
Baru saja beberapa menit Yuan Lin mengatakan hal itu, sesuatu menggelinding di lantai dengan darah yang sudah ada dimana-mana. semuanya tersentak kaget melihat kejadian itu apalagi kaisar langit dan permaisuri Zinsy yang sangat syok.
"Aku tidak main-main dengan perkataan ku. jika kalian pikir apa yang aku katakan hanyalah lelucon belaka maka kalian salah besar. Yang, Xiao, Xin, Mix." Kata Yuan Lin yang membuat keempat binatang kesayangannya itu keluar dalam wujud manusia.
Masing-masing sudah membawa beberapa kertas yang isinya tidak ada yang tahu. tentu saja semuanya di buat bingung ada juga yang terang-terangan meneriaki Yuan Lin karena tidak terima jika panglima, penasehat istana, serta beberapa orang lainnya yang terlihat sudah di habisi Yuan Lin dengan cara di penggal kepalanya dengan sadisnya dan tanpa ampun.
"Hei kauuu gadis gila kenapa kau menghabisi mereka tanpa sebab hah. apakah seperti ini pilihan yang anda maksud kaisar sangat tidak mempunyai etika." teriak seorang pria yang di setujui rekan-rekannya.
"Benar kaisar kenapa anda malah diam saja melihat hal ini hah. hei kalian semua cepat tangkap gadis gila itu." timpal yang lainnya dengan menyuruh prajurit untuk menangkap Yuan Lin tapi tentu saja tidak ada satupun prajurit yang menurut mereka justru hanya diam saja tanpa bergerak membuat pria-pria tadi benar-benar kesal dan marah.
"Siapa mereka?"
Mereka di buat bertanya tanya dengan kemunculan 4 orang laki-laki tampan yang berdiri di sebelah Yuan Lin dengan membawa kertas.
"Apa yang sebenarnya terjadi putriku?" tanya kaisar langit yang belum sadar dari keterkejutannya.
"Hanyalah tikus-tikus kecil yang sudah seharusnya anda singkirkan dari dulu." jawab Yuan Lin dengan datarnya.
__ADS_1
"Berikan padanya." titah Yuan Lin pada keempat sahabatnya agar menyerahkan kertas-kertas yang mereka bawa kepada kaisar langit.
Kaisar langit menerimanya dengan bingung dan juga penasarannya. sementara orang-orang yang menyaksikan itu mulai tidak terkendali. kata-kata kasar dan umpatan terlontar begitu saja untuk Yuan Lin.
Mereka tidak tahu jika saat ini keempat sosok yang berada di samping Yuan Lin tengah menahan emosinya karena ulah mereka. jika saja nona mereka tidak memberikan isyarat untuk tetap tenang mungkin mereka sudah memberikan pelajaran pada orang-orang yang telah berkata-kata kotor pada nona mereka.
Kaisar langit membacanya satu persatu dan hasil yang di peroleh adalah syok tidak percaya dengan apa yang di lihat. bagaimana tidak, isi dari surat yang baru saja di baca berisi bukti-bukti pengkhianatan orang yang juga dia percayai selama ini.
Melihat perubahan ekspresi dari kaisar langit membuat beberapa orang lainnya langsung sadar jika ada sesuatu yang telah terjadi sehingga Yuan Lin sampai memberikan hukuman mati seperti itu. mereka juga merasa penasaran dengan isi surat itu.
"Seharusnya anda sebagai kaisar tahu hal ini lebih dulu. dari awal mereka disini mereka sudah bersekongkol untuk melakukan itu. aku mengetahuinya karena aku diam-diam menyelidikinya langsung dan itu dan luput dari bantuan teman-teman ku. anda tahu kaisar racun yang ada di dalam tubuh permaisuri?!! sebenarnya racun itu hanya bertahan beberapa waktu saja dan jika sampai waktu itu tiba anda tidak mendapatkan penawar sudah bisa dipastikan jika Permaisuri tidak akan bisa berdiri disini, tapi sebaliknya. permaisuri hanya terbaring di ranjang dalam waktu sangat lama sampai aku datang kesini. kau tahu apa penyebabnya?? itu karena mereka juga memberikan racun pada permaisuri agar kematian permaisuri perlahan-lahan dan pada saat itu mereka akan dengan mudah melakukan semua rencana yang sudah mereka susun selama ini." kata Yuan Lin yang membuat semuanya terkejut bukan main
Yuan Lin mengeluarkan sesuatu dari kantungnya, sebuah bingkisan yang berisi dua duri bewarna hitam pekat bercampur hijau. itu adalah racun duri iblis yang di gunakan para pengkhianat yang sudah di habisi oleh Yuan Lin tadi.
Seketika saja atmosfer di dalam ruangan tersebut berubah menjadi sangat panas dan mencekam. semua orang terlihat panik ketika melihat wajah merah kaisar langit karena sebentar lagi amarahnya benar-benar akan keluar.
"Tidak ada gunanya ayah kaisar marah karena semuanya sudah terlambat. lagi pula mereka sudah aku habisi dan juga ibu permaisuri sudah baik-baik saja." kata Yuan Lin yang membuat Kaisar langit menoleh kemudian menarik kembali auranya.
__ADS_1
Semua orang bernafas lega sementara keempat pria yang memang menentang jika penerus kaisar langit adalah yuan Lin seorang gadis dari dunia bawah sedang menyusun rencana kedua untuk mengacaukan acara penting tersebut tapi itu semua sudah di ketahui Yuan Lin sehingga membuat gadis itu hanya tersenyum menyeringai saja
"Aku tidak menyangka ada pengkhianat di istana ini. kita telah salah menilai gadis itu. aku menjadi merasa bersalah." gumam seorang wanita yang juga membuat beberapa orang di sekitarnya berfikir hal yang sama.
"Ya kau benar. haruskah kita meminta maaf padanya."
"Hufffft sekarang kalian semua tahu untuk apa aku memberikan tahta ini pada putriku. aku sangat terkejut mendengar hal ini dan jika saja putriku tidak bertindak lebih dulu ku yang akan menanganinya." kata kaisar langit dengan nada kerasnya.
Semua orang hanya bisa terdiam saja. mereka telah salah menilai Yuan Lin. kaisar langit pun memberikan isyarat kepada perdana menteri untuk segera memulai acaranya lagi dan menyuruh semua prajuritnya untuk berjaga-jaga agar tidak ada keributan yang akan menggangu acara penting ini.
Sebelum benar-benar di mulai, Yuan Lin juga memberikan isyarat kepada keempat temannya untuk mengatasi tikus-tikus kecil yang sedang menyusun rencana. keempat sahabatnya pun hanya mengangguk paham saja dan tiba-tiba saja mereka menghilang membuat semuanya terkejut.
Yuan Lin Lin mengangguk ke arah kaisar langit pertanda jika sekarang saatnya untuk memulai karena tidak akan ada lagi tikus-tikus pengganggu.
Sebuah mahkota indah bewarna emas dengan batu permata bewarna merah di atasnya tiba-tiba saja muncul di depan kaisar langit dengan melayang di udara.
Di dalam penobatan itu, Yuan Lin juga harus melalui beberapa proses salah satunya meneteskan darahnya di atas permata merah yang ada di mahkota kehormatan tersebut.
__ADS_1
Setelah Yuan Lin meneteskannya, cahaya terang pun muncul dan perlahan-lahan hilang dan kini menyisakan batu permata merah yang berubah warna menjadi empat bagian yaitu, putih, hitam, merah dan biru.