
Tidak ada yang berani berbicara setelah Yuan Lin mengatakan seperti itu. semuanya hanya diam dan tidak bergeming sedikitpun. tanpa di sadari Yuan Lin, Zhi Qing yang juga berada tak jauh dari tempatnya saat itu hanya terkekeh kecil saja melihat bagaimana kekasihnya membuat semua orang terdiam.
"Kau memang sangat menggemaskan Nana. tidak pernah berubah sedikitpun. sekali lagi angkat bicara lawanmu tidak akan langsung terdiam." ucap Zhi Qing.
Yuan Lin yang merasakan aura yang tak asing baginya pun langsung menoleh ke tempat dimana Zhi Qing berada sehingga laki-laki itu langsung bersembunyi agar tidak ketahuan jika dirinya ada di kerajaan langit.
"Ck kau pikir aku tidak tahu kau sedari tadi ada disini." gumam Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya.
"ada apa putriku?" tanya permaisuri Zinsy yang nampak khawatir dengan Yuan Lin
"Tidak ada ibu aku baik-baik saja." ujar Yuan Lin
Baru saja suasana sudah mulai kondusif, tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat dan menancap tepat di antara kedua kaki kaisar langit.
Pria itu terkejut bukan main. keringat dingin membasahi dahinya dan kemudian langsung jatuh terduduk dengan lemasnya.
"Masa depanku...." ucap kaisar langit dengan memegangi bagian utamanya karena sedikit saja anak panah itu ke atas tamatlah riwayatnya.
"Suami ku!!!" teriak permaisuri Zinsy dengan memegangi kaisar langit yang masih syok.
"Ada penyerangan. semuanya waspada dan amankan semua orang. cari orang sudah berani menyerang kaisar langit." teriak panglima
Satu persatu anak panah mulai melesat dan mengarah tepat ke kereta yang saat ini sedang ditumpangi Yuan Lin dan kaisar langit. melihat itu Yuan Lin dengan segera mengeluarkan pedangnya dan menepis semua anak panah itu.
Para prajurit pun juga ikut dalam aksi tersebut sehingga terjadilah pertarungan yang lawan yang mereka hadapi tidaklah tahu siapa itu.
__ADS_1
Dengan mata tajamnya dan pendengarannya Yuan lin mencari siapa sosok yang sudah melakukan penyerangan ini. dan tak butuh waktu lama dia sudah menemukan beberapa orang misterius yang bersembunyi di antara atap dan pohon. dia ingin mengejar orang tersebut tapi Zhi Qing sudah berada disana lebih dulu.
"Aku akan mengatasinya tidak perlu khawatir." kata Zhi Qing dengan bertelepati pada Yuan Lin.
Yuan Lin pun kini mulai menciptakan perisai untuk melindungi semua orang yang masih ada diluar. tidak usah di tanyakan kaisar langit sudah pingsan terlebih dahulu sehingga membuat permaisuri panik bukan main.
Disisi lain dua orang pria dan wanita saling pandang dengan tersenyum misterius, dia adalah putri Mei dan Wu Xun. ya mereka adalah orang di balik penyerangan itu dan itu juga termasuk rencana yang di buat putri Mei.
"Cepatlah kau jadi pahlawan untuk menyelamatkan gadis itu. aku akan menunggu gadis itu lengah terlebih dahulu setelah itu aku akan melesatkan anak panah ini padanya dan pada saat itu kau harus rela mengorbankan tubuhmu untuknya. apakah kau paham." kata Wu Xun yang membuat putri Mei terkejut.
"Apakah kau berjanji jika aku tidak akan mati setelah terkena panah ini?" tanya putri Mei dengan sedikit khawatir.
"Apakah kau itu bodoh. bagaimana mungkin aku akan membunuh keponakan ku sendiri hah. sudahlah bukankah ini juga rencana yang kau buat. kau juga harus menanggung resikonya demi kelancaran semua rencana yang sudah kita buat." kata Wu Xun yang di angguki putri Mei.
"Tapi putri bagaimana denganmu?" tanya dewa Wenzui yang khawatir.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri. aku akan menemukan siapa dalang di balik penyerangan ini." kata Yuan Lin yang di angguki dewa Wenzui.
Beberapa orang pun langsung mengangkat kaisar langit. permaisuri Zinsy hanya bisa menangis saja melihat keadaan suaminya.
Beberapa saat kemudian anak panah yang tadinya melesat menyerang mereka semua kini sudah berhenti. Yuan Lin memastikan terlebih dahulu apakah akan ada penyerangan susulan atau tidak. jikapun ada dia sudah menciptakan perisai untuk dirinya sendiri dan jika anak panah itu berhasil mengenainya itu tidak akan ada efek baginya ataupun melukainya.
Saat dia akan turun dari kereta, sebuah anak panah melesat ke arahnya. bertepatan dengan itu suara teriakan seorang gadis memanggil nama Yuan Lin dengan kerasnya sehingga membuat semua orang menoleh termasuk permaisuri Zinsy.
"Jiejie awasss...." teriak putri Mei.
__ADS_1
"Putri....." teriak permaisuri Zinsy dengan berlari menghampiri Yuan Lin.
Tiba-tiba sebuah tangan sudah memeluk Yuan Lin dan anak panah itu melesat mengenai punggung gadis itu itu. ya dia adalah putri Mei yang berpura-pura menjadi pahlawan untuk Yuan Lin. gadis itu langsung terjatuh dan pingsan seketika.
Yuan Lin tidak bergerak sedikitpun dia sedikit terkejut dengan kejadian sekarang. ia pun menoleh kebelakang yang disana sudah tergeletak putri Mei dengan anak panah yang menancap di punggungnya.
"Putri Mei..." teriak permaisuri Zinsy dengan menangis dan memegangi tubuh putri Mei.
Yuan Lin pun juga Langsung menghampiri putri Mei dan langsung melepaskan anak panah yang menancap di punggungnya. dia masih mencerna semua yang terjadi.
"Bawa putri Mei kembali aku akan membereskan semua ini." perintah Yuan Lin pada beberapa prajurit.
"Putri kau mau kemana. ayo kita kembali di luar sangat berbahaya." kata permaisuri Zinsy yang memegangi tangan Yuan Lin ketika gadis itu ingin pergi.
"Tidak ibu aku akan baik-baik saja. kalian kembalilah dulu aku akan menyelesaikan masalah ini dan akan segera kembali." kata Yuan Lin dengan meyakinkan permaisuri Zinsy.
Di dalam hati putri Mei sungguh ingin menangis jika saja dia tidak ingin rencananya berjalan lancar. sebenarnya dia hanya berpura-pura pingsan saja di dalam hati dia sedang menggerutu dan mengumpati rencana yang dia buat sendiri.
"Sialan ini sungguh sakit. jika aku tahu rasanya seperti ini aku akan mengurungkan rencana sialan ini. kenapa paman tidak pernah bilang jika terkena panah akan sesakit ini." batin putri Mei.
Yuan Lin yang masih ada di sana pun langsung menatap wajah putri Mei. sedetik kemudian dia mulai paham siapa dalang di balik penyerangan tersebut.
"Rupanya gadis itu yang sudah menciptakan kekacauan ini. baiklah aku akan meladeni permainannya." batin Yuan Lin dengan tersenyum menyeringai.
"Hahaha akting Mei'er sangat bagus. aku yakin tidak akan ada yang menyadari jika dia dalang di balik semua ini." kata Wu Xun dengan tertawa senang melihat bagaimana orang-orang di permainkan oleh putri Mei.
__ADS_1