
Saat sampai di kerajaan elf, Yuan Lin melihat jika pangeran Meiuzo sedang berbicara baik-baik pada salah satu pria dengan tatto di wajahnya. Yuan Lin masih memperhatikan dari kejauhan tapi lama kelamaan pria dengan tatto di wajahnya itu ingin menyerang pangeran Meiuzo lebih dulu dengan raut wajah marahnya.
"Aku sudah berbicara baik-baik padamu tapi kau malah ingin menyerang ku lebih dulu jadi aku tidak akan menahan diri lagi sekarang." kata pangeran Meiuzo dengan suara penuh penekanan.
"Ck kau terlalu percaya diri pangeran terkucilkan. kau lihat pasukan banyak sementara kau? hah hahahaha jangan bermimpi bisa mengalahkan ku. jika ku tidak bisa membunuhmu aku akan bersujud dan men*ilat kakimu." kata pria dengan tatto di wajahnya dengan sombongnya.
"Kau sungguh berani mengatai pangeran kerajaan elf dengan begitu rendahnya." gumam Yuan Lin dengan mengepalkan tangannya mendengar apa yang di katakan pria dengan tatto di wajahnya itu.
Yuan Lin langsung menggerakkan tangannya dengan mata tajamnya dan seketika pria itu tiba-tiba tidak bisa bergerak dan kesulitan untuk bernafas. dia bingung begitupun dengan pangeran Meiuzo.
"Siall apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku." teriak ya dengan setengah mati berusaha untuk menggerakkan tubuhnya.
Pangeran Meiuzo nampak terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya. bagaimana ada yang bisa mempelajari ilmu itu, tapi seketika dia teringat dengan Yuan Lin yang sekarang ini pemilik dari kitab hitam milik kerajaan elf. dia pun menelisik ke sekelilingnya dan ternyata Yuan Lin sudah berada di depan pria dengan tatto di wajahnya itu.
"Ratu kau sudah disini. apa kau yang melakukannya?" tanya pangeran Meiuzo pada Yuan Lin.
"Iya aku hanya melakukan apa yangs seharusnya aku lakukan." jawab Yuan Lin dengan santainya.
"Siapa kau? kenapa kau menyerang ku?" tanya pria itu dengan marahnya.
"Kau tidak tahu siapa aku? kau ingin tahu siapa aku? hah tapi kau sangat tidak penting dan akan membuang-buang waktuku saja. jangan bertingkah bodoh di depanku apalagi kau berbicara yang tidak sepantasnya kau bicarakan pada seorang pangeran. apa kau mengerti." kata Yuan Lin dengan menekankan katanya sehingga membuat pria itu berteriak kesakitan.
Mendengar pemimpin mereka berteriak membuat semua pasukannya langsung beralih padanya dengan terkejut.
__ADS_1
Saat ini ada dua kubu yang ingin memperebutkan wilayah kerajaan elf dan mereka sedang berperang untuk kemenangan sendiri.
"Serang mereka karena sudah lancang melukai pemimpin kita." teriak salah satu pria yang merupakan anak buah dari pria dengan tatto di wajahnya itu.
Mereka langsung menyerbu ke arah dimana pemimpin mereka di ikat dengan ilmu jeratan iblis milik Yuan Lin. sementara Yuan Lin memberikan kode pada pangeran Meiuzo agar tidak khawatir karena dia akan mengatasi semuanya. sementara itu jeratan yang ada di tubuh pria itu di lepaskan sedikit agar pangeran Meiuzo juga bisa bersenang-senang.
"Ratu sebaiknya tidak melakukan apa-apa karena ini sudah kewajiban ku untuk melindungi wilayah kerajaan elf." kata pangeran Meiuzo pada Yuan Lin
"Baiklah jika itu mau mu." jawab Yuan Lin dengan santainya tapi sesaat kemudian datanglah 4 orang pria dengan tubuh tinggi kekarnya serta senjata lengkap di tangannya berdiri di samping Yuan Lin.
