
Yuan Lin pun mendongak dan seketika semua rambutnya tertiup angin dan terlihatlah wajah cantik bak seorang dewi. merekapun saling berpandangan.
Degg...
"Zhan!!"
"Nana!!"
Mereka terkejut bukan main melihat siapa yang ada di balik penutup wajah itu. Yuan Lin pun melesat menuju ke hadapan pria itu. mereka masih belum mempercayai apa yang mereka lihat sekarang.
"Zhan!! apakah ini benar-benar dirimu." kata Yuan Lin yang merasa jika ini hanyalah halusinasi dirinya saja.
"Apakah kau juga Nana ku? siapa kau sebenarnya kenapa wajahmu sangat mirip dengan kekasihku." tanya Zhan yang membuat jantung Yuan Lin seakan berhenti berdetak.
Gadis itu tanpa rasa takut dan ragu langsung memeluk tubuh laki laki itu dengan begitu eratnya. entahlah apa yang sedang gadis itu rasakan saat ini. ia tidak berfikir panjang untuk melakukan hal ini. ia sudah tidak memikirkan jika yang ada di hadapannya hanyalah sebuah ilusi semata.
Namun di luar dugaan Yuan Lin justru laki-laki itu membalas pelukannya dengan begitu eratnya yang membuat Yuan Lin tidak bisa menahan air matanya. tiba-tiba semua yang ada di sekelilingnya berhenti. pertarungan yang tadinya berjalan dengan begitu panasnya kini berhenti. angin yang tadinya berhembus pelan juga tiba-tiba berhenti. tidak ada suara apapun kecuali hembusan nafas keduanya dan isakan tangis Yuan Lin yang saat ini berada di dalam pelukan laki-laki yang ternyata adalah kekasihnya di dunia sebelumnya yaitu Zhan.
Entah bagaimana Zhan juga terlempar di dunia antah berantah ini Yuan Lin juga tidak tahu. mungkin seperti dirinya yang tiba-tiba saja sudah berada di dalam tubuh seorang putri kaisar.
"Zhan aku sangat merindukanmu hiks." ucap Yuan Lin dengan terisak dan memeluk Zhan dengan eratnya.
"Nana, ini benar-benar kau." kata Zhi Qing yang masih belum mempercayai semuanya.
"Iya aku adalah Nana. kenapa kau meninggalkanku dan membuatku ada disini kenapa kau berbuat seperti itu hah apakah kau sudah tidak menyayangi ku lagi hah. apa yang kau lakukan padaku hiks..." kata Yuan Lin
__ADS_1
"Maafkan aku. aku berfikir dengan begitu si brengsek Rodac akan melepaskan mu. maafkan aku." ucap Zhi Qing dengan mencium kepala Yuan Lin.
Mereka saling memeluk dan menumpahkan kerinduan yang selama ini mereka tahan karena sebuah keadaan. kasih sayang mereka mengalir begitu kuat dalam hati mereka. tidak ada hal yang paling membahagiakan selain bertemu kembali dengan kekasihnya.
Bagi Yuna, sosok Zhan adalah pelengkap hidupnya. ia sangat mempercayai apapun tentang Zhan dan laki-laki itu juga tidak pernah menghancurkan semua kepercayaan yang sudah di berikan Yuan Lin. walaupun sebelumnya mereka adalah musuh di dunia modern namun sekarang mereka menjadi belahan jiwa yang terikat dengan begitu erat.
Sedikit cerita tentang Zhan.....
Saat dia di habisi oleh musuhnya Rodac, ia mengira jika ia sudah benar-benar mati. ia berfikir itu akan lebih baik dari pada melihat gadis yang sangat dia cintai mendapatkan penyiksaan seperti itu.
Namun harapannya berubah ketika dia tiba-tiba membuka matanya dan sudah berada di dalam sebuah ruangan dengan berbagai senjata tajam di dalamnya. ia mengira jika dia tidak mati melainkan hanya pingsan saja dan saat ini dia ada di kamarnya namun semua pikirannya itu hilang ketika seseorang memanggilnya dengan sebutan ketua Zhi Qing.
