. kenapa kau menuduhku jika aku yang mencurinya. apa kau mencoba untuk mengindari hukuman dengan kau menuduh orang lain sebagai pelakunya hah." kata Hong Gu.
"Siapapun yang bersalah aku bisa membuatnya mengakuinya saat ini juga. jadi bagaimana mau mengakui sendiri atau aku sendiri yang akan membuka mulutnya." kata Yuan Lin dengan dinginnya kemudian mengeluarkan cambuknya.
"Hah siapa kau mengapa aku harus mendengarkan omongan mu itu. apa kau pikir aku akan takut dengan ucapan mu itu." ujar Hong Gu.
Yuan Lin adalah orang yang sangat tidak menyukai kebohongan dan penghianatan. siapapun yang melakukan kesalahan tersebut tidak akan mudah mendapatkan ampun dari seorang Yuan Lin entah itu di Dunia yang sekarang ataupun saat dia menjadi mafia.
Dengan santainya ia langsung melayangkan cambuknya pada Hong Gu yang membuat pria itu berteriak kesakitan. ia akan memaksa siapa saja agar mereka bisa membuka mulutnya dan mengatakan hal yang sejujurnya.
"Akhhhh apa yang kau lakukan hah." teriak Hong Gu.
"Aku sangat tidak menyukai kebohongan. katakan sekarang atau kau akan mendapatkan lebih dari ini." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"A aku akan mengatakannya tapi jangan lakukan ini lagi." ujar Hong Gu.
"I itu benar." ucapnya dengan pelan yang membuat Xi Sheng menjadi geram seketika.
"Jadi kau yang sudah mengambilnya dan malah menuduh orang lain yang mengambilnya begitu." kata Xi Sheng dengan marahnya.
__ADS_1
Semua orang pun langsung maju ingin memberikan pukulan pada Hong Gu namun di tahan oleh Yuan Lin.
"Jadi sekarang kalian sudah tahu siapa yang bersalah. dan kau minta maaflah padanya." kata Yuan Lin .
"A aku minta maaf." ucap Hong Gu.
"siall gadis ini sudah membuatku malu. awas saja kau aku akan memberikan pelajaran padamu setelah ini." batin Hong Gu dengan menatap Yuan Lin tidak suka.
Yuan Lin yang memdengar apa yang di katakan Hong Gu pun hanya menatapnya dengan datar saja dan tidak terlalu mempermasalahkan. hingga akhirnya semua warga meminta maaf pada pemuda tadi kemudian pergi.
"Terimakasih karena nona dan pangeran sudah menolong saya " ucap pemuda tadi.
"Siapa namamu?" tanya Yuan Lin
"Saya Jin Shu." jawab pemuda yang bernama jin Shu.
"Kau mau kemana lagi Lin Lin." kata dua laki-laki itu secara bersamaan.
"Ahh itu tentu saja kembali." jawab Yuan Lin. entah kenapa dia sampai melupakan jika kakaknya juga sedang berada disini.
"Kau belum menjawab kami. kemana saja kau?" tanya Pangeran Han Tian.
"Aku ada urusan yang harus ku selesaikan karena itu aku baru saja kembali." jawab Yuan Lin dengan berbohong.
Dia tidak menyukai kebohongan tapi dia sendiri melakukan kebohongan. entah apa yang ada di dalam pikiran gadis itu hanya dia saja yang tahu.
Akhirnya Yuan Lin pun kembali ke istana bersama kedua kakaknya. setelah sampai di istana Yuan Lin langsung menuju ke kamarnya. sebenarnya dia suruh untuk menemui kaisar terlebih dahulu tapi dia menolak karena terlalu malas.
__ADS_1
Saat akan membuka pintu kamarnya ia pun menoleh karena mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. di lihat ketua Du Cheng Yu tengah berjalan menghampiri yang membuat gadis itu menatapnya dengan penuh keheranan.
"Apa yang ketua Cheng Yu lakukan disini?" tanya Yuan Lin.
"Ohh tidak saya hanya ingin memberitahu jika saya sudah menggunakan senjata yang putri berikan dan seperti yang putri katakan jika senjata itu sangatlah mematikan. dari mana putri mendapatkan senjata itu?" tanya Ketua Du Cheng Yu.
"Saya yang membuatnya sendiri." jawab Yuan Lin dengan santainya yang membuat ketua Cheng Yu terkejut.
"Itu sangatlah mustahil putri bagaimana bisa. karena dari yang saya ketahui racun yang ada di jarum itu bukanlah racun biasa." ujar ketua Du Cheng Yu.
"Itu terserah ketua saja. tapi saya mengatakan yang sebenarnya. apakah sudah tidak ada yang di bicarakan lagi? jika tidak saya ingin beristirahat sebentar." kata Yuan Lin.
"Sebentar putri. saya bisa melihat jika putri bukanlah gadis yang seperti di bicarakan orang orang. jika putri mau putri bisa menjadi murid pribadi saya di sekte Halilintar bagaimana." kata ketua Cheng Yu yang memberikan penawaran.
"Maaf tapi saya sudah mempunyai guru. apakah ada lagi yang ketua ingin bicarakan dengan saya? jika tidak saya ingin beristirahat sebentar." kata Yuan Lin.
"Ah baiklah maaf sudah mengganggu waktu putri. kalau begitu saya pamit untuk kembali." ucap ketua Du Cheng Yu.
Semua ketua memang menginap satu hari di istana karena mereka masih membicarakan hal hal yang akhir akhir ini sering terjadi sembari membahas dan terus mencari jalan keluar agar kekacauan itu tidak akan terjadi lagi. dan hari ini mereka akan kembali ke sekte masing-masing.
Setelah Yuan Lin masuk ke dalam ketua Du Cheng Yu menatap pintu kamar Yuan Lin dengan lama. dia merasa jika Yuan Lin memang gadis yang berbeda dari apa yang di katakan orang orang di luaran sana.
"Aku merasa jika putri Yuan Lin yang sekarang bukanlah gadis sembarangan. aku yakin ada sesuatu yang tersembunyi darinya." ucap ketua Du Cheng Yu kemudian pergi dari sana.
Di halaman istana semua ketua tengah bersiap untuk pulang. kaisar Wei juga mengantar mereka sampai di depan gerbang.
"Apakah kalian sudah menemukan putri Yuan Lin?" tanya kaisar Wei pada dua pangeran yang berada di sampingnya
__ADS_1
"Sudah ayah tapi dia tidak mau menemuimu." jawab pangeran Huang hun yang mendapat helaan nafas dari kaisar Wei.