Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Takdir Yang Lucu


__ADS_3

Saat ini Yuan Lin sedang berada di halaman belakang istana dia duduk termenung sembari melihat bulan yang tengah bersinar terang. sembilir angin malam tidak membuatnya kedinginan sama sekali. baginya saat saat seperti inilah yang bisa membuatnya menjadi sedikit lebih tenang.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Chen Zu yang tiba-tiba muncul di samping Yuan Lin.


"Tidak ada." jawab Yuan Lin tanpa menoleh karena dia sudah tau siapa itu.


"Kau bisa ceritakan padaku. anggap saja aku temanmu." kata Chen Zu yang merasa gadis di depannya ini tengah memikirkan sesuatu.


"Kau tau takdir yang kumiliki sangatlah lucu." ucap Yuan Lin dengan terkekeh pelan.


Chen Zu yang mendengar ucapan Yuan Lin pun di buat bingung. ia menatap Yuan Lin dengan sulit di artikan. Chen Zu memang pernah mendengar jika dia akan bebas dari kutukannya jika ada seseorang dari masa depan yang menemuinya tapi dia tidak tahu jika gadis yang ada di depannya itulah merupakan sosok yang pernah di bicarakan.


"Terkadang takdir itu seperti mempermainkan kita. kita hanya perlu menjalaninya saja. tapi itu terasa sangat tidak adil bagiku." ucap Yuan Lin.


"karena di kehidupan sebelumnya dan sampai di kehidupan kedua ku ini aku belum pernah merasakan kebahagiaan sama sekali. berbeda dengan orang lain." batin Yuan Lin dengan menatap ke langit.


"Kenapa kebahagiaan seakan menjauhiku. apakah kau tahu kenapa?" tanya Yuan Lin dengan menatap Chen Zu.


"Apa yang sedang kau bicarakan aku sungguh tidak bisa mengerti semua itu." ucap Chen Zu dengan bingungnya.


"Sudahlah tidak ada aku hanya bercanda saja. oh iya ada apa kau kemari ?" tanya Yuan Lin mengalihkan topik pembicaraan.


"Karena aku melihat mu seperti sedang memikirkan sesuatu jadinya aku keluar dan bermaksud untuk bertanya padamu tapi kau malah berbicara hal aneh yang tidak ku mengerti sama sekali." jawab Chen Zu yang membuat Yuan Lin terkekeh pelan.


"Apakah kau benar-benar akan tinggal di sini?" tanya Yuan Lin.


"Tentu saja. apakah kau masih keberatan jika aku tinggal disini?" tanya Chen Zu balik.

__ADS_1


"Tidak. tapi kau harus sering-sering mengunjungi orang tuamu karena aku sangat yakin mereka tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja." jawab Yuan Lin.


"Aku mengerti." ujar Chen Zu.


"Lin Lin." panggil seseorang yang membuat keduanya menoleh.


Pangeran Han Tian berlari menghampiri Yuan Lin. tadinya dia sedang mencari keberadaan gadis itu tapi dia tidak menemukannya sama sekali hingga dia mendengar ada suara seseorang dari halaman belakang istana sehingga ia langsung menuju kesana. tapi saat sampai di sana ia terkejut melihat siapa yang tengah berbicara itu.


"Apa yang Gege lakukan disini?" tanya Yuan Lin dengan heranya.


"Aku mencarimu sedari tadi tapi kau malah ada disini. dan siapa dia kenapa kau bisa bersama laki-laki di malam hari seperti ini?" tanya pangeran Han Tian dengan menatap Chen Zu dari atas sampai bawah.


"Ohh dia kakek tua namanya Chen Zu." jawab Yuan Lin yang langsung mendapat tatapan mematikan dari Chen Zu.


"Apa aku benar kan." seru Yuan Lin sebelum Chen Zu akan berbicara.


"Dia temanku gege." ujar Yuan Lin.


"Lalu apa yang kalian bicarakan malam-malam begini. jangan bilang jika kau ingin berbuat macam-macam dengan adikku ya." kata pangeran Han Tian


"Ck dia siapa datang datang langsung menuduh ku sembarangan. kau tidak tahu aku siapa." kata Chen Zu.


"Memangnya siapa kau?" tanya pangeran Han Tian.


"Aku adalah pangeran Chen Zu, pangeran dari dunia atas." jawab Chen Zu dengan bangganya.


"Aku juga pangeran. pangeran Wei Han Tian dan kakaknya Lin Lin?." seru pangeran Han Tian yang tidak ingin kalah.

__ADS_1


"Sudahlah kenapa jadi kalian yang ingin bertengkar." seru Yuan Lin yang nampak jengah dengan tingkah mereka.


Yuan Lin pun pergi meninggalkan mereka berdua. sedangkan kedua laki-laki tersebut masih saling menatap dengan aura permusuhan yang begitu besar.


"Ehh kemana dia?" kata pangeran Han Tian ketika melihat Chen Zu tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya.


Tak terasa hari pun sudah tiba. Yuan Lin bangun kemudian membersihkan diri dan berganti baju. saat ia keluar dari kamarnya ia berpapasan dengan seorang tabib dan pelayan yang nampak sedang terburu-buru. karena merasa penasaran akhirnya Yuan Lin mengikuti kemana perginya mereka.


Tabib dan seorang pelayan wanita itu masuk kedalam kamar putri Jiang He. entah apa yang terjadi tapi Yuan Lin harus memastikannya lebih dulu.


"Ada apa dengan Jiang He?" tanya Yuan Lin dengan memegangi tangan pelayan tadi yang akan masuk.


"Saya tidak tahu." jawab pelayan tersebut dengan wajah datarnya.


Yuan Lin hanya menatapnya dengan aneh melihat tingkah pelayan itu kemudian ia melepaskan tangannya dan membiarkan pelayan tersebut masuk kedalam tapi tak berselang lama pelayan itu kembali keluar yang membuat Yuan Lin heran.


"Kenapa kau keluar lagi?" tanya Yuan Lin dengan herannya.


"Itu bukan urusan putri." jawab pelayan itu yang sukses membuat Yuan Lin kesal.


"Aku bertanya padamu baik-baik bisakah kau menjawabnya dengan baik-baik juga." kata Yuan Lin dengan meremas tangan pelayan tersebut dengan kerasnya sehingga membuat pelayan itu meringis kesakitan.


"Jadi katakan ada apa. aku tidak takut dengan dirimu jika kau hanya seperti ini apa kau mengerti." lanjutnya yang membuat pelayan itu mengangguk takut.


"Putri Jiang He sedang tidak enak badan karena sedari tadi dia terus muntah sehingga saya panggilkan tabib tap saat tabib itu ingin memeriksa saya di suruh keluar lebih dulu." kata pelayan tersebut dengan menunduk takut.


Yuan Lin hanya mengangguk saja mendengar penuturan pelayan tersebut. ia tentu tahu apa yang sedang terjadi sehingga dia memilih untuk pergi dari sana dan melihat dari kejauhan.

__ADS_1


Yuan Lin saat ini berada di atas pohon dia memantau dari kejauhan. setelah melihat tabib yang keluar dari kamar putri Jiang He ia pun lantas turun dan segera menghampiri tabib tersebut.


__ADS_2