Mereka adalah teman-temannya Yuan Lin siapa lagi kalau bukan naga Yang, Mix, Xiao dan Xin. raut wajah mereka datar dan tajam tanpa ekspresi. Naga Yang menoleh ke arah Yuan Lin sebentar namun Yuan Lin malah menatapnya dengan heran.
"Apaaa?? aku di suruh pangeran untuk melihat saja." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Meiuzo tersenyum kecil. Pangeran Meiuzo seperti sedang melihat seorang gadis kecil bukan ratu kerajaan langit
Yuan Lin bersender di batu dengan melipat tangan dan melihat bagaimana pertarungan sengit itu. 5 dan ratusan orang prajurit bukankah itu tidak adil? tapi Yuan Lin percaya penuh dengan kekuatan mereka berlima.
Sekarang bukan hanya dua kubu saja tapi tiga. pasukan pria dengan tatto di wajahnya itu kini di serang oleh dua pasukan.
Ketika sedang memperhatikan dengan seksama pertarungan tersebut tiba-tiba sebuah bayangan muncul di depan Yuan Lin. seorang pria dengan tubuh transparannya serta telinga runcing berdiri di depan Yuan Lin.
"Siapa kau? kenapa kau tiba-tiba datang?" tanya Yuan Lin dengan berdiri dan waspada.
"500 tahun lalu aku menimbun kotak di bawah runtuhan bangunan itu, di bawah singgasana sebelah kanan. carilah itu dan berikan pada putraku. aku percayakan semuanya padamu. waktuku tidak banyak karena setelah ini aku benar-benar akan menghilang selamanya. bawa kotak itu ke 3 air terjun mata air. sampaikan salam ku pada pangeran." kata sosok tersebut yang ternyata adalah raja Ximen. bayangan itu perlahan-lahan menghilang dengan sendirinya.
__ADS_1
Karena penasaran Yuan Lin segera mencarinya. tapi dia tidak tahu letak pasti singgasana itu karena runtuhan bangunan itu sangat banyak dan luas tapi dia akan tetap mencarinya karena itu adalah amanah dari raja Ximen.
"Dimana letak singgasananya. apa aku harus menyingkirkan semua reruntuhan bangunan ini." gumam Yuan Lin sambil sesekali menyingkirkan Reruntuhan bangunan itu.
Duarrrrr.....
Semua orang langsung berhenti dan melihat ke arah Yuan Lin dengan bingungnya tapi seketika pemimpi dari ras monster itu langsung melesat ke arah Yuan Lin Dan berusaha untuk menyerangnya.
"Nonaaaa..." teriak naga Yang dengan paniknya tapi Yuan Lin dengan sigap menghindari serangan itu. ia pun bernafas lega dan melanjutkan pertarungannya.
"Apa yang kau cari gadis kecil?" tanya raja monster itu dengan suara beratnya.
"Menyingkirlah aku tidak ada urusan denganmu." jawab Yuan Lin dengan cueknya dan tidak menghiraukan keberadaan raja monster.
"Berani-beraninya kau berbicara tidak sopan padaku. apa kau tau siapa diriku hah?" kata raja monster dengan marahnya
Yuan Lin hanya diam saja tidak menjawab yang membuat raja monster kesal dan marah lalu menyerangnya dengan brutal.
"Apa kau sudah gila sialannn." maki Yuan lin dengan kesalnya. padahal dia sudah berbicara baik-baik walaupun terkesan cuek tapi pria itu malah menyerangnya.
"Kau akan membayar semua perbuatan mu gadis sialan." teriak raja monster dengan marahnya.
Pedang Semerah darah pun kini mengarah pada Yuan Lin. ia tak tinggal diam dan membalas menyerang pria itu. dengan sekali sabetan pedangnya pria itu sudah terpental jauh ke belakang.
__ADS_1
"Jangan memancing kesabaran ku atau kau akan berakhir sia-sia." kata Yuan Lin dengan penuh tekanan.