Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Cerita Wang Cung Li


__ADS_3

Wang Cung Li segera menelan pil itu dan duduk bersila. tak butuh waktu lama kini kekuatan yang dimiliki kembali walaupun hanya setengahnya saja tapi itu sudah lumayan dari pada dia tidak memiliki sama sekali.


"Terimakasih sudah memberikan pil itu." kata Wang Cung Li.


"Apakah sektemu dan aliansi Wungzo saling bekerja sama?" tanya Yuan Lin.


"tidak aku tidak pernah bekerja sama dengan aliansi Wungzo. tapi ada salah satu ketua yang mengusulkan itu padaku agar aku bergabung bersama mereka karena itu akan menguntungkan." jawab Wang Cung Li.


"Jadi sekarang kau sudah bergabung dengan mereka?" tanya Yuan Lin dengan dinginnya.


"Ti tidak aku belum bergabung dengan mereka." jawab Wang Cung Li dengan gemetaran.


"Hah sudahlah. sekarang kau ikut aku, aku ingin kau menceritakan semua apa saja yang sudah selir bodoh itu lakukan." ujar Yuan Lin dengan melesat.


Wang Cung Li mengikuti langkah Yuan Lin hingga sampailah mereka di sebuah gubuk dengan perisai pelindung yang sangat kuat. Wang Cung Li seketika paham siapa yang telah melindungi gubuk ini.


Liao Shan sudah selesai dengan kultivasi. tentu dia sangat senang karena kini ia memiliki kekuatan dan tidak akan di remehkan lagi oleh orang-orang. tapi ketika dia keluar dia terlihat heran ketika melihat Yuan Lin bersama seorang pria dengan jubah hitamnya serta lambang tengkorak merah.


"Oh kau sudah selesai ya." kata Yuan Lin.


"Sudah nona terimakasih karena berkat nona saya bisa seperti ini." jawab Liao Shan .


"Tidak masalah. sekarang ceritakan semuanya padaku jika kau mencoba untuk membohongi aku tidak akan mengampunimu." kata Yuan Lin pada Wang Cung Li.


Liao Shan terlihat bingung ketika Yuan Lin menyuruh Wang Cung Li untuk bercerita sehingga dia pun juga ikut duduk untuk mendengar cerita apa sehingga membuat Yuan Lin sangat tertarik seperti itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu pasti yang jelas aku sudah banyak di suruh untuk menghabisi orang yang sekiranya kehadirannya mengancam wanita itu termasuk... permaisuri Jia Li. tapi saat itu tidak berhasil hingga dia menemukan satu cara lagi yaitu dengan racun. aku tidak tahu dari mana dia mendapatkan racun tersebut tapi yang jelas dia akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan orang yang tidak dia sukai." kata Wang Cung Li.


"Lanjutkan saja tidak masalah aku ingin tahu lebih pastinya dan akan mencari tahu sendiri setelah ini." ujar Yuan Lin.


"Bukan hanya permaisuri Jia Li saja yang dia habisi, tapi salah satunya adalah selir kesayangan kaisar Ming. mereka adalah saudara tapi entahlah apa yang ada di dalam pikiran wanita itu sehingga menyuruhku untuk menghabisinya. aku tentu menerima tawaran itu karena imbalan yang dia berikan sangatlah menggiurkan. dan juga ibu dari kaisar Wei juga tiada karena racun yang dia berikan padanya." kata Wang Cung Li.


Saat ini Yuan Lin tengah menahan semua amarahnya di dalam dirinya. dia bersumpah akan membalas semua perbuatan keji yang sudah di lakukan oleh selir Xu Qin.


Wang Cung Li tidak tahu jika gadis yang ada di depannya ini adalah putri dari orang yang hampir dia bunuh dan cucu dari ibu kaisar Wei. Yuan Lin memang sengaja tidak mengatakannya karena ia ingin tahu semuanya.


"Apakah hanya itu saja?" tanya Yuan Lin dengan nada suara yang sangat dingin.


"Iya aku hanya menjalankan itu saja." jawab Wang Cung Li.


"Apakah kau ada membuat surat perjanjian atau apa yang bisa aku gunakan sebagai barang bukti nantinya?" tanya Yuan Lin.


"Karena jika ada seseorang yang menyakiti orang-orang terkasihku maka bayaran yang harus mereka terima adalah dengan nyawa mereka. apa kau tahu siapa yang sudah kau ceritakan barusan? itu adalah ibukku dan juga nenekku." jawab Yuan Lin yang membuat kedua orang itu terkejut bukan main.


"I itu artinya ka kau..."


"Aku adalah Li Yuan Lin putri dari permaisuri Jia Li dan wanita iblis itu sudah menghabisi ibuku. apa kau tahu siapa yang sudah mengubah ku menjadi seperti ini? itu adalah wanita itu dan aku bersumpah akan membalasnya dengan sangat kejam." kata Yuan Lin dengan mata yang sudah memerah darah.


Kedua orang itu gemetaran bukan main. tekanan yang Yuan Lin berikan berhasil membuat kedua orang itu terduduk lemas. tanpa berkata apapun lagi Yuan Lin segera pergi dari sana meninggalkan kedua orang itu.


"I itu artinya dia gadis kecil yang hampir aku bunuh beberapa tahun yang lalu." ucap Wang Cung Li dengan mengingat kejadian beberapa tahun silam.

__ADS_1


"Jadi kau mau mencoba menghabisi nona Yuan Lin begitu?" tanya Liao Shan dengan tidak terima.


"Siapa kau?' tanya Wang Cung Li.


"Aku adalah Liao Shan aku adalah teman nona." jawab Liao Shan yang memancarkan aura tak bersahabat.


"Jangan berani macam-macam padanya atau aku akan menghancurkanmu apa kau mengerti." bentak Liao Shan kemudian pergi.


"Apa ini..." gumam Wang Cung Li yang masih mencerna apa yang baru saja terjadi.


Yuan Lin saat ini sudah sampai di istana. raut wajah yang dia keluarkan berbeda dari biasanya. dari sorot matanya saja orang-orang sudah tahu jika Yuan Lin sedang dalam keadaan yang tidak naik.


Ia melihat selir Xu Qin yang tengah berjalan di samping kaisar Wei dengan senyum bahagia. Yuan Lin mengepalkan tangannya kuat-kuat melihat itu semua.


"Lin Lin apa kau baik-baik saja?" tanya pangeran Huang Hun yang sudah berada di samping Yuan Lin bersama pangeran Han Tian.


"Lin Lin apa yang terjadi?" tanya pangeran Han Tian.


Yuan Lin tidak menjawab apapun dia hanya menatap mereka berdua dengan tatapan datarnya kemudian langsung pergi begitu saja.


"Aku rasa terjadi sesuatu dengan Lin Lin kita." kata pangeran Han Tian.


"Aku rasa juga begitu. apakah kita harus mencari tahu?" tanya pangeran Huang Hun.


"Ya kita harus mencari tahu." jawab pangeran Han Tian.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Yuan Lin memilih untuk berendam di dalam air untuk menenangkan dirinya. sungguh dia sangat menanti kapan waktu itu akan tiba tapi dia akan secepatnya mencari semua bukti agar selir itu benar-benar akan menerima apa yang sudah dia lakukan.


__ADS_2