Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Jenderal Mo Xu


__ADS_3

Akhirnya Yuan Lin memutuskan untuk keluar dan menghampiri Mo Xu. ia tentu tidak akan membiarkan makhluk tersebut menghancurkan desa Daun. ia melayangkan serangannya tepat di depan Mo Xu yang membuat Mo Xu langsung menoleh.


"Kenapa kau ingin menghancurkan desa ini." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Hahaha akhirnya kau keluar juga." kata Mo Xu dengan tertawa senang.


Yuan Lin yang mendengar ucapan Mo Xu pun nampak heran. apakah orang yang dia cari itu adalah dirinya. tapi seketika Yuan Lin paham jika makhluk di depannya ini bukanlah manusia melainkan iblis yang di perintahkan raja iblis untuk mencari Yuan Lin.


"Jadi kau mencariku?" tanya Yuan Lin.


"Hahaha rupanya kau sangat pintar." kata Mo Xu kemudian tanpa aba-aba dia menyerang Yuan Lin.


Tentu Yuan Lin sudah mempersiapkan semuanya. ia menghindari serangan yang di berikan Mo Xu dan memberikan serangan balik. ia menggunakan pedang merahnya untuk melawan Mo Xu. Yuan Lin mengakui jika Mo Xu sangat kuat tapi itu tidak menjadi halangan bagi Yuan Lin.


Yua Lin mengarahkan telapak tangannya pada Mo Xu kali ini dia menggabungkan teknik tapak dewanya dan teknik Batu Es hingga di tangan Yuan Lin terciptalah sebuah bongkahan batu es besar yang melayang kemudian gadis itu langsung mendorongnya dan seketika bongkahan es tersebut langsung mengarah pada Mo Xu dengan kecepatan tinggi.


Mo Xu yang melihat serangan Yuan Lin pun merasa heran sekaligus bingung dengan serangan itu. ia tidak tahu apa nama teknik yang di gunakan Yuan Lin tapi Mo Xu tidak tinggal diam dia menahan serangan tersebut dengan api hitamnya.


Semua orang hanya melihat pertarungan antara dua orang itu dengan ketakutan. sedangkan Yuan Lin yang melihat jika serangannya berhasil di tahan pun menjadi geram dan marah. ia memberikan tenaga lebih pada serangannya sehingga membuat Mo Xu mundur beberapa langkah karena serangan Yuan Lin.

__ADS_1


"Rupanya aku sudah salah menilaimu gadis kecil. kau cukup kuat tapi kau tidak cukup mampu untuk mengalahkan ku." kata Mo Xu yang mengangkat satu tangannya lagi dan di arahkan pada Yuan Lin.


Yuan Lin tidak sempat menghindar karena itu dia terpental mundur kemudian kembali berdiri lagi dengan tatapan dingin dan tajamnya. ia menatap Mo Xu yang kini tengah tertawa dengan tajamnya.


"Ada apa gadis kecil apakah kau mengakui kekalahan mu sekarang? jadi lebih baik kau ikut denganku sekarang juga." kata Mo Xu.


Yuan Lin tidak menjawab melainkan langsung menyerang Mo Xu dari segala arah. teknik seribu bayangan. ya Yuan Lin menggunakan teknik seribu bayangan. kecepatan serangan yang di lakukan Yuan Lin sangatlah cepat bahkan membuat seorang jenderal neraka terkuat ke 4 merasa kewalahan menghadapinya.


Warga desa Daun yang tengah menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa melihat sebuah kilatan cahaya yang tengah bergerak kesana kemari. mereka tidak melihat Yuan Lin karena saking cepatnya gerakan yang di lakukan Yuan Lin.


Hingga satu serangan berhasil melukai tangan Mo Xu yang membuat makhluk tersebut marah dan balik menyerang Yuan Lin dengan kekuatan terbesarnya. Mo Xu mengayunkan pedangnya tak kalah cepat dari Yuan Lin. beberapa serangan yang di layangkan makhluk tersebut tidak mengenai Yuan Lin sama sekali hingga satu hempasan tangan berhasil mengenai Yuan Lin tapi gadis itu masih terus menyerang.


Dentingan pedang dan dua kilatan hanya bisa di dengar dan dilihat oleh orang-orang desa Daun. mereka menyaksikannya dengan ketakutan sekaligus kagum dengan kekuatan keduanya. mereka berdua terlihat mempunyai kemampuan yang sama.


"Entahlah aku tidak tahu tapi dia sangat kuat sekali."


"Mungkin gadis itu sudah membuat masalah dengan pria itu sehingga mencarinya sampai kesini."


"Tapi kita juga harus berterimakasih padanya jika gadis itu tidak ada mungkin saja sekarang desa kita sudah hancur karena pria itu."

__ADS_1


Shu Yin yang juga menyaksikan pertarungan tersebut merasa sangat menyesal karena telah memperlakukan Yuan Lin dengan begitu tidak sopannya. ia berjanji dalam hatinya mulai sekarang ia tidak akan memandang orang hanya dengan penampilannya saja


Pertarungan terus terjadi. dalam hati mereka, mereka mengakui kekuatan masing-masing. setiap serangan yang di berikan Mo Xu pada Yuan Lin berhasil di tangkis oleh gadis itu. Sampai disini belum ada tanda-tanda jika salah satunya akan kalah.


"Ahh siall dia sangatlah kuat. aku tidak boleh kalah darinnya. aku harus melakukan sesuatu." batin Yuan Lin.


Ia lantas mengeluarkan sesuatu yaitu sebuah cairan beracun yang bisa membuat tubuh orang yang terkena akan melepuh dan hilang tanpa bekas apapun. ia membuat cairan beracun tersebut dari racun bunga duri yang ia dapatkan di hutan Kematian.


Yuan Lin pun kemudian melemparkan cairan tersebut di kepala Mo Xu dan tepat mengenai sasaran. beberapa saat kemudian Mo Xu berteriak kesakitan sembari memegang kepalanya kemudian hal lain pun terjadi. satu tanduk di kepala Mo Xu melepuh dan menghilang tanpa menyisakan bekas luka apapun.


Yuan Lin yang melihat itupun tertawa dengan kerasnya. ini adalah percobaan pertamanya dalam menggunakan cairan beracun itu. tapi ia sungguh tidak percaya ini jika racun itu benar-benar bekerja dengan sangat baik.


"Ehh lihatlah itu, kemana tanduk mu yang satunya lagi kenapa tidak ada hahahaha." kata Yuan Lin dengan tertawa keras.


Mo Xu pun langsung memegangi kepalanya dan meraba-rabanya. ketika mengetahui jika satu tanduk hilang entah kemana dia langsung panik dan menatap Yuan Lin dengan marahnya.


"Kenapa bisa hilang? kau kemanakan tandukku gadis tidak tau diri. hah kemana tanduku." kata Mo Xu dengan marahnya.


"Mana aku tau. mungkin itu tanduk palsu hahaha. coba kau cari di sekitar sini mungkin saja terjatuh karena kau tidak memakai perekat yang banyak hahaha." kata Yuan Lin dengan terus tertawa.

__ADS_1


Saat ini Mo Xu sudah sangat marah. ia ingin menyerang Yuan Lin lagi tapi baru saja dia mengangkat pedangnya sebuah suara membuatnya harus menunda dulu.


"Kau beruntung karena Junjunganku memanggilku untuk kembali. jika tidak akan ku pastikan malam ini juga kau akan tiada." kata Mo Xu kemudian menghilang.


__ADS_2