Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Rencana Yuan Lin


__ADS_3

Yuan Lin membekap Tabib itu kemudian membawanya untuk menjauh dan bersembunyi. setelah sampai di tempat yang di rasa sudah aman dia pun melepaskan tangannya.


"Kenapa putri membawa saya kesini?" tanya tabib itu dengan bingungnya.


"Aku hanya ingin bertanya bagaimana keadaan Jiang He apakah dia baik-baik saja!" tanya Yuan Lin balik.


"Putri Jiang He baik-baik saja. maafkan saya putri tapi saya harus secepatnya mengambil obat untuk putri Jiang He." kata tabib tersebut.


"Obat apakah itu?" tanya Yuan Lin penuh selidik.


"O obat untuk kesembuhan putri Jiang He." jawab tabib itu dengan gugupnya.


"Tidak perlu menutupi apapun dariku karena aku sudah tahu semuanya. Jiang He bukan masuk angin melainkan dia tengah berbadan dua benar begitu bukan. jika kau bermaksud untuk membantu Jiang He menggugurkan kandungannya maka itu tidak akan berhasil karena jika sampai kau melakukan itu maka aku tidak akan tinggal diam apa kau mengerti." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


Ucapan Yuan Lin tentu saja membuat tabib itu terkejut bukan. bagaimana bisa Yuan Lin mengetahui semuanya.


"Ba bagaimana bisa putri tahu hal itu." ucap tabib itu dengan terkejut.


"Itu tidak penting. apakah benar apa yang aku katakan tadi?" tanya Yuan Lin.


"Ti tidak." jawab tabib itu dengan tergugup.


"Apakah kau mau aku yang membuatmu berbicara jujur atau kau yang akan mengatakannya langsung padaku." kata Yuan Lin dengan dinginnya. dia mengeluarkan sedikit aura membunuh yang di tujukan pada tabib itu sehingga membuat si tabib gemetaran bukan main.


"be benar putri sa saya di suruh Putri Jiang He untuk mengambil ramuan yang berguna untuk menggugurkan kandungannya." ucap tabib itu dengan ketakutan.


"Ck apa susahnya sih berbicara seperti itu. jika memang begitu kau tidak perlu mengambil ramuan itu karena aku sendiri yang akan memberikannya untukmu." kata Yuan Lin yang membuat tabib itu bingung.


"Jika kau berani pergi sebelum aku kembali kau akan mendapatkan hukuman dariku apa kau mengerti." kata Yuan Lin dengan tegasnya.


Kemudian ia pun menghilang dan saat ini ia sedang berada di dalam cincin dimensinya untuk membuat sebuah ramuan yang berguna untuk menguatkan kandungan. perbuatan Yuan Lin tentu saja mengundang banyak pertanyaan dari teman-temannya tak terkecuali Chen Zu.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Chen Zu.


"Aku sedang membuat ramuan." kata Yuan Lin tanpa menoleh.


Tak butuh waktu lama kini ia pun selesai dengan membuat ramuannya. ia segera keluar dan muncul secara tiba-tiba di depan tabib itu.


"Kau berikan ini pada Jiang He." kata Yuan Lin dengan menyerahkan botol kecil yang berisi sebuah cairan.


"Apa ini putri?" tanya tabib.


"Yang kau inginkan jadi kau tidak perlu mengambilnya lagi." kata Yuan Lin.


"Benarkah begitu putri." ujar tabib itu dengan menatap Yuan Lin dengan penuh selidik.


"Apa kau ingin mencobanya sendiri." kata Yuan Lin dengan kesalnya.


"Ba baiklah tapi apa putri bisa menjamin jika ramuan yang putri berikan ini seperti yang putri Jiang He mau?" tanya tabib.


"Ta tapi putri..."


"Sudahlah turuti saja apa yang ku minta." seru Yuan Lin dengan kesalnya.


Tabib itu pun segera kembali ke dalam kamar putri Jiang He. sedangkan Yuan Lin tengah duduk di atas pohon sambil memperhatikan mereka berdua.


"Apakah kau membawa apa yang aku mau tabib?" tanya Jiang He dengan bersemangatnya.


"Te tentu saja putri. putri harus meminum ini secara rutin dan teratur." jawab tabib dengan senyuman.


"Baiklah. untuk masalah ini kau harus tutup mulut dan jangan biarkan siapapun mengetahuinya termasuk ayah dan ibuku. apa kau mengerti." kata putri Jiang He.


"Saya mengerti putri." ucap tabib .

__ADS_1


"tapi ini sudah terlambat putri, sudah ada orang lain yang tahu tentang hal ini." batin tabib itu kemudian menyerahkan sebotol cairan dan langsung di minum oleh putri Jiang He.


Yuan Lin yang saat ini sedang di atas pohon pun tersenyum kecil ketika melihat putri Jiang He meminum ramuan yang dia buat. kemudian dia pun turun dari sana. saat ini berjalan tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh seseorang yang sudah berdiri di depannya.


"Kau!!!" seru Yuan Lin dengan terkejut.


"Maaf Lin Lin tapi aku mempunyai kabar tentang selir Xu Qin." jawab Liao Shan.


"Baiklah katakan saja apa yang kau dapat." ujar Yuan Lin.


"Malam tadi aku mengikuti selir Xu Qin dan dia menemui seseorang di dekat hutan. dia sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan mu." kata Liao Shan.


"Siapa yang dia temui?" tanya Yuan Lin penasaran.


"Seorang kultivator hitam aku tidak tahu namanya tapi ada satu yang mencolok darinya yaitu sebuah tato di bagian lehernya yaitu tato kalajengking merah. aku akan mencari lebih detail lagi tapi kau harus lebih waspada." kata Liao Shan yang kemudian langsung pergi begitu saja.


"Hei aku belum selesai bicara." seru Yuan Lin kemudian hanya menghela nafasnya saja. tapi dengan informasi yang dia dapatkan tentu itu sedikit membantunya.


"tato kalajengking merah ya. baiklah aku juga akan mencari tahu." gumam Yuan Lin.


Dia pun pergi keluar istana untuk mencari tahu mungkin saja akan ada petunjuk atau justru orang itu sudah berada di sekitarnya. saat sampai di sebuah pasar Yuan Lin nampak celingukan. dia benar-benar ingin memastikan jika orang itu sudah berada di sini atau belum.


"Hah aku lapar sekali lebih aku makan dulu " ucap Yuan Lin kemudian masuk ke dalam sebuah kedai .


"Bibi aku pesan daging asap dua." kata yuan Lin.


"Baik tunggu sebentar."


Setelah makanan datang Yuan Lin dengan segera langsung memakannya. dan lagi-lagi cara makan gadis itu mengundang perhatian para pembeli yang juga ada di kedai tersebut.


"Hah apa mereka tidak lelah melihat ku terus. ck aneh sekali." gumam Yuan Lin yang tak menyadari jika ada seseorang yang tengah memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2