Dia bangun dan melihat dirinya yang sudah memakai hanfu bewarna hitam. tentu saja laki-laki itu terkejut melihat penampilan dirinya saat ini. namun setelah bertanya-tanya akhirnya dia pun paham apa yang sebenarnya terjadi dengannya. jiwanya terlempar ke dunia antah berantah yang menempati tubuh seorang penerus dari sebuah aliansi yang bernama aliansi Wungzo.
Tidak henti-hentinya Zhi Qing mencium kening gadis yang sangat dia rindukan. ia benar-benar sangat merindukan gadisnya. ia juga tidak menyangka jika kekasihnya berada di dunia yang sama dengannya dan lebih lucunya lagi mereka menjadi seorang musuh bebuyutan.
Mengingat hal itu membuat Zhi Qing terkekeh kecil sehingga membuat Yuan Lin langsung melepaskan pelukannya dan menatap laki-laki itu dengan herannya.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Yuan Lin bingung.
"Ah hahaha tidak tidak. hanya saja ini terasa sangat lucu. bukankah saat ini kita adalah musuh. " jawab Zhi Qing.
"Jika aku tahu pria itu adalah kau aku tidak akan membiarkan ini terjadi." ujar Yuan Lin.
"Jadi kau disini sebagai putri Yuan Lin?" tanya Zhi Qing yang di angguki oleh Yuan Lin.
__ADS_1
"Syukurlah. aku tidak percaya kita di pertemukan disaat seperti ini. selama ini aku sudah berusaha mencarimu namun aku berfikir tidaklah mungkin kau bisa sampai ke tempat seperti ini. namun saat aku melihatmu menyusup di aliansi aku merasa jika itu adalah kau." lanjutnya lagi.
"Jangan tinggalkan aku lagi. jika itu sampai terjadi aku akan membunuhmu. kau ingat itu." kata Yuan Lin dengan memeluk kembali kekasihnya.
"Baiklah sayang aku tidak akan meninggalkan mu. setelah ini kita akan pergi jauh dari tempat ini dan mencari jalan keluar bagaimana agar kita bisa kembali dunia kita sebenarnya." ujar Zhi Qing dengan mencium kepala Yuan Lin.
"Akhhhh...."
Yuan Lin menatap wajah Zhi Qing dengan tatapan mata sayu dan juga terkejut. Zhi Qing yang melihat Yuan Lin seperti itupun bingung. namun sebuah suara riuh membuatnya tersadar.
Ternyata semuanya sudah kembali seperti semula. sihir waktu yang di gunakan Yuan Lin hanya bisa bekerja selama kurang lebih 5-7 menit.
Semua orang memperhatikan mereka berdua yang tengah memeluk satu sama lain. namun Zhi Qing kembali di sadarkan dengan teriakan beberapa orang yang meneriaki nama Yuan Lin dengan begitu lantangnya.
Seketika ia menyadari sesuatu. ia merasakan sebuah benda runcing yang ada di dadanya. ia pun langsung merubah ekspresi wajahnya ketika meraba punggung gadisnya ada sebuah tombak yang menancap di sana.
Ia melepaskan pelukannya dan menatap Yuan Lin. tatapannya seketika berubah menjadi begitu menyeramkan ketika melihat darah Yuan Lin yang sudah menetes dari dada dan juga mulutnya.
"Ma a f...." ucap Yuan Lin dengan lemahnya dan tubuhnya langsung terjatuh namun Zhi Qing menahannya.
"Hahahaha kita menang." teriak salah satu anggotanya yang berhasil menancapkan tombak tersebut di punggung Yuan Lin.
"Berani-beraninya kau melukai kekasihku." kata Zhi Qing dengan suara yang menggelegar membuat orang itu terkejut bukan main.
Hayoooo pasti penasaran kan sama kelanjutan kisahnya ๐๐segini dulu ya lanjutin besok maap yak๐๐
__ADS_1