Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Balas Dendam 8


__ADS_3

Yuan tersenyum kecil melihat putri Jiang He yang sudah bersiap menyerangnya. jika saja saat ini putri Jiang He sedang tidak berbadan dua sudah pasti dia juga akan menghabisinya tapi Yuan Lin tidak punya alasan untuk menghabisi bayi yang tidak berdosa bahkan belum lahir ke dunia.


"Pangeran Kang Ming He bawa kekasihmu pergi dari hadapan ku jika tidak maka dia dan anak kalian akan ku habisi juga." teriak Yuan Lin dengan di sertai energi Qi sehingga teriakannya terdengar di seluruh penjuru.


Semua orang langsung terkejut mendengar teriakan Yuan Lin tak terkecuali pangeran Kang Ming He. Kaisar Ming dan permaisurinya menatap Pangeran Kang Ming He untuk meminta penjelasan. tentu saja ia menjadi bingung harus berkata apa.


"Tidak Putri Yuan Lin mungkin salah berbicara aku tidak mungkin berbuat seperti itu." sergah pangeran Kang Ming He dengan berbohong.


"Jauhkan dia sekarang juga dari ku atau aku sendiri yang akan membawamu kesini untuk membawa pergi dia." teriak Yuan Lin sekali lagi.


Karena pangeran Kang Ming He tak juga datang membawa pergi putri Jiang He, ia lantas mengeluarkan sulurnya yang langsung mengikat pangeran Kang Ming He dan menariknya ke hadapan Yuan Lin.


"Jangan berbicara omong kosong seperti itu putri Yuan Lin mana mungkin aku melakukan hal seperti itu. lepaskan aku." kata pangeran Kang Ming He


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan kalian. apa aku perlu memberimu pil kejujuran agar kau sendiri yang mengatakan jika anak yang ada di dalam kandungan Jiang He itu juga anakmu He." kata Yuan Lin dengan menyilangkan tangannya ke dada.


"Jika itu membuat mu percaya maka lakukanlah karena itu hanya akan sia-sia saja." ujar pangeran Kang Ming He. sebenarnya dia juga takut jika Yuan Lin akan benar-benar memberikan pil itu padanya.


Yuan Lin tanpa berbasa-basi lagi segera mengeluarkan satu buah pil bewarna kuning. pangeran Kang Ming He menelan ludahnya melihat hal itu.


"Ba baiklah a aku mengaku." ucap pangeran Kang Ming He dengan suara pelannya.


sontak saja pernyataan pangeran Kang Ming He membuat semua orang terkejut. YUan Lin sendiri hanya tersenyum simpul mendengar pengakuan laki-laki itu.

__ADS_1


"Apa yang sudah kau lakukan pangeran, kau membuatku sangat malu." kata kaisar Ming dengan marahnya.


"Aku minta maaf karena saat itu aku sangat marah denganya karena dia selalu menolakku jadi aku berbuat seperti itu. aku akan bertanggung jawab tapi jangan hukum aku seperti kau menghukum mereka." ujar pangeran Kang Ming He.


Putri Jiang He yang mendengar ucapan pangeran Kang Ming He mendadak diam dan hanya menatap laki-laki itu dengan sulit di artikan. entah dia harus senang atau sedih dengan hal ini.


"Kita pergi dari sini." kata pangeran Kang Ming He dengan menarik tangan putri Jiang He.


"Lepaskan aku. aku tidak mau pergi dari sini sebelum aku memberikan pelajaran padanya." seru Putri Jiang He.


"Setidaknya pikiran bayi yang sedang kau kandung. dia anakku aku tidak mau jika terjadi sesuatu padanya." timpal pangeran Kang Ming He


Dengan paksa akhirnya pangeran Kang Ming He berhasil membawa putri Jiang He menjauh dari sana. Yuan Lin kembali menatap selir Xu Qin dengan tatapan tajamnya.


"Apa yang akan kau lakukan gadis tidak berguna?" tanya selir Xu Qin dengan penuh selidik.


"Kau sudah menghabisi ibuku dengan cairan itu kan, sekarang kau juga harus meminumnya sendiri." jawab Yuan Lin dengan tersenyum smirk.


"Dasar gila aku tidak akan pernah melakukan apa yang kau minta." seru selir Xu Qin.


Yuan Lin sudah menduga itu akan terjadi sehingga dia menyuruh Wang Cung Li untuk memaksa wanita itu agar meminum cairan itu yang tak lain dan tak bukan adalah racun kalajengking iblis.


"Tidak aku tidak mau. apa yang kau lakukan dasar brengsek. lepaskan aku." teriak selir Xu Qin yang terus memberontak.

__ADS_1


"Diamlah bodoh.' bentak Wang Cung Li kemudian memasukkan paksa racun itu kedalam mulut selir Xu Qin. wanita itu terbatuk-batuk setelah semua racun itu tertelan olehnya kemudian dia menatap Yuan Lin Dan Wang Cung Li dengan tatapan bencinya.


"Manusia biadap." maki selir Xu Qin dengan bencinya.


Tak berselang lama semua orang menutup hidungnya karena mencium bau busuk yang sangat menyengat. bau itu berasal dari tubuh selir Xu Qin yang perlahan-lahan mulai menghitam. Wanita itu terus menggaruk semua tubuhnya karena rasa gatal yang ia rasakan.


"Cih menjijikkan." kata Yuan Lin dengan menatap jijik pada selir Xu Qin.


"Apa yang kau lakukan pada ibuku Lin lin." ucap pangeran Huang Hun dengan tatapan sendunya.


"Diamlah Gege jangan ikut campur masalah ini. kau tidak tahu apa saja yang sudah di lakukan wanita ini padaku." ujar Yuan Lin dengan tatapan datarnya.


Semua orang di buat tidak berkutik melihat apa yang sudah gadis itu lakukan. bahkan kaisar Wei sendiri tidak tahu saat ini harus berbuat apa.


"Akhhhh tolong aku ini sangat menyakitkan." ucap selir Xu Qin dengan suara pelan namun memilukan.


"Itulah yang di rasakan ibuku jadi kau terima saja dan nikmati hasil dari perbuatanmu." kata Yuan Lin


Ia hanya menatap darat selir Xu Qin yang tengah kesakitan karena semua tubuhnya yang perlahan lahan mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang begitu menyengat. untung saja Yuan Lin sudah memberikan pelindung di hidungnya sehingga ia bisa dengan tenang menikmati semua itu.


Berbeda dengan orang-orang, mereka nampak muntah-muntah mencium bau busuk yang keluar dari tubuh selir Xu Qin.


"Hentikan ini putri ayah mohon. apa kau tidak kasihan melihat Qin er seperti itu." kata kaisar Wei.

__ADS_1


"Jika kau sangat kasihan maka temani dia. aku akan dengan senang hati melakukannya." timpal Yuan Lin yang membuat kaisar Wei terdiam.


__ADS_2