Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kerjaan Elf 2 (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Hingga beberapa waktu seorang prajurit elf yang sedang berjaga melaporkan jika ada ribuan orang yang tengah menuju ke kerajaan elf. tentu hal tersebut membuat Meiuzo bingung dan memeriksanya sendiri. Tapi setelah memastikannya ia di buat terkejut karena semua orang itu membawa zirah perang dan senjata lengkap. ia pun menyadari terjadi penyerangan di Kerajaannya.


Ia memerintahkan semua prajurit perang yang di miliki kerajaan elf untuk berkumpul dan memblokir jalan pasukan musuh. walaupun persiapan mereka cukup mendadak tapi jangan meremehkan kekuatan pasukan elf.


Mereka mempunyai beberapa formasi rahasia yang sangat sulit di pecahkan. Meiuzo dan panglima perangnya sudah siap dengan zirah dan senjata lengkapnya begitupun juga semua pasukannya yang di bawa.


Jumlah antara pasukan musuh dan pasukan Elf tidaklah sama. pasukan elf hanya berjumlah sekitar 3500 sedangkan pasukan musuh berjumlah ratusan ribu. pertarungan pun terjadi dengan begitu sengitnya. Meiuzo juga tidak mengerti alasan kenapa mereka menyerang kerajaannya setahunya kerajaan elf selalu mempunyai hubungan baik dengan semua kerajaan.


Pasukan musuh di pimpin oleh seorang pria dengan rambut panjang tak terawat dan wajah yang terlihat menyeramkan serta kumis bewarna merah kehitaman. Dia adalah Su Botong yang berasal dari dunia bawah tanah dan yang paling menginginkan kehancuran kerajaan Elf sejak dulu.


Singkat ceritanya, di detik-detik terakhir setelah semua anggota pasukan musuh hanya tersisa seperempat dari keseluruhan semua pasukan, sedangkan pasukan kerajaan Elf hanya tersisa Meiuzo, panglima perang, 15 prajurit dan penasehat kerajaan, raja Ximen datang dengan membawa satu kotak berwarna hitam dengan raut wajah gembira dan ingin segera memberitahukan pada adiknya jika dia berhasil dengan tujuannya selama ini.


Tapi seketika senyumannya pudar dan beralih menjadi tatapan datar dan dingin ketika dia melihat sekelilingnya yang sudah di penuhi banyak sekali mayat dari ras elf begitupun juga dari anggota musuh. apalagi ketika melihat keadaan Meiuzo yang terlihat tidak baik-baik saja.


FLASHBACK...


"Raja kau sudah kembali." kata Meiuzo dengan memegangi dadanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya raja Ximen pada adiknya.

__ADS_1


"Mereka melakukan penyerangan pada kerajaan Elf. saya sudah berusaha menghentikannya tapi jumlah pasukan yang saya bawa dan pasukan mereka berbeda sangat jauh. untunglah sekarang raja sudah kembali." jawab Meiuzo yang bernafas lega karena masih ada harapan untuk kerajaan Elf menang.


Su Butong datang dengan tertawa renyah seperti tidak ada dosa sama sekali. dia menatap raja Ximen dari atas sampai bawah dan berhenti pada kotak hitam yang sedang di pegang raja Ximen.


"Selamat datang kembali raja Elf yang terhormat. bagaimana dengan penyambutanku apakah kau senang?" kata Su Botong dengan tersenyum menyeringai.


"Apa yang kau inginkan dariku Su Botong? kenapa kau menyerang kerajaan ku?" tanya raja Ximen dengan terus terangnya.


"Tentu saja sudah jelas bukan hahaha. oh iya raja, apa yang kau bawa dari hasil meditasimu itu? ku dengar kau membuat sesuatu yang sangat berharga." kata Su Botong yang membuat raja Ximen langsung menatap kotak hitam dan langsung menyembunyikannya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Raja Ximen dengan tatapan tajamnya.


"Oh ayolah aku hanya bercanda saja. tapi aku merasa tertarik dengan kotakmu. bagaimana jika aku memilikinya." kata Su Botong.


Mendengar hal itu membuat Su Botong menjadi marah. dengan segera ia menyerang raja Ximen dan berambisi untuk merebut kotak hitam itu. Meiuzo yang melihat itu pun langsung berdiri dengan sisa tenaganya dan bermaksud membantu raja Ximen begitupun juga dengan semua elf yang masih bertahan tapi dengan kondisi mereka seperti itu tentu sangat mudah di kalahkan oleh Su Botong.


Serangan Su Botong berhasil mengenai kotak hitam itu yang membuat kotak itu seketika langsung terlempar dan terbuka. 4 cahaya muncul dari dalam kotak hitam itu kemudian terbang.


Su Botong melihat apa yang sedang terbang di udara itu dengan bingungnya tapi setelah cahaya itu redup ia di buat terkejut karena 4 cahaya itu adalah kitab dengan warna yang berbeda. ketika merasakan kekuatan yang sangat besar dan begitu kuat yang terpancar dari keempat kitab tersebut membuat Su Botong semakin menginginkannya begitupun juga semua anggotanya.

__ADS_1


"Hahaha ternyata benar kau membuat sesuatu yang sangat berharga. kitab yang sangat kuat. bagaimana kau membuatnya? ah tapi itu tidaklah penting karena sekarang kitab itu akan menjadi milikku hahaha." kata Su Botong dengan berjalan dan bermaksud mengambil keempat kitab tersebut.


Baru saja ingin memegangnya, sebuah kekuatan besar menahan dirinya yang membuat ia seperti tidak bisa bernafas. raja Ximen menahannya dengan sihir lalu melemparkan Su Botong ke tumpukan batu.


"Sialannn kau Ximen aku akan membunuhmu!!!" teriak Su Botong dengan marahnya.


Karena kondisi dan tenaga raja Ximen belum benar-benar pulih membuat ia kewalahan menahan serangan Su Botong.


"Pergi dari sini." seru Raja Ximen ketika melihat Meiuzo mendekat dan ingin membantunya.


"Tapi...." ucap Meiuzo yang sebenarnya sudah tidak sanggup.


"Cari tempat perlindungan aku bisa mengatasinya sendiri. cepat pergi sebelum semuanya berakhir." seru Raja Ximen yang membuat Meiuzo bingung tapi tetap menuruti perintahnya.


Raja Ximen berfikir dengan ia bermeditasi menciptakan sesuatu yang berbeda dan mempunyai tujuan yang sangat baik akan berakhir seperti apa yang dia inginkan yaitu kedamaian semua makhluk tapi justru itu menjadi sumber kekacauan karena itu sebelum keempat kitab jatuh ke tangan yang salah maka ia akan menghancurkannya terlebih dahulu.


Dia mengerahkan semua kekuatan dan tenaga yang di miliki untuk menghancurkan keempat kitab itu walaupun akhirnya dia akan tiada tapi dia berfikir inilah yang terbaik. jika saja dia tidak menciptakan keempat kitab itu tentu tidak akan terjadi kekacauan seperti ini.


Meiuzo menyaksikan kematian kakaknya dengan tangan mengepal kuat. keempat kitab itu perlahan-lahan menghilang dengan sendirinya bersamaan dengan kematian raja Ximen dan semua yang ada di Medan peperangan.

__ADS_1


FLASHBACK END...


Tertulis lagi dalam buku yang di baca Yuan Lin. jika raja Ximen tidak menghancurkan kitabnya melainkan hanya menghilangkan dan mengubahnya menjadi lain yang ada di dunia bawah tepatnya di bumi. di situ juga terdapat gambar sebuah pagoda kembar dengan dua tanda di sampingnya.


__ADS_2