
Tak terasa hari pun sudah pagi. semua tamu kehormatan sudah bersiap-siap untuk kembali. tak lupa kaisar Wei mengantar mereka semua sampai di depan gerbang. Yuan Lin juga ikut disana karena pagi-pagi buta dia sudah di bangunkan oleh Fu sehingga mau tak mau dia pun hanya mengikuti apa yang Fu katakan.
Kaisar Wei menyambut uluran tangan semua kaisar setelah itu mereka menaiki kereta kuda masing-masing dan mulai berjalan menjauh. setelah semua tamu meninggalkan istana Kaisar Wei pun masuk. dia nampak heran ketika melihat putri Jiang He yang tidak seperti biasanya karena saat ini dia memakai penutup wajah.
"Jiang er apa kau baik-baik saja?" tanya kaisar Wei.
"Tidak ayah." jawab Putri Jiang He dengan membuka penutup wajahnya.
Sontak saja kaisar Wei dan selir Xu Qin terkejut bukan main melihat wajah putri Jiang He. selir Xu Qin langsung menatap Yuan Lin dengan tatapan marahnya. ia lantas menghampiri Yuan Lin Dan langsung menariknya menuju hadapan kaisar.
"Dia yang telah melakukan ini semua pada putriku kaisar aku ingin kau menghukumnya." kata selir Xu Qin.
"Benar ayah ini semua gara-gara dia. wajahku sekarang menjadi seperti ini hiks apa yang yang akan orang orang katakan jika putri ayah memiliki wajah buruk seperti ini." kata putri Jiang He dengan pura-pura menangis.
"Jelaskan padaku putri Yuan Lin apa yang sudah kau lakukan pada putriku." bentak kaisar Wei dengan marahnya.
"Hah apa yang anda katakan kaisar? putri hahaha lucu sekali. aku tidak bersalah. dia sendiri yang meminta kepadaku ingin memakainya sendiri. jadi apa salahku?" ujar Yuan Lin dengan santainya.
"Itu tidak benar ayah. dia telah mencampurkan sesuatu di krim itu. aku mau ayah menghukumnya sekarang juga aku tidak mau tahu jika ayah tidak melakukannya maka lebih baik aku tiada saja. aku malu mempunyai wajah seperti ini hiks." ucap putri Jiang He.
"Apa yang kau katakan putriku. itu tidak akan terjadi. apa yang anda tunggu lagi kaisar jelas-jelas dia sudah bersalah. anda lihat sendiri bagaimana sekarang wajah putriku." kata selir Xu Qin.
__ADS_1
Karena melihat dua wanita yang sangat di cintainya memohon sampai seperti ini membuat kaisar tidak tega dan juga sangat marah dengan apa yang Yuan Lin lakukan. dia mengangkat tangannya bermaksud ingin menampar Yuan Lin tapi sebuah tangan menghentikannya.
"Apa yang ayah lakukan hah?" tanya pangeran Han Tian.
"Ayah ingin memberikan pelajaran padanya. dia sudah sangat keterlaluan pada adikmu. kau lihat sendiri kan." jawab kaisar Wei.
"Setidaknya dengarkan dulu penjelasan Lin Lin. Lin Lin sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini?" tanya Pangeran Han Tian.
"Aku hanya menuruti permintaannya saja Gege. kau ingat kan saat jamuan makan malam itu dia sampai memohon di depan banyak orang hanya untuk memakai krim yang dia berikan padaku." jawab Yuan Lin tanpa rasa takut.
"Lalu bagaimana bisa wajah putriku sampai seperti ini apa yang sudah kau lakukan padanya.?" tanya kaisar Wei dengan geramnya.
"Lin Lin tidak bersalah dalam hal ini justru dialah yang salah karena memberikan krim wajah beracun pada Lin Lin ku. jika saja Lin Lin tidak tahu maka sekarang dia yang akan menjadi korbannya jadi jika ayah ingin menghukum orang maka orang itu adalah putri Jiang He." timpal pangeran Han Tian dengan tatapan tajamnya.
"Apa yang kau katakan Gege mana mungkin aku ingin melukai kakaku sendiri. aku memberinya karena aku pikir Lin jiejie tidak punya. " kata putri Jiang He
"Jangan menuduh putriku pangeran karena semua itu tidak benar." seru selir Xu Qin.
"Cukup sebenarnya siapa yang benar dan siapa yang salah disini kenapa kalian membuatku bingung seperti ini." kata kaisar Wei
Tanpa berkata apapun lagi Yuan Lin pun pergi dari sana disusul pangeran Han Tian yang mengikutinya dari belakang. saat ini Yuan Lin ingin menenangkan diri sendiri dulu. entah kenapa saat mengatakan kata-kata tadi rasanya dia ingin mengeluarkan air matanya. rasa sedih dan juga kecewa ada di dalam hatinya. entahlah apa yang terjadi mungkin saja tubuh aslinya yang bereaksi.
__ADS_1
"Lin Lin apa kau baik-baik saja?" tanya pangeran Han Tian.
"Aku baik-baik saja. aku ingin keluar sebentar apa Gege mau ikut?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja." jawab pangeran Han Tian
Yuan Lin menuju ke sebuah hutan yang pernah menjadi tempatnya selama beberapa tahun yaitu hutan terlarang. pangeran Han Tian bermaksud untuk menggandeng tangan Yuan Lin tapi gadis itu sudah melesat lebih dulu dengan sangat cepat sehingga pangeran Han Tian di buat kalang kabut untuk mengejarnya.
Tak perlu waktu lama kini Yuan Lin sudah sampai di depan gubuknya. ia celingukan mencari keberadaan pangeran Han Tian, rupanya dia tertinggi di belakangnya.
"Apa aku begitu cepatnya sehingga Gege saja sampai tertinggal." gumam Yuan Lin
"Hah Lin Lin kenapa kau berlari sangat cepat. kapan kau mempelajarinya kenapa aku tidak tahu jika kau bisa melesat begitu cepat seperti itu." kata pangeran Han Tian yang baru saja sampai.
"Aku di ajari oleh guruku." jawab Yuan Lin yang seketika mengingat Sesuatu.
"Apa yang akan kita lakukan disini Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian yang nampak bingung.
"Tentu saja menjadi kuat." jawab Yuan Lin dengan mengeluarkan pedangnya.
Ia mulai mengayunkannya ke kanan kiri depan dan belakang. setelah memberikan perintah pada pangeran Han Tian untuk mengeluarkan pedangnya juga dengan segera dia mulai menyerang pangeran Han Tian. pangeran Han Tian menerima serangan itu sedikit kewalahan karena kecepatan yang Yuan Lin lakukan.
__ADS_1