
Karena Qian Yu bersikeras agar Yuan Lin yang menjaga kitab hitam akhirnya mau tak mau Yuan Lin menerimanya kemudian ia menyuruh Qian Yu untuk mengumpulkan semua anggotanya ke halaman.
Tak butuh waktu lama kini semua orang sudah berkumpul di halaman. Yuan Lin berjalan dengan penuh wibawanya yang membuat semua anggotanya berteriak memanggil namanya dengan penuh gembira dan semangat apalagi para wanita.
"Selamat datang kembali nona." teriak semua orang.
"Ya terimakasih. ku lihat kalian sudah jauh lebih kuat sekarang. bagaimana latihan kalian hari ini?" tanya Yuan Lin.
"Sangat menyenangkan nona." Jawab semuanya serempak
"Baiklah karena hari sudah siang kalian istirahatlah. kalian para wanita buatkan makanan untuk mereka. kita akan makan siang bersama disini." kata Yuan Lin yang membuat semua wanita itu mengangguk dengan semangatnya.
"Aku akan ke kediaman ku sebentar." kata Yuan Lin kemudian meninggalkan halaman.
Yuan lin menuju kediamannya. suasananya masih sama seperti terakhir kali. ia melihat satu persatu ruangan kemudian beranjak dan menuju ke halaman belakang. ia memutuskan untuk berlatih sebentar untuk mengetahui sampai dimana kemampuan sekarang.
"Yang." kata Yuan Lin yang membuat naga Yang keluar
"Ada apa nona kenapa nona memanggil saya?" tanya naga Yang dengan bingungnya.
"Temani aku berlatih." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan pedang birunnya.
Ia menyerang naga Yang dengan teknik-teknik yang sudah dia pelajari sebelumnya. karena sudah lama tidak berlatih dan menggunakan pedangnya membuat Yuan Lin sangat bersemangat. ia terus menyerang naga Yang yang membuat naga Yang sedikit kewalahan.
"Serang aku kenapa kau terus saja menghindar dan menahan seranganya." kata Yuan Lin yang di angguki oleh naga Yang.
__ADS_1
Sebenernya naga Yang agak ragu untuk menyerang Yuan Lin balik tapi karena serangan yang di berikan Yuan Lin juga serius akhirnya mau tak mau ia membalas menyerangnya. Cukup lama mereka beradu kekuatan akhirnya naga Yang menyerah dan tidak ingin bertarung lagi dengan Yuan Lin
"Nona sudah cukup saya menyerah." kata naga Yang dengan mengangkat tangannya.
"Ck kau benar-benar payah . bahkan aku belum berkeringat dan kau sudah menyerah begitu saja." kata Yuan Lin dengan berdecak kesal
"Jika nona sampai berkeringat bisa-bisa aku yang tidak bisa berkeringat lagi karena kehabisan." batin naga Yang dengan menelan ludahnya.
"Sekarang aku berada di tingkatan reinkarnasi 6. rasanya aku seperti melayang. tubuhku terasa sangat ringan." ucap Yuan Lin dengan penuh kekaguman.
"Selamat nona. untuk kedepannya mungkin akan sedikit sulit untuk meningkatkan kekuatan nona tapi nona adalah satu-satunya orang terkuat di dunia bawah bahkan di dunia atas belum ada yang bisa mencapai tahap reinkarnasi 6." kata naga yang yang semakin kagum dengan Yuan Lin
Setelah itu Yuan Lin pergi ke halaman dan disana sudah berkumpul semua anggotanya dengan hidangan makanan yang sangat banyak. ia ikut duduk disana dan memulai acara makan siangnya.
Sembari mengunyah makanan pikiran Yuan Lin melayang entah kemana. kemudian ia segera menyelesaikan makannya dan beranjak dari sana membuat semuanya anggotanya di buat heran.
Saat ini Yuan Lin melesat pergi menuju tempat aliansi Wungzo tapi saat sampai disana ia hanya bisa menemukan reruntuhan bangunan saja dan tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Yuan Lin memutar kembali otaknya dan seketika langsung terkejut.
"Jurang. iya dia berkata seperti itu. aku harus menemukannya. setahuku ada jurang yang tak jauh dari sini apakah mungkin dia ada disana." gumam Yuan Lin Dan langsung melesat.
Walaupun ia tidak yakin jika Zhan kembali kesini tapi tidak masalah menemukan tubuhnya saja sudah membuatnya lega dan tenang. itulah yang ada di dalam pikiran Yuan Lin tapi jauh di lubuk hatinya ia sangat berharap jika kekasihnya juga kembali kesini.
Ia melewati hutan lebat yang letaknya ada di selatan kekaisaran Han. dan sampailah dia di tepi sebuah jurang yang di penuhi dengan rawa-rawa dan tumbuhan menjalar yang menutupi jurang tersebut dan terlihat seperti jalanan biasa. jika tidak hati-hati dan memperhatikan dengan seksama bisa saja Yuan Lin akan masuk kedalam sana.
Ia memperhatikan sekelilingnya yang terasa sangat sunyi bahkan hembusan nafasnya saja dapat dia dengar dengan jelas.
__ADS_1
Tapi semakin ia memperhatikan sekelilingnya semakin ia merasa aneh. ia pun menilik dengan seksama dan akhirnya ia yakin jika belum lama ini ada seseorang yang juga datang ke jurang itu apalagi ketika dia melihat seutas kain yang ada di antara sulur sulur di tanah.
"Aku yakin ada seseorang yang juga datang kesini tapi siapa. aku harus turun untuk memeriksanya." kata Yuan Lin kemudian mengaktifkan mata dewanya untuk melihat seberapa dalam jurang tersebut.
"Kabut beracun." gumam Yuan Lin dengan terkejut.
"Apakah kalian tahu apa nama jurang ini?" tanya Yuan Lin pada teman-temannya melalui pikirannya.
"Itu adalah jurang kematian nona. tidak pernah ada yang selamat ketika masuk kedalam sana." jawab Mix yang tidak asing dengan jurang kematian.
"Termasuk aku?" tanya Yuan Lin.
"Mungkin saja nona. tapi saya sarankan nona jangan nekat untuk masuk kedalam karena itu terlalu berbahaya." kata Mix.
Mendengar ucapan Mix membuat Yuan Lin bingung. ia pun berfikir cukup lama dan menemukan sebuah ide.
"Kenapa aku tidak mencobanya saja. mungkin jika aku menggunakan telepati dan berbicara dengannya itu akan sampai padanya. hufffttt walaupun itu hanya 0,8% tapi aku harus mencobanya." ucap Yuan Lin.
Ia memfokuskan pikirannya pada satu titik tujuan kemudian mulai berbicara di dalam pikirannya. beberapa saat kemudian ia membuka matanya dan hanya bisa menghela nafasnya saja kemudian pergi dari sana.
Dalam perjalanannya menuju kerajaan neraka tiba-tiba saja Zhi Qing berhenti yang membuat Xi Shen dan Li Chung juga ikut berhenti dan menatapnya dengan heran.
"Ada apa kenapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Xi Shen dengan herannya.
"Siapa yang bertelepati denganku kenapa dia tahu aku adalah Zhan. apakah mungkin itu Nana? tapi itu sangat mustahil bukankah dia saat ini sudah bahagia dengan laki-laki sialan itu tidak mungkin juga di dunia itu dia bisa bertelepati denganku. sudahlah itu tidak penting." Batin Zhi Qing yang sebenarnya tidak asing dengan suara itu.
__ADS_1
"Tidak ada aku hanya memikirkan sesuatu." jawab Zhi Qing.