
"Pangeran anda di suruh untuk menemui kaisar sekarang." kata prajurit pada pangeran Shi Ming Zu.
"Memangnya kenapa?" tanya pangeran Shi Ming Zu.
"Mohon maaf pangeran kalau itu saya tidak tahu. saya hanya di perintahkan untuk memanggil pangeran saja." jawab prajurit tersebut.
"Apakah kakakku juga di panggil ayah?" tanya pangeran Shi Ming Zu.
"Benar pangeran." jawab prajurit.
"Kau boleh pergi aku akan memanggil pangeran." kata pangeran Shi Ming Zu yang membuat prajurit tadi langsung pergi.
Di sebuah taman seorang bayi laki-laki mungil tengah bermain bersama kedua orangtuanya. mereka terlihat sangat bahagia. sang bayi merangkak menuju ke arah ayahnya dengan tertawa senang.
"Apa yang kau bawa sayang?" tanya seorang laki-laki ketika sang bayi mengulurkan tangannya pada laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut pun menerima uluran tangan sang buah hati kemudian di buat tertawa karena yang di bawa bayi tersebut adalah tanah yang terkena kotoran burung.
"Hahaha lihatlah ini. kau sangat suka dengan kotoran ya hahahaha." kata laki-laki itu dengan tertawa keras.
"Aihhh kenapa kau sangat suka sekali dengan kotoran. aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. akhir-akhir ini dia sering memegang kotoran." ucap seorang wanita dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.
Pangeran Shi Ming Zu yang melihat mereka sedang bermain pun menghampirinya.
"Kau disini pangeran. aku sudah mencarimu kemana-mana. ayah memanggil kita untuk menemuinya." kata pangeran Shi Ming Zu yang membuat keduanya menoleh.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya laki-laki tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah pangeran Kang Ming He.
"Aku tidak tahu. mungkin ada sesuatu hal yang harus di bicarakan." jawab pangeran Shi Ming Zu dengan menatap bayi kecil yang tengah bermain bersama seorang wanita.
"Baiklah. ayah akan pergi sebentar. Jiang er aku pergi." kata pangeran Kang Ming He pada istrinya putri Jiang He.
Setelah kejadian antara Yuan Lin, ibunya dan dirinya serta tentang kabar kehamilan yang sudah di ketahui semua orang, kaisar Ming menyuruh mereka berdua untuk menikah. tentu kedua orang tuanya sangat kecewa dengan perbuatan pangeran Kang Ming He apalagi rakyat yang mengetahui hal tersebut. mereka banyak sekali memberikan cibiran dan kata-kata kasar pada pangeran Kang Ming He karena apa yang telah di perbuatnya itu sangat memalukan apalagi saat itu dia masih menjadi pangeran mahkota di kekaisaran Ming.
Akhirnya posisi pangeran mahkota yang di berikan pada pangeran Kang Ming He pun di lepas oleh kaisar Ming atas desakan dari semua rakyatnya. pernikahan mereka hanya di adakan kecil-kecilan saja dan tidak mengundang banyak orang karena kaisar Ming sudah terlalu malu pada semua kaisar.
Awalnya pangeran Kang Ming He tidak menginginkan pernikahan itu dan ia juga tidak menyukai putri Jiang He walaupun dulunya dia sangat menyukainya dan mengejar-ngejarnya sampai melakukan hubungan dengan putri Jiang He tapi atas paksaan dari ibunya dan kaisar Ming mau tak mau ia pun akhirnya menikah. dan sekarang dia sudah menjadi seorang ayah di usia mudanya.
"Ku lihat kau semakin bahagia saja denganya." kata pangeran Shi Ming Zu yang membuat pangeran Kang Ming He menoleh.
"Istrimu juga sudah banyak berubah sekarang." kata pangeran Shi Ming Zu dengan sinisnya.
"Sampai sekarang kau juga masih belum menyukainya?" tanya pangeran Kang Ming He.
"Aku memang tidak pernah menyukainya karena aku tidak suka sikapnya. tapi entahlah jika dia bisa berubah aku mungkin akan menganggapnya sebagai kakak ipar ku." jawab pangeran Shi Ming Zu.
Sesampainya di ruangan kaisar Ming, mereka lantas masuk dan di dalam sudah ada kaisar Ming yang sedang duduk dengan memeriksa beberapa berkas-berkasnya. ketika mendengar pintu ruangannya terbuka ia lantas mendongak.
"Duduklah ayah ingin berbicara dengan kalian." kata kaisar Ming dengan mempersilahkan mereka duduk.
"Ada apa ayah apakah ada masalah?" tanya pangeran Shi Ming Zu.
__ADS_1
"Entahlah. tadi ketua Bai mengatakan jika saat dia dalam perjalanan kesini dia melihat puluhan orang berjalan dengan pandangan kosong seperti ada yang mengendalikannya. ayah mengiranya itu hanyalah para pedangan dari lain kekaisaran tapi ketua Bai mengatakan tidak mungkin, karena semua orang orang itu mempunyai banyak luka dan seluruh bagian tubuhnya penuh darah. jadi ayah ingin kalian memeriksa tempat itu sekarang dan pastikan apakah benar apa yang di katakan ketua Bai." kata Kaisar Ming dengan serius.
Pangeran Kang Ming He dan Shi Ming Zu yang mendengar ucapan ayahnya hanya saling pandang saja. mereka juga penasaran dengan apa yang di katakan ketua Bai.
"Orang-orang itu berjalan menuju ke arah kekaisaran Liu." lanjut kaisar Ming.
"Baiklah ayah kami akan memeriksanya." ucap pangeran Kang Ming He yang di angguki oleh adiknya.
Setelah itu kedua pangeran keluar dan langsung pergi menuju hutan. tentu hal tersebut menjadi pertanyaan di benak mereka. beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah hutan rindang yang terlihat menyeramkan. Hutan tersebut di namakan hutan cahaya oleh penduduk setempat karena walaupun pohon-pohon memenuhi semua hutan tersebut tapi Cahaya matahari selalu mampu menembusnya.
"Ku rasa ini adalah tempatnya pangeran." kata pangeran Shi Ming Zu dengan mengedarkan pandangannya.
"Kau benar. bukankah ini adalah hutan cahaya?" tanya pangeran Kang Ming He.
"Benar. ayo kita periksa." jawab pangeran Shi Ming Zu.
Merekapun segera memeriksa keseluruhan hutan itu. saat hampir sampai di tengah-tengah hutan Cahaya mereka menghentikan langkahnya ketika melihat kondisi hutan tersebut sangatlah kacau karena banyak sekali pohon-pohon yang tumbang serta darah dan senjata yang tergeletak di atas tanah.
"Darah ini masih sedikit hangat. itu artinya belum lama ini disini terjadi pertarungan." kata pangeran Shi Ming Zu dengan menyentuh sedikit darah yang menempel di sebuah daun kering.
"Jika seperti itu kemungkinan besar yang di katakan ketua Bai adalah benar. ayo kita periksa lagi. aku ingin memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi." ujar pangeran Kang Ming He.
Hay selamat pagi gimana kabar kalian? maaf ya dua hari ini ngga up karena author banyak kegiatan dan capek banget. tapi sekarang up lagi nih walaupun sedikit hehehe tapi ngga papa ya. kalian masih setia baca kelanjutan cerita ini kan hehehe ku harap begitu:-)
Segini aja dulu See you next eps 🥰 author sayang kalian 😘😘
__ADS_1