Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Tetap Disini (LPT S2)


__ADS_3

Niken berlari mengejar Zein yang saat ini sudah sampai di parkiran mobil. ia menahan tangan Zein yang membuat laki-laki menatap Niken dengan seksama.


"Aku bisa menjelaskannya. tapi kau jangan pergi dari sini." kata Niken.


"Menjelaskan?" tanya Zein dengan bingungnya.


"Iya kau mengetahui semuanya jadi aku ingin menjelaskannya padamu. tapi kau jangan pergi." jawab Niken yang membuat Zein berfikir sejenak.


"Baiklah." jawab Zein .


Akhirnya mereka berbicara didalam mobil. Niken menatap Zein yang saat ini pandangannya lurus ke depan. ia menghela nafasnya beberapa kali sebelum akhirnya mulai menjelaskannya.


"Aku memang sudah tau tapi belum lama ini karena Zhan yang memberitahuku saat di mobil. aku tidak tahu jika kau juga mengetahuinya. aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan apapun darimu tapi jika aku mengatakannya kau pasti akan menganggap ku gila." kata Niken dengan menjelaskan


"Ada lagi yang ingin kau jelaskan padaku?" tanya Zein yang masih menanti satu penjelasan lagi dari Niken.


"Ku Rasa hanya itu saja. aku sudah mengatakannya padamu jadi kau jangan pergi