
Sebuah benda yang berukuran kecil seperti kerikil membuat Yuan Lin terheran-heran. ia kemudian menilik dengan seksama benda apakah itu tapi setelah dia teliti dengan seksama ada sebuah tulisan kuno yang di tulis di benda itu, entahlah ia juga tidak tahu.
Ia tidak terlalu pusing memikirkan hal itu, tapi ia merasa jika benda itu adakah benda berharga. akhirnya dia memutuskan untuk menyimpannya saja. entah kenapa setelah dia menyimpan benda itu dia sudah tidak ada keinginan ataupun rasa penasaran untuk mencari kotak yang di maksud oleh raja Ximen.
Disisi lain, kini hanya tersisa beberapa orang saja termasuk pria dengan tatto di wajahnya, itupun kondisinya tidak baik-baik saja. semuanya pasukan yang di bawa sudah di musnahkan oleh teman-teman Yuan Lin. raja monster sendiri sudah melarikan diri karena terluka parah di bagian dada dan kepalanya.
"Mundurrrrr." teriak pria itu dengan berlari meninggalkan Medan pertempuran disusul oleh beberapa orang yang tersisa.
"Pengecut kau mau lari kemana hah!!!" teriak Xin yang sudah kesal dan marah dengan kelakuan pria itu namun langsung di hentikan naga Yang karena dia melihat jika nona nya sedang menghampiri mereka.
"Nona...." ucap Xiao
"Terimakasih ratu karena sudah membantu ku. jika saja mereka tidak ada disini mungkin aku sudah kalah." kata pangeran Meiuzo pada Yuan Lin
"Ya tidak masalah. pangeran, ada yang perlu aku bicarakan denganmu tapi tidak disini." ucap Yuan Lin dengan raut wajah serius nya.
"Kalian boleh kembali. terimakasih atas bantuannya sebagai hadiahnya karena kalian telah membantuku dan pangeran ambilah masing-masing satu akar roh dan tingkatkan kultivasi kalian." lanjutnya yang membuat keempat makhluk itu berbinar seketika dan langsung saja menghilang.
Berbeda dengan mereka, justru pangeran Meiuzo nampak terkejut dengan apa yang di katakan Yuan Lin, pasalnya akar roh sangat langka bahkan tidak ada di dunia atas walaupun di dunia bawah, tapi di ruang dimensi Yuan Lin ada satu pohon roh hidup dengan suburnya dimana hanya itu satu-satunya pohon roh yang masih hidup sampai sekarang.
"Ratu, kau...." ucap pangeran Meiuzo dengan terbata
"Tidak perlu terkejut pangeran itu hal biasa yang sering aku lakukan. aku tidak mau jika mereka lengah dan menjadi lemah, karena itu aku memberikan apa yang aku punya agar mereka bisa terus berkembang." kata Yuan Lin dengan tersenyum
__ADS_1
"Bukan itu yang aku maksud, tapi dimana ratu mendapatkan akar roh? setahuku pohon roh sudah musnah di seluruh lapisan dunia." tanya pangeran Meiuzo dengan penasarannya.
"Ahh itu yaaa, aku hanya menemukan secara tidak sengaja." jawab Yuan Lin yang membuat pangeran Meiuzo kurang puas dengan jawabnya.
"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan pada ratu." ucap pangeran Meiuzo, tapi seketika dia terkejut ketika ledakan berhasil mengenai salah satu reruntuhan bangunan itu.
"Lebih baik kita bicarakan ini di tempat lain saja pangeran karena bukan hanya orang yang bisa mendengar, tembok dan pohon pun bisa mendengar." kata Yuan Lin dengan wajah seriusnya dan langsung melesat.
Rupanya tadi ada dua orang yang diam-diam masih mengintai Yuan Lin dan pangeran Meiuzo. mereka adalah anak buah dari raja monster yang di perintahkan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang di lakukan Yuan Lin, tapi usahanya gagal karena Yuan Lin berhasil mengetahui lebih dulu.
Kini mereka menuju ke istana langit. pesta sudah selesai dan para pelayan sedang bekerja keras untuk membereskan semuanya. Yuan Lin mengajak pangeran Meiuzo ke ruangan Zhi Qing. sementara Zhi Qing yang melihat kedatangan Yuan Lin Dan pangeran Meiuzo nampak terkejut dan heran.
"Sayang kau kembali." ucap Zhi Qing dengan menyambut istrinya dengan pelukan dan kecupan mesra di dahinya.
"Ya ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua ini soal raja Elf." ucap Yuan Lin yang membuat keduanya langsung mendongak
"Apakah ada pesan yang ayah sampaikan pada ratu ?" tanya pangeran Meiuzo dengan tidak sabarnya.
"Ya benar sekali. tadi aku bertemu dengan raja Ximen, dia mengatakan jika dia menyembunyikan sebuah kotak di bawah singgasana sebelah kanan. aku sudah mencarinya tapi entahlah apa yang aku dapat ini apakah memang benda yang di maksud oleh raja atau bukan." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan benda kecil yang tadi dia temukan.
"Ada tulisan kuno yang aku tidak bisa membacanya. mungkin kau bisa membacanya." lanjutnya dengan menyerahkan benda itu pada pangeran Meiuzo.
Laki-laki itu mulai memperhatikan dengan seksama dan betapa terkejutnya setelah dia mengetahui apa yang tertulis di sana.
__ADS_1
"Ini aksara kuno bangsa Elf. tidak semua elf bisa memahaminya. apa yang ayah katakan lagi ratu?" tanya pangeran Meiuzo
"Dia menyuruhku untuk memberikan benda ini padaku dan setelah itu kau harus membawanya ke 3 air terjun mata air." jawab Yuan Lin membuat pangeran Meiuzo terdiam dengan bingungnya begitupun juga Zhi Qing.
"3 Air terjun mata air?" ucap pangeran Meiuzo dengan berfikir.
"Apa kau yakin 3 air terjun mata air?" tanya Zhi Qing
"Ya raja mengatakan itu padaku " jawab Yuan Lin.
Mereka berfikir dan memutar ingatan mereka apakah mereka pernah melihat atau mendengar tentang 3 air terjun mata air seperti yang di maksudkan raja Ximen.
"Dimana aku bisa menemukannya?? aku belum pernah mendengar kata-kata itu." ucap pangeran Meiuzo dengan bingungnya.
"Aku juga sama seperti mu pangeran. aihh kenapa raja Ximen tidak langsung memberitahukan dimana tempat itu." kata Zhi Qing dengan menggaruk kepalanya.
"Aku yakin keberadaan tempat itu tidak akan kita sangka. aku sudah paham bagaimana permainan yang di lakukan raja Ximen. intinya tempat itu adalah tempat yang biasa saja dan tidak akan ada orang yang menyadarinya di balik biasa saja itu." kata Yuan Lin yang membuat keduanya saling menatap dengan bingungnya.
"Apa yang kau maksud sayang??" tanya Zhi Qing yang semakin bingung.
"Aihhh kita cari saja bersama-sama." ujar Yuan Lin dengan berdecak kesal.
"Aku akan berusaha mencarinya. tapi bisakah aku meminta tolong padamu." ucap pangeran Meiuzo pada Yuan Lin.
__ADS_1
"Meminta tolong?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya