
Tak terasa hari ulang tahun selir Xu Qin pun sudah tiba. semua orang sudah berada di halaman istana termasuk para rakyat yang juga ingin menghadiri acara tersebut. tamu-tamu dari kekaisaran lain juga sudah duduk di kursi yang di sediakan khusus oleh kaisar Wei.
Karena tak mau menunggu lagi kaisar Wei pun meminta perdana menteri untuk segera memulai acaranya. Kali ini Yuan Lin datang lebih awal karena dia tidak ingin terlambat ataupun melewatkan acara tersebut. dia sungguh tidak sabar ingin menunggu saat yang sudah selama ini dia tunggu.
"Baiklah acara kali ini akan segera dimulai. mohon yang mulia kaisar memberikan sambutan terlebih dahulu kepada para tamu." kata perdana menteri.
"Zhen mengucapakan banyak terimakasih karena kalian semua sudah menghadiri acara yang Zhen gelar kali ini. semoga kalian menikmatinya. baiklah jika begitu kita akan mulai saja." kata kaisar Wei kemudian duduk kembali.
Di samping kaisar Wei sudah ada selir Xu Qin yang duduk dengan anggunnya. pakaian dan perhiasan yang di gunakan sangatlah mewah dan mahal. dia terus menerus tersenyum yang membuat Yuan Lin sangatlah malas dan ingin segera mengakhiri semuanya sekarang juga.
Putri Jiang He yang saat ini berada di sebelah pangeran Huang Hun nampak celingukan mencari seseorang. hingga dia menemukan sosok yang di cari, siapa lagi kalau bukan pangeran dari kekaisaran Ming.
"ternyata dia datang. aku yakin dia akan menemuiku nanti." batin putri Jiang He dengan tersenyum manis ke arah pangeran Kang Ming He.
Acara pembuka adalah pertunjukan tari yang akan di lakukan oleh beberapa ahli dari kekaisaran Wei. semuanya nampak menikmati pertunjukan tersebut hingga di lanjutkan pertunjukan teater.
"Apa-apaan itu membuatku mengantuk saja." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian menoleh.
"Apa yang kau katakan Lin Lin, ini sangatlah bagus." timpal pangeran Han Tian yang sangat menikmatinya.
"Ck bagus apanya. jika di dunia ku teater seperti ini sudah pasti mereka semua akan segera di pecat." gumam Yuan Lin dengan malasnya karena pertunjukan itu benar-benar terlihat sangatlah datar dan tidak ada ekspresi apapun di dalamnya.
Semua orang bertepuk tangan ketika pertunjukan telah selesai. berbeda dengan Yuan Lin, gadis itu hanya menyilangkan kakinya saja dengan terus menguap.
__ADS_1
"Seperti sebelumnya kita akan mengadakan perlombaan tari yang akan di lakukan para gadis muda dari kekaisaran Wei maupun kekaisaran lain. kalian boleh mengambil undiannya disana." kata perdana menteri.
Semua gadis maju ke depan dengan begitu antusiasnya mereka mengambil undian tersebut. Pakaian yang mereka pakai pun sangatlah tidak pantas di gunakan sebagai seorang putri dari kaisar ataupun sebagai bangsawan. Yuan Lin hanya menatap mereka semua dengan tatapan datarnya saja. gadis itu masih setia di tempat duduknya saja.
"Lin jiejie kenapa kau tidak mengambil undian apakah kau juga akan memperlakukan ayah dan ibuku seperti dulu lagi." kata putri Jiang He yang membuat semuanya menoleh.
Yuan Lin hanya diam saja tidak menjawab. ia juga tidak berniat ingin mengikuti lomba tari ini. karena kata-katanya di abaikan oleh Yuan Lin, putri Jiang He pun merasa kesal dan juga marah.
"Setidaknya berikan sedikit rasa sopan santunmu itu putri. kau ini adalah putri dari seorang kaisar seharusnya kau tidak berbuat seperti itu." kata putri Jiang He yang membuat semua orang menoleh.
"Apa yang kau katakan adik. apakah kau tidak tahu jika sudah lama aku bukan putrinya." ujar Yuan Lin yang membuat semua orang terkejut.
"Jaga bicara anda putri." seru perdana menteri.
"Sudah-sudah tidak usah di perpanjang. jika putri Yuan Lin tidak ingin mengikutinya itu juga tidak masalah. kita mulai saja sekarang." timpal kaisar Wei.
Semua peserta pun mulai maju dan menampik tarian mereka masing-masing. mereka tentu menampilkan tarian yang begitu indah dan bagus agar para pangeran merasa tertarik dengan mereka.
"Adik sebaiknya kau tidak perlu mengikutinya. aku khawatir akan terjadi sesuatu padanya." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei dan selir Xu Qin serta kedua pangeran menoleh ke arahnya.
"Lin Lin sebenarnya apa yang kau bicarakan aku sungguh tidak paham. kau sedang mengkhawatirkan siapa jika putri Jiang He mengikuti tarian itu?" tanya pangeran Han Tian.
"Benar Lin Lin aku sungguh tidak mengerti." timpal pangeran Huang hun.
__ADS_1
Putri Jiang He sungguh di buat berkeringat dingin dengan penuturan yang Yuan Lin ucapan barusan. dia sungguh mengumpati gadis itu karena lagi-lagi memojokkan dirinya.
"Apa yang kau katakan Lin jiejie aku tentu saja akan baik-baik saja." timpal putri Jiang He.
"Ohhh apakah sudah hilang? kau benar-benar menghilangkannya adik?" tanya Yuan Lin pura-pura terkejut.
"Tapi sayangnya itu hanyalah pemikiranmu saja. dia tidak akan bisa di singkirkan seperti yang kau mau dan aku bisa melihat jika dia tumbuh sehat di sana." lanjutnya yang membuat putri Jiang He terkejut.
"apa yang putri Yuan Lin katakan. kenapa dia tahu jika aku ingin menghilangkan bayi ini." batin putri Jiang He .
"Putri Yuan Lin apa yang sebenarnya sedang kau ucapkan. siapa yang akan di hilangkan dan siapa yang tumbuh sehat. apa maksud dari ucapanmu itu?" tanya kaisar Wei dengan bingungnya.
"Ohh apakah yang mulia kaisar Wei Liang tidak tahu jika putri Jiang He sedang berbadan dua. adik apakah kau tidak memberitahu ayah dan ibumu?" kata Yuan Lin yang membuat semuanya terkejut.
"Berbadan dua? apa maksudnya putri?" tanya selir Xu Qin.
"Ck kau itu ibunya tapi kau tidak tahu jika anakmu sendiri sedang mengandung. apa kau pantas di sebut seorang ibu." timpal Yuan Lin.
"Jaga bicaramu putri." seru perdana menteri yang hanya di tatap datar saja oleh Yuan Lin.
Semua orang yang mendengar ucapan Yuan Lin tentu saja langsung memperhatikan mereka semua. banyak yang tidak percaya dengan apa yang Yuan Lin katakan.
"Jangan berbicara sembarang putri. aku tau kau tidak menyukai ku selama ini dan kau sudah berulang kali ingin mencoba menghabisiku tapi aku masih memaafkanmu, tapi jika kau menuduh ku dengan sangat hina ini aku tidak bisa menerima begitu saja." ucap putri Jiang He yang berusaha menutupi kebohongannya.
__ADS_1
Semua orang lantas memperhatikan mereka semua. bisik-bisik yang terjadi disana pun tidak dapat di hindari.