
"Ibu akan kenapa?" tanya Yuan Lin ketika sudah sampai di hadapan permaisuri Zinsy sehingga membuat Wanita itu langsung mengusap air matanya dan hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Lalu kenapa ibu menangis? apakah ada sesuatu yang terjadi? ataukah ada yang berusaha menyakitimu?" tanya Yuan Lin lagi.
"Tidak aku baik-baik saja. aku hanya merasa jika sekarang suamiku menjadi orang lain yang sama sekali tidak aku kenal." jawab permaisuri Zinsy yang membuat Yuan Lin bingung.
"Menjadi orang lain?" tanya Yuan Lin.
"Ya. barusan dia menbentakku hanya karena aku mengingatkan dia jika apa yang akan dia lakukan ini adalah salah." jawab Permaisuri Zinsy yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Kaisar berbuat seperti itu padamu?" tanya Yuan Lin dengan tidak percayanya.
"Ya. aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. dia menjadi sangat berbeda dan sama sekali tidak aku kenali." ucap permaisuri Zinsy dengan menunduk sedih.
"Jangan bersedih aku akan mencari tahu semuanya." kata Yuan Lin dengan mengelus punggung neneknya.
Tatapan permaisuri Zinsy pun kini teralihkan pada dua sosok anak kecil yang ada di samping Yuan Lin. dia pun mensejajarkan tinggi tubuhnya dan tersebut lembut pada kedua anak itu.
"Ahh kalian sangat menggemaskan. siapa ini Lin'er kenapa kau tiba-tiba membawa bocah kecil lucu ini." tanya permaisuri Zinsy.
Tapi sesaat kemudian permaisuri Zinsy pun menatap Yuan Lin dan Zhi Qing dengan raut wajah terkejut kemudian menutup mulutnya tidak percaya.
"Jangan bilang jika kalian sudah mempunyai anak di luar dan menyembunyikan ini dariku." kata permaisuri Zinsy yang membuat keduanya terkejut.
"Apa yang ibu katakan. mana mungkin aku sudah memiliki anak menikah saja belum. ck yang benar saja. mereka adalah temanku dan mulai sekarang akan tinggal disini bersamaku. apakah ibu tidak keberatan. mereka tidak memiliki siapapun selain aku." kata Yuan Lin.
__ADS_1
"Ahh benarkah. tentu saja sangat boleh dan mereka akan menjadi temanku juga. mulai sekarang panggil aku sama seperti Lin'er." kata permaisuri Zinsy.
Kedua bocah itu menatap Yuan Lin sedangkan Yuan Lin hanya menganggukkan kepalanya saja. akhirnya merekapun berjalan bersama. Ling Fei nampak selalu menempel pada Yuan Lin sementara Ling Tian dan Zhi Qing tidak perlu di tanyakan lagi apa yang terjadi dengan mereka berdua.
"Kenapa kalian selalu bertengkar hah." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
Dari kejauhan putri Mei yang melihat itupun merasa penasaran. sehingga memilih untuk menghampiri mereka dan menanyakannya.
"Permaisuri. siapa dua anak kecil ini?" kata putri Mei yang langsung pada intinya.
"Ohh mereka adalah cucuku juga." jawab permaisuri Zinsy yang membuat putri Mei terkejut.
Dia masih mencerna apa yang di katakan permaisuri Zinsy. setelah terdiam beberapa saat kini dia pun tahu maksud dari perkataan permainan Zinsy. ia menutup mulutnya tidak percaya tapi dia juga senang karena peluang rencana untuk membuat Yuan Lin dan Zhi Qing menjauh semakin besar.
Dengan segera dia pun berlari dan mencari keberadaan kaisar langit. dia ingin mengatakan siapa yang dia lihat dan apa yang sudah di katakan permaisuri Zinsy tadi. tidak tahu bagaimana reaksi kaisar langit jika mendengar hal itu.
"Kaisar aku mendapat berita besar." kata putri Mei dengan nafas tersengal-sengal.
"Apa itu kenapa kau sampai seperti itu. duduk dulu dan katakan padaku." kata kaisar langit dengan penasarannya
"Putri Yuan Lin dan pria itu ternyata sudah memiliki anak. dua, mereka sudah memiliki dua anak." kata putri Mei yang membuat kaisar langit terkejut dan menggebrak meja.
"Apa!!!! jadi mereka sudah mempunyai anak. dan selama ini mereka menyembunyikannya dariku. kau tahu darimana kabar ini Mei'er?" tanya Kaisar langit dengan wajah yang sudah memerah menahan emosinya.
"Permaisuri Zinsy sendiri yang mengatakan jika kedua anak itu adalah cucunya karena itu aku segera memberitahu." jawab putri Mei.
__ADS_1
Tanpa mengatakan sepatah katapun dia langsung beranjak pergi. sepanjang perjalanan tidak ada prajurit yang berani menyapa kaisar langit karena melihat bagaimana ekspresi wajah kaisar langit membuat mereka semua ketakutan. mereka tahu jika kaisar langit tengah menahan amarahnya karena itu mereka tidak berani melakukan apapun bahkan menyapa sekalipun.
Kaisar langit menuju ke kamar permaisuri Zinsy. dia menendang pintu kamar dengan kerasnya yang membuat orang-orang yang sedang berada di dalam terlonjak bukan main.
"Dimana anak itu hah!" kata kaisar langit dengan suara lantang dan marahnya.
"Suamiku apa yang kau lakukan hah." kata permaisuri Zinsy dengan bingungnya.
Tatapan kaisar langit pun beralih pada dua anak kecil yang saat ini tengah duduk di ranjang dan menatap dirinya dengan bingung. dia berjalan menghampiri anak itu tapi seketika di hentikan oleh Zhi Qing.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Zhi Qing yang berhenti tepat di depan kaisar langit.
"Ohh jadi kau...bagus sekali. jadi selama ini kalian diam-diam sudah memiliki anak. sudah berapa kali aku katakan jika aku tidak suka aku tidak akan pernah setuju jika kau masih berhubungan dengannya. lalu sekarang kalian membawa anak anak ini ke kerajaan ku." kata kaisar langit dengan marahnya yang membuat Ling Fei langsung memeluk permaisuri Zinsy dengan tubuh gemetaran.
"Mereka adalah adikku bukan anakku. kau sudah salah paham kaisar yang terhormat." kata Zhi Qing dengan suara penuh penekanan.
Yuan Lin memperhatikan bagaimana kaisar saat ini. dan dia menemukan adanya kejanggalan. dia mengaktifkan mata dewanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan kaisar langit.
Sebuah asap hitam yang perlahan-lahan mulai membesar memenuhi bagian hati dan jantung kaisar langit. melihat itupun membuat Yuan Lin terkejut kemudian dia menatap kaisar langit lagi yang saat ini tengah berada di puncak amarahnya karena beradu argumen dengan Zhi Qing.
Permaisuri Zinsy yang sudah tidak bisa Manahan kesabarannya pun kini mulai berdiri dan melerai kedua pria yang saat ini tengah sama-sama dalam keadaan marah. jika tidak di lerai bisa saja akan terjadi pertarungan di dalam kamar permaisuri Zinsy.
"Cukup!!! suamiku apa yang kau lakukan hah. kenapa kau berbicara seperti itu." seru permaisuri Zinsy.
"Diam!! kau tidak tahu apa-apa." kata kaisar langit yang tanpa sadar melayangkan sebuah tamparan pada permaisuri Zinsy.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat Yuan Lin dan Zhi Qing terkejut. tanpa basa-basi lagi Zhi Qing langsung memukul kaisar langit.
"Baji**** kaisar macam apa kau ini hah. berani-beraninya kau bertindak kasar pada seorang wanita dimana wanita itu adalah istrimu sendiri." kata Zhi Qing yang membuat kaisar langit sadar seketika.