
Disisi lain Dewa Wenzui tengah berada di luar dan ingin mencari tahu siapakah yang datang ke dunia atas itu. dia sudah mencari di beberapa tempat tapi belum menemukan siapa orang tersebut.
Hingga saat dalam perjalanan dia bertemu dengan jenderal Su. tentu saja cukup mengherankan melihat dewa Wenzui keluar karena pria itu jarang sekali keluar bahkan seperti tidak pernah.
"Apa yang sedang anda lakukan di luar dewa?' tanya jenderal Su yang mengenal Dewa Wenzui.
"Ahh tidak aku sedang mencari seseorang." jawab dewa Wenzui.
"Oh benarkah saya juga. bagaimana keadaan permaisuri Zinsy sekarang?' tanya jenderal Su berbasa-basi.
"Masih seperti sebelumnya dan aku juga sedang mencari penawarnya. aku harus pergi sampaikan salam ku pada Ruxi Zu." kata dewa Wenzui.
"Dimana gadis itu. kenapa aku tidak menemukannya." gumam jenderal Su yang akhirnya memutuskan untuk kembali saja.
Saat ini Yuan Lin sudah sampai di depan istana yang megah. ia berhenti sebentar dan menatapnya dengan seksama hingga sebuah suara membuatnya menoleh.
"Hei gadis kecil apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya seorang prajurit dengan menatap tidak suka ke arah Yuan Lin.
"Aku mempunyai janji dengan Chen Zu di sini " kata Yuan Lin.
"lancang!! berani-beraninya kau memanggil pangeran Chen hanya dengan namanya saja." seru prajurit itu dengan marahnya.
"Oh iya maaf tapi aku ingin bertemu dengan pangeran Chen apakah dia ada di dalam?" tanya Yuan Lin yang lebih baik mengalah dan tidak membuat masalah.
"Siapa kau ada urusan apa kau dengan pengaren Chen?" tanya prajurit itu dengan penuh selidik.
"Aku adalah temannya dan kita sudah berjanji akan bertemu disini." jawab Yuan Lin yang masih sabar.
"Pangeran Chen Zu sedang tidak bisa di ganggu dia sedang bertugas di luar istana lebih baik kau kembali saja." kata prajurit itu dengan mengusir Yuan Lin
__ADS_1
"Baiklah." kata Yuan Lin dengan menurut walaupun di tahu sebenarnya Chen Zu ada di dalam tapi dia memilih untuk tidak membuat kekacauan.
Entah kebetulan atau apa setelah Yuan Lin pergi, Chen Zu datang dan bertanya pada prajurit yang tadi mengusir Yuan Lin.
"Apakah ada seorang gadis yang datang kemari?" tanya Chen Zu yang membuat prajurit itu terkejut.
"Apakah benar yang di katakan gadis itu. jika benar maka aku akan berakhir disini. bagaimana aku mengatakannya jika aku sudah mengusirnya." batin prajurit itu dengan diam yang membuat Chen Zu heran dan berteriak keras.
"Ahhh ya pangeran ta tadi ada seorang gadis yang kemari tapi dia sudah pergi lagi tanpa mengatakan apapun." jawab prajurit itu dengan gugupnya. lebih baik dia berbohong sedikit dari pada harus mendapatkan hukuman dari Chen Zu.
"Ohh ya bagaimana ciri-cirinya. apakah dia memakai penutup wajah?" tanya Chen Zu dengan gembiranya.
"I iya pangeran." jawab prajurit itu.
"Aihhh kenapa dia tidak langsung masuk. apakah benar dia tidak mengatakan apapun padamu dan langsung pergi begitu saja?" tanya Chen Zu.
"I iya pangeran. " jawabnya lagi dengan gugup.
"Lin...." teriak Chen Zu yang sudah berdiri di depan Yuan Lin.
"Ada apa?" tanya Yuan Lin.
"Kenapa kau langsung pergi begitu saja aku sudah menunggumu dari tadi." kata Chen Zu.
"Prajurit mu menyuruh ku pergi dan bilang jika kau sedang tidak ada di istana karena menjalankan tugas di luar jadi aku memutuskan untuk kembali dan datang lagi besok karena aku tidak ingin membuat kekacauan." jawab Yuan Lin sedang santainya.
"Tapi dia bilang jika kau langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. apakah dia berbohong padaku." kata Chen Zu.
"Ya begitulah. sebenarnya aku bisa saja memaksa masuk tapi disini bukan wilayah ku jadi Aku harus menjaga sikapku." ucap Yuan Lin
__ADS_1
"Benar benar prajurit bodoh itu bagaimana bisa dia mengusirmu. ayo kembali. aku akan memberikan pelajaran padanya." kata Chen Zu dengan geramnya.
Yuan Lin hanya bisa mengangguk saja dan merekapun kembali ke istana. saat melihat Chen Zu kembali dengan seorang gadis yang di usirnya tadi membuat prajurit itu ketakutan apalagi ketika melihat tatapan Chen Zu yang sangat tidak bersahabat ketika menatapnya.
"Pa pangeran." ucap prajurit tadi dengan gugupnya.
Bugghhh....
Satu pukulan mendarat di perut prajurit itu hingga membuat pria itu terjatuh dan memegangi perutnya.
"Berani-beraninya kau berbohong padaku dan mengusir sahabatku. apakah kau sudah bosan hidup hah. dia adalah temanku dan tidak ada yang boleh memperlakukannya seenak hati seperti dirimu. jika lain kali aku mendengar mu melakukan hal seperti ini lagi akan ku pastikan kau akan berakhir hari itu juga. apa kau paham." kata Chen Zu dengan marahnya.
"Maafkan saya pangeran. saya tidak tahu jika gadis yang tadi datang adalah teman pangeran." ucap prajurit itu dengan ketakutan.
"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu jika aku adalah teman Chen Zu. dua kali aku sudah mengatakan padamu bukan. tapi kau malah mengusirku. sudahlah Chen kita masuk saja aku malas berurusan dengan orang seperti dia." kata Yuan Lin.
"Kau dengar itu. bukankah dia sangat baik padamu hah. jangan ulangi kesalahan mu lagi. ayo Lin." kata Chen Zu.
Mereka pun masuk dan langsung menjadi pusat perhatian karena melihat pangeran mereka berjalan bersama seorang gadis. Chen Zu seringkali di dekati oleh pada gadis cantik tapi laki-laki selalu menolaknya dengan kasar dan seperti tidak suka di sentuh atau berdekatan dengan mereka
Tapi sekarang sungguh menjadi penanda yang langka bagi semua penghuni istana ketika melihat pangeran mereka bahkan terlihat sangat hangat saat berbicara dengan gadis yang ada di sampingnya.
"Siapa gadis yang bersama pangeran Chen? apakah dia kekasihnya?"
"Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. siapa dia?"
"Sepertinya dia berasal dari kalangan bawah. kau lihat saja bagaimana penampilannya. bahkan lebih cantik dan lebih bagus dariku."
"Sssttt diamlah jika pangeran Chen mendengar pembicaraan kita kita akan mendapatkan hukuman."
__ADS_1
"Ekheemm...siapa yang menyuruh kalian untuk bergosip seperti itu hah. bekerja." kata perdana menteri dengan suara lantangnya yang membuat ketiga pelayan itu langsung lari terbirit-birit.
"Tapi aku juga penasaran siapa gadis yang bersamanya." gumam perdana menteri.