Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Mengintrogasi (LPT : KETURUNAN SUCI)


__ADS_3

"Siapa kalian?!" kata seorang wanita dengan sikap penuh waspada ketika melihat 4 pria yang tiba-tiba sudah mengepungnya.


"Tidak penting siapa kami tapi kau harus ikut dengan kami." jawab Naga Yang namun wanita itu justru langsung melesat meninggalkan mereka.


Tentu saja mereka tidak diam saja. dalam hitungan detik wanita itupun sudah di kepung lagi. pertarungan pun tidak dapat terhindari. walaupun seorang wanita, tapi tenaganya sama seperti satu pria. namun tetap saja dia tidak bisa mengalahkan empat pria sekaligus apalagi sekelas naga Yang.


"Lepaskan aku sialannn!!! siapa kalian? siapa yang menyuruh kalian hah!!!" teriak wanita tadi yang membuat Xiao langsung menotok titik tertentunya yang membuat wanita itu langsung pingsan.


tak butuh waktu lama, kini mereka sudah berada di ruang dimensi milik yuan Lin. disana juga sudah ada Yuan Lin sendiri. dia menatap wanita itu dengan seksama. tatapan tajam dan dinginnya mampu menghipnotis siapa saja bahkan terkesan membunuh secara perlahan.


Yuan Lin memberikan isyarat agar wanita itu di bangunkan dengan paksa. dan benar saja setelah di siram dengan air wanita itu pun membuka matanya dengan nafas tidak beraturan. pandangannya masih kabur dan tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya.


Namun setelah melihat siapa yang ada di depannya, membuah wanita itu tersenyum licik. dia dengan beraninya menatap langsung mata Yuan Lin yang bahkan siapa saja tidak berani menatapnya secara langsung kecuali keluarganya.


"Lancang!!!" teriak naga Yang dengan marahnya karena meras tindakan yang di lakukan wanita itu sudah di luar batas namun Yuan Lin segera memberikan isyarat untuk tenang dan biar dia yang mengurusinya.


"Hahaha jadi kau yang memerintah mereka untuk menangkap ku begitu? ahhh sungguh apakah kau takut bertemu aku langsung atau kau memang seorang pengecut yang akan terus bersembunyi?" kata wanita itu yang sengaja ingin memancing emosi Yuan Lin.


"Kata kata mu sungguh menyakiti ku." kata yuan Lin dengan berpura-pura menangis namun kejadian selanjutnya membuat wanita itu terkejut karena lehernya sudah berada di tangan Yuan Lin


"Kau pikir aku pengecut seperti tuanmu. jika aku mau aku sudah melakukannya sejak awal tapi aku ingin melihat bagaimana permainan rendahan yang di lakukan kelompok mu." kata Yuan Lin dengan menghempaskan wanita itu hingga tersungkur dan di lehernya membentuk sebuah tangan bewarna merah


"Aku tidak ingin mengotori tanganku. paksa dia menelan pil ini." kata Yuan Lin yang membuat Mix yang dan Xin yang langsung memegangi kedua tangan wanita itu.


"Apa yang kalian lakukan hah! lepaskan aku!!" teriak wanita itu dengan memberontak.

__ADS_1


Xiao mendekat dengan membawa pil yang Yuan Lin berikan. dengan tatapan garangnya membuat wanita itu ketakutan bukan main namun kemudian ia tersenyum kecil dan tertawa.


"Hahaha kau pikir akan sangat mudah tidak akan pernah aku membuka mulut. lebih baik aku mati dari pada aku mengkhianati tuanku." kata wanita itu


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah wanita itu. tanpa basa basi, Xiao langsung membuka mulut wanita itu dengan paksa dan mengambil sesuatu di dalamnya. dia tersenyum smrik menatap wanita itu sementara wanita itu begitu terkejut.


"A apa....??" ucap wanita itu dengan ketakutannya.


"Bukankah ini yang membuatmu begitu sombong di hadapan nonaku. cara rendahan seperti tidak akan mampu mengelabuhi ku." kata Xiao dengan menghancurkan pil itu.


Pil yang ada di mulut wanita itu mengandung racun. pemimpin wanita itu yang melakukan semuanya terhadap para anggotanya. jika sekiranya rahasianya berada di ujung tanduk, para bawahnya akan menelan pil itu dan membiarkan nyawanya melayang dari pada mengkhianati tuan mereka.


"Tidakk!!!" teriak wanita itu


Dalam sekejap tatapan wanita itu menjadi kosong dan raut wajahnya berubah tanpa ekspresi. Melihat hal itu membuat Yuan Lin tersenyum puas. dengan segera dia mendekat dan mencengkeram erat dagu wanita itu.


"Siapa kau?" tanya Yuan Lin


"Baeresta." jawab wanita itu yang membuat Yuan Lin heran karena wanita wanita yang dia interogasi menjawab hal yang sama.


"Siapa Baeresta apakah itu suatu kelompok? lalu siapa namamu?" tanya Yuan Lin


"Benar itu nama kelompok kami. aku tidak tahu siapa namaku." jawab wanita itu.


"Kau dan kelompokmu mengincar putra ku?" tanya Yuan Lin yang di angguki oleh Baeresta

__ADS_1


"Energi anak itu bisa membuat pemimpin kami hidup dalam keabadian. sedikit demi sedikit pemimpin sudah menyerap energi anakmu tapi karena kau yang memberikan perlindungan yang bahkan tidak bisa di tembus oleh pemimpin kami jadi pemimpin kami menyuruh kami untuk melukai anakmu lewat dirimu secara langsung." jawab Baeresta yang membuat Yuan Lin mengangguk paham.


Pantas saja Yuan Lin sering merasakan suatu pergerakan dari dalam perutnya seperti sebuah energi yang mengalir di dalam tubuhnya namun rasanya terasa berbeda.


"Berapa orang?" tanya Yuan Lin.


"Ada 32 orang yang di tugaskan disini, dan kau sudah membunuh 5 orang." jawab Baeresta.


"Apakah di antara mereka pemimpin mu juga ikut andil dalam hal ini?" tanya Yuan Lin


"Ya. bahkan dia ada di dekatmu, sangat dekat dan kau akrab dengannya." jawab Baeresta yang membuat Yuan Lin yakin dengan dugaannya sementara.


"Siapa? apakah pelayan Li Sien adalah pemimpin mu." tanya Yuan Lin


"Ya pemimpin Li Sien, dia pemimpin kami." jawab Baeresta yang membuat Yuan Lin tersenyum smrik.


Yuan Lin memberikan kode pada Naga Yang untuk membereskan Baeresta kemudian dia pergi. Yuan Lin menemui Zhi Qing dan pangeran Meuizo untuk menceritakan semuanya.


Mendengar cerita Yuan Lin tentu mereka tidak terkejut sama sekali karena mereka juga sudah menaruh curiga pada pelayan itu.


"Aku sungguh-sungguh aku baik baik saja." kata Yuan Lin ketika Zhi Qing terus menerus bertanya apakah dia baik-baik saja.


"Aku akan memancingnya dari persembunyiannya. kita hanya perlu memberikan umpan dan menunggu untuk dia makan." kata Yuan Lin tersenyum kecil.


"Tidak. biarkan aku yang membereskan semuanya aku tidak mau kau kenapa-kenapa." kata Zhi Qing

__ADS_1


__ADS_2