
Yuan Lin bertepuk tangan ketika mendengar perkataan selir Xu Qin sehingga membuat semuanya menatap ke arahnya kemudian Yuan Lin beralih menatap selir Xu Qin dengan tatapan dingin dan tajamnya.
"Ahhh kenapa disini harus ada drama seperti ini." ucap Yuan Lin yang membuat kaisar Wei ingin menamparnya tapi tidak jadi karena Yuan Lin berhasil memegang tangan kaisar.
"Tidak akan aku biarkan kau menyakitiku lagi bahkan menyentuh tubuhku saja. kau sangat membela mereka berdua bukan? tapi apa kau tahu orang yang kau sayang dan sangat kau bela itu justru ingin menghabisi nyawamu sendiri." kata Yuan Lin dengan melemparkan tangan kaisar Wei.
"Apakah kau tahu ini selir?" tanya Yuan Lin dengan mengeluarkan satu tangkai bunga bewarna merah gelap.
tentu semua orang tahu bunga apa yang sedang di pegang Yuan Lin. bunga itu adalah bunga malam yang mengandung racun. siapapun yang mencium baunya atau tak sengaja menyentuhnya pasti mereka akan langsung tertidur dalam jangka waktu yang lama.
Bunga itu adalah bunga yang di gunakan selir Xu Qin untuk membuat Yuan Lin tiada tapi sebaliknya justru gadis itu tidak tiada melainkan hanya tertidur sangat lama.
"Ya seperti yang kalian lihat jika Bunga yang ada di tanganku adalah bunga malam aku membawanya karena aku ingin orang yang membuatku menjadi seperti ini juga merasakan hal yang sama." kata Yuan Lin.
"Apa maksudmu Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian.
Yuan Lin tidak menjawab apapun ia malah mengeluarkan satu botol berisi cairan berwarna hijau pekat. itu adalah racun kalajengking iblis yang di gunakan selir Xu Qin untuk menghabisi permaisuri Jia Jia.
"Kau pastinya tahu dua benda yang ada di tanganku ini selir Xu Qin." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya.
Selir Xu Qin tentu terkejut melihat itu tapi sebisa mungkin dia menutupinya. Tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun saat ini. mereka hanya memperhatikan apa yang sedang terjadi di depan mereka.
"Apakah kau bisu!" bentak Chen Zu yang sudah geram.
"Aku sungguh tidak mengerti apa-apa putri. sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan." kata selir Xu Qin.
"Bawa dia kemari." kata Yuan Lin pada Chen Zu dan Wang Cung Li.
__ADS_1
Mereka berdua memegangi perdana menteri Dong Wu sehingga membuat pria paruh baya itu memberontak tapi keduanya tidak akan membiarkan begitu saja.
"Kau tahu siapa dia?" tanya Yuan Lin lagi.
"Tentu saja tahu. dia adalah perdana menteri disini " seru Putri Jiang He dengan kesalnya.
"Diam kau atau aku akan membuatmu tidak bisa berbicara lagi." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Apa yang kalian lakukan hah lepaskan aku." seru perdana menteri yang terus memberontak.
Yuan Lin mengeluarkan satu botol lagi yang berisi cairan tapi tidak memiliki warna apapun dan hanya terlihat seperti Air biasa. perdana menteri tentu terkejut melihat Yuan Lin yang memegang benda itu.
"dari mana gadis itu mendapatkannya." batin perdana menteri.
"Aku mendapatkan ini dari kamarmu. aku sengaja mengikuti mu saat kau diam-diam masuk kedalam kamar kaisar. kau tahu ini apa kaisar Wei?" tanya Yuan Lin pada kaisar Wei.
"Itu adalah racun." jawab kaisar Wei.
Memang benar tidak ada yang tahu penyakit yang sedang di derita oleh kaisar Wei kecuali tabib istana karena kaisar Wei tidak pernah memperlihatkan itu semua di depan semua orang. tapi kini gadis itu yang tak lain adalah Yuan Lin tahu.
"Apa benar ayah sakit?" tanya pangeran Han Tian.
"Dari mana kau mengetahuinya?" tanya kaisar Wei
"Tidak penting aku tahu dari mana tapi yang menyebabkan kau seperti itu adalah racun ini. dan pelakunya ada di sini." jawab Yuan Lin.
selir Xu Qin dan perdana menteri hanya saling tatap saja sedang semua orang langsung membicarakan itu semua.
__ADS_1
"Siapa pelakunya Lin Lin katakan padaku." kata Pangeran Han Tian dengan geramnya.
"Apakah kalian sungguh ingin tahu yang sebenarnya? baiklah aku akan memberitahunya. mereka berdua, selir Xu Qin dan perdana menteri mereka yang telah melakukannya." Jawab Yuan Lin yang membuat semua orang terkejut.
"Omong kosong apa yang putri bicarakan. bahkan saya tidak melakukan apapun." seru perdana menteri yang tiba-tiba saja merubah ekspresinya.
"Ohhh benarkah begi...." ucapan Yuan Lin terhenti karena tiba-tiba saja di tersungkur.
"Jangan berbicara sembarang tentang ibuku. kau tidak tahu apapun. seharusnya kau itu tidak disini kenapa kau malah membuat kekacauan di hari ulang tahun ibuku hah." bentak putri Jiang He dengan marahnya.
"Marah-marah tidak baik untuk kesehatan bayimu Jiang He." kata Yuan Lin kemudian berdiri.
"Cukup. apa yang kau lakukan putri Yuan Lin. aku sudah bersabar untuk ini. kau sudah melewati batasanmu." teriak pangeran Huang Hun dengan marahnya.
"Apa yang ingin kau lakukan pada adikku hah." bentak pangeran Han Tian yang berdiri di depan Yuan Lin .
" Aku ingin menghukumnya aku tidak peduli dia adikku atau bukan tapi dia sudah sangat keterlaluan." kata pangeran Huang Hun.
Yuan Lin memberikan isyarat pada Chen Zu untuk memegangi pangeran Huang Hun. Jiang He yang melihat pun merasa tidak terima kemudian dia pun diam-diam mengeluarkan senjata dan bermaksud ingin menyerang Yuan Lin. tapi sebelum senjata itu mengenai Yuan Lin, Yuan Lin dengan sigap menangkapnya dan melemparnya balik hingga mengenai bahu putri Jiang He.
"Putriku. dasar gadis tidak tahu diri. berani-beraninya kau melukai putriku hah." bentak selir Xu Qin dengan marahnya.
"Putri Yuan Lin kali ini aku benar-benar tidak akan memaafkan mu." timpal kaisar Wei yang membantu putri Jiang He untuk berdiri.
"Hah menggelikan sekali. kau sangat menyayanginya tapi kau harus tahu satu hal kaisar Wei jika Jiang He bukanlah anakmu ckckck kenapa kau begitu bodoh." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei menoleh ke arahnya.
"Apa maksudmu?" tanya kaisar Wei dengan bingungnya.
__ADS_1
"Dia bukan anakmu tapi anak dari laki-laki lain dan ayah kandung Jiang He sekarang juga berada disini bahkan kau sangat dekat dan begitu mempercayainya." jawab Yuan Lin.
Lagi-lagi semua orang yang menyaksikan itu di buat terkejut. banyak yang tidak percaya dengan apa yang Yuan Lin katakan.