
"Bu bunda...." ucap Niken dengan suara sangat pelan namun membuat dokter Dion yang akan melakukan operasi terkejut dan segera memastikan kembali pendengarnya.
Namun lagi-lagi ia mendengar ucapan itu keluar dari mulut niken. dokter Dion pun langsung saja keluar dan memanggil Patricia karena Niken terus memanggil namanya.
"Ya sayang bunda ada disini." ucap Patricia dengan memegang tangan Niken.
Ia memperhatikan wajah Niken yang terlihat masih sangat lemah serta bibit pucatnya yang sedikit demi sedikit mulai bergerak walaupun masih sangat sulit dan seperti tidak memiliki suara.
"apa yang ingin kau katakan sayang?" tanya Patricia
"Nyonya mohon jangan di ajak bicara terlebih dahulu pasien masih dalam kondisi sangat kritis saat ini." kata dokter Dion yang juga ada di sana.
Tapi Patricia tidak menghiraukan perkataan dokter Dion dan terus memperhatikan gerak bibir Niken yang semakin lama mulai menghasilkan suara walau tidak jelas dan tidak dia pahami.
"A kk u i ing in za zha n kem bal i. a ak u i ngin de ngan ya." ucap Niken dengan suara pelan dan terbata. membuat Patricia tidak mengerti dengan apa yang di katakan Niken.
"Apa sayang?" tanya Patricia lagi dengan mendekatkan telinganya ke bibir Niken.
"Za Zhan. a ak u i ngi n per gi d dan men car i nya." ucap Niken yang membuat Patricia terkejut.
"Tidak! apa yang kau katakan sayang. kau tidak boleh kemana-mana kau harus tetap disini bersama bunda." mata Patricia dengan paniknya.
Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi setelah beberapa waktu mendengarkan jawaban Niken. ia langsung menyuruh dokter untuk segera melakukan tugasnya tapi belum juga mengambil alat-alatnya tiba-tiba saja bunyi detak jantung Niken semakin melemah membuat Patricia langsung panik dan menangis.
"Nyonya mohon keluar dulu." kata dokter Dion
"Apa yang terjadi sayang kenapa kau menangis?" tanya Herluc ketika melihat Patricia keluar dengan menangis
__ADS_1
"Putri kita pa. dia mengatakan padaku ingin pergi dan mencari kekasihnya." ucap Patricia dengan menangis di pelukan suaminya
"Apa maksudnya Bun? apakah yang bunda ceritakan padaku itu akan benar-benar terjadi?" tanya Johan yang juga terkejut.
"Jika memang begitu kita tidak bisa melakukan apapun lagi. aku juga bisa merasakan jika putri kita akan menerima takdir yang besar dan mungkin setelah kejadian ini takdir yang sesungguhnya baru akan di mulai." kata Herluc dengan menenangkan istrinya.
"Tapi aku tidak mau dia pergi jauh lagi. aku ingin duw tetap bersama kita pa." ucap Patricia.
Disisi lain tepatnya di sebuah jurang kematian seseorang laki-laki tampan tengah terbaring di atas batu dengan beberapa tanaman obat yang menempel di dadanya. sesaat kemudian mata tajam khas miliknya terbuka dengan sempurna dan langsung memperhatikan sekelilingnya yang hanya ada bebatuan saja.
"Kau sudah bangun anak muda." kata seorang pria dengan suara beratnya
Laki-laki tadi menoleh dan melihat seorang pria dengan wajah tampan namun terlihat begitu dingin serta memakai hanfu bewarna biru dengan rambut putihnya sedang berjalan ke arahnya.
"Siapa kau? bagaimana aku ada disini?" tanya laki-laki itu dengan sikap penuh waspada.
"Tidak perlu takut. aku sudah menunggu kedatangan mu sangat lama ke sini." jawab pria tadi dengan berdiri di depan laki-laki itu
"Takdir sudah mengatur segalanya. kau bisa memanggilku Xi Shen atau kau panggil aku guru kau juga bisa memanggilku yang mulia raja." kata pria itu yang ternyata bernama Xi Shen dengan menyilangkan tangannya ke dada.
"Yang mulia raja???" tanya laki-laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Zhi Qing atau pria bertopeng.
"Sialan kenapa aku bisa ada disini lagi." batin Zhi Qing dengan tidak percayanya.
Ya. jiwa itu adalah jiwa milik Zhan. dia bisa kembali ke tubuh Zhi Qing karena kekecewaan yang mendalam yang sedang dia rasakan serta tekad yang kuat. bertepatan dengan kematian Zein juga jiwa Zhan kembali ke tubuh Zhi Qing. ia juga tidak menyangka akan terlempar lagi ke dunia aneh ini dimana yang kuatlah yang berkuasa.
"Ya karena aku adalah raja neraka." kata Xi Shen yang membuat Zhi Qing menatapnya dengan aneh.
__ADS_1
"Jangan mengada-ada. raja neraka atau raja iblis itu sudah di musnahkan oleh keka....dia sudah mati jadi jangan mengarang cerita karena itu tidak akan membuat ku percaya padamu begitu saja." kata Zhi Qing dengan berdiri.
"Ya ya aku tau tidak semudah itu kau akan mempercayaiku tapi maukah kau mendengarkan cerita ku mungkin saja itu akan membuat mu percaya jika iblis gila itulah yang sudah mengaku menjadi raja neraka." kata Xi Shen.
Entah Zhi Qing akan percaya atau tidak tapi melihat bagaimana penampilan pria di depannya itu akhirnya mau tak mau dia pun hanya mengangguk saja karena sebenarnya dia tidak sepenuhnya tidak percaya karena ia juga bisa merasakan aura milik Xi Shen itu sangat besar dan kuat
"Se...." belum juga satu kata Zhi Qing sudah lebih dulu menyela ucapannya
"Tunggu dulu." seru Zhi Qing yang membuat Xi Shen menggantungkan kata-katanya yang sebentar lagi akan keluar dari mulutnya dan mulai bercerita.
"Ada apa?" tanya Xi Shen dengan bingungnya
"Bagaimana kau bisa membuat ku percaya jika cerita yang akan kau ceritakan padaku itu hanyalah karangan semata?" tanya Zhi Qing.
Xi Shen hanya menghela nafasnya saja kemudian mengarahkan telapak tangannya ke depan dan tiba-tiba muncullah sebuah cermin besar bewarna hitam.
"Itu adalah cermin kejujuran. jika aku berbohong maka hari ini juga aku tidak akan hidup." kata Xi Shen dengan nada seriusnya.
Zhi Qing melihat cermin itu dengan seksama. ia sungguh di buat kagum dengan cermin itu karena aura yang di miliknya tapi kemudian ia menatap lagi ke arah Xi Shen.
"Benarkah begitu?" tanyanya lagi.
"Aihhh kenapa kau sulit sekali mempercayai ku anak muda. siapa namamu hah?" kata Xi Shen yang terlihat kesal.
"Namaku adalah Zhi Qing." jawab Zhi Qing.
"Percaya atau tidak itu hak mu aku hanya ingin membuat mu mempercayai ku saja. karena kau adalah penerus ku." kata Xi Shen yang membuat Zhi Qing tidak mengerti.
__ADS_1
Night Everyone....
Udah mau nyapa gitu aja wkwk