
"Tunggu..." teriak Yu Mirai yang terus mengejar pangeran Han Tian.
Laki laki itupun yang merasa jika dirinya di panggil akhirnya berhenti dan menoleh. di lihatnya gadis yang dia selamatkan tadi tengah memanggilnya.
"Ada apa?" tanya pangeran Han Tian dengan herannya.
"Bukankah kau adalah pangeran dari kekaisaran Wei?" tanya Yu Mirai
"Seperti dugaan mu." jawab pangeran Han Tian dengan santainya.
"Ahh bagaimana aku mengatakannya ya...aku minta maaf karena ucapanku tadi padamu sangat kasar dan tidak seharusnya aku lakukan." ucap Yu Mirai yang membuat pangeran Han Tian terdiam beberapa saat.
"Ke kenapa kau melihatku seperti itu...aku benar-benar minta maaf padamu tidak seharusnya aku berkata kasar padamu tadi." lanjutnya lagi.
"Gadis ini rupanya tidak seburuk yang aku kira. dia bahkan meminta maaf dan mengakui kesalahan yang dia buat walaupun aku tidak terlalu memikirkannya." Batin pangeran Han Tian yang tanpa sadari mengeluarkan seulas senyum di bibirnya.
"Ahhh ya aku tau aku salah tapi kau juga harus memaafkanku. atau begini saja aku akan melakukan apapun yang kau mau asal kau memaafkanku bagaimana." kata Yu Mirai
"Apa kau serius dengan ucapan mu?" tanya pangeran Han Tian dan hanya di angguki oleh gadis itu.
"Baiklah sekarang kau temani aku berburu." kata pangeran Han Tian
"Baiklah aku juga sudah lama tidak melakukannya." ucap Yu Mirai.
"Apa kau juga suka berburu?" tanya pangeran Han Tian.
"Tentu saja. aku selalu melakukannya karena itu menyenangkan." jawab Yu Mirai dengan santainya yang membuat pangeran Han Tian menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
__ADS_1
"Siapa namamu?" tanya pangeran Han Tian.
"Panggil saja aku Yu Mirai." jawab Yu Mirai dengan tersenyum kecil.
"Baiklah ayo ikut denganku." kata pangeran Han Tian dengan berjalan.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi padamu kenapa bisa kau sampai di kejar orang-orang itu?" tanya pangeran Han Tian.
"Aku melepaskan seorang anak kecil yang ingin mereka jual. aku sudah beberapa kali memergoki mereka ingin menjual orang ke pelelangan tapi ini sudah di luar kesabaran ku. jadi mau tak mau aku membuat kekacauan dan melepaskan anak itu." jawab Yu Mirai dengan santainya.
"Tapi seharusnya kau juga berhati-hati. bagaimana jika tadi aku tidak ada disini, mungkin saja kau sudah tiada." kata pangeran Han Tian yang langsung mendapatkan pukulan telak dari Yu Mirai.
"Apa kau mendoakan ku agar cepat mati hah." seru Yu Mirai dengan kesalnya.
"Diamlah. suaramu itu akan membuat buruan kita kabur. kau lihat itu ada seekor rusa." ucap pangeran Han Tian dengan suara pelannya.
Yu Mirai hanya mengangguk saja kemudian meminta busur dan panah pada pangeran Han Tian. ia pun bersiap untuk membidik rusa tersebut. pangeran Han Tian agak ragu membiarkan Yu Mirai ingin membidik buruannya karena takut jika buruannya justru akan kabur.
"Hahaha berhasil. ini adalah buruan pertamaku." kata Yu Mirai dengan girangnya.
"Mana bisa. ini adalah buruanku." seru pangeran Han Tian.
"Aku yang mendapatkannya tentu saja itu miliku. jika kau kalah mengaku saja." ujar Yu Mirai dengan tatapan mengejek.
"Baiklah jika memang begitu. bagaimana jika kita bersaing untuk mendapatkan buruan terbanyak." kata pangeran Han Tian.
"Baik. siapa takut. ayo mulai." kata Yu Mirai dengan santainya.
__ADS_1
Pangeran Han Tian mengeluarkan satu busur lagi dan mulai mencari binatang yang akan dijadikan sasarannya. mereka berpencar untuk mendapatkan buruan masing-masing. ini bukan pertama kalinya pangeran Han Tian bersaing dalam hal berburu dan dia sangat yakin jika dia bisa menang kali ini karena lawannya hanyalah seorang gadis.
Satu buruan, dua buruan, tiga, empat... dalam sekejap mereka sudah mendapatkan banyak sekali buruan. dengan bangganya pangeran Han Tian membawa semua hasil buruannya ke tempat yang sudah mereka berdua sepakati tapi disana belum ada siapapun yang artinya Yu Mirai belum selesai berburu.
"Hah aku yakin gadis itu kesulitan. tadi itu hanya kebetulan saja dia berhasil tapi kali ini aku yakin hahaha. baiklah aku akan menunggu saja disini." ucap pangeran Han Tian.
"Sebelum berbicara lihatlah dulu tuan apa yang aku bawa." kata Yu Mirai dengan berjalan menghampiri pangeran Han Tian dan membawa hasil buruannya.
"Ba bagaimana kau...." ucap pangeran Han Tian tidak bisa berkata-kata ketika melihat hasil buruan Yu Mirai yang jauh lebih banyak dari padanya dirinya.
"Hah aku memang seorang gadis tapi kau tidak bisa meremehkan seseorang hanya dari sekilas. sekarang kau lihat sendiri bukan bahkan kau hanya mendapatkan seperempat dari yang aku peroleh." kata Yu Mirai yang membuat pangeran Han Tian terdiam.
"Baiklah aku mengaku kalah. apa yang kau inginkan sebagai hadiah karena kau menang?" tanya pangeran Han Tian.
"Tidak ada. aku tidak menganggap ini sebagai perlombaan ataupun yang lainnya. aku berburu karena aku memang menyukainya. jadi lebih baik kita masak daging ini saja aku sudah sangat lapar. kita bisa makan disini." jawab Yu Mirai yang membuat laki-laki itu tidak bisa berkata-kata lagi.
"Tapi kau sudah...."
"Ck sudahlah duduk saja pangeran kenapa harus mempermasalahkan hal tidak penting seperti ini. lebih baik kau mencari kayu bakar, aku akan membersihkan ini dulu." kata Yu Mirai dengan berjalan menuju ke sungai.
Akhirnya mereka pun menikmati hasil buruan itu bersama. baru beberapa jam bertemu tapi mereka sudah terlihat sangat akrab walaupun sebelumnya seperti seekor tikus dan kucing.
Mereka juga bercanda tawa layaknya seorang teman pada umumnya. pangeran Han Tian belum mengetahui jika gadis yang ada di depannya itu merupakan putri dari kaisar Liu. di lihat dari penampilannya saja Yu Mirai seperti bukan seorang putri apalagi gadis dari kalangan bangsawan. siapapun yang melihatnya pasti akan mengira jika dia hanyalah gadis dari kalangan biasa saja.
Tiba-tiba saja Yu Mirai mengulurkan tangannya yang membuat pangeran Han Tian mendongak menatapnya.
"Teman. bukankah sekarang kita adalah teman." kata Yu Mirai dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Melihat senyuman itu ada rasa yang tak biasa timbul di hati pangeran Han Tian sehingga tanpa ragu langsung menjabat tangan Yu Mirai dengan eratnya.
"Teman." ucap pangeran Han Tian dengan tersenyum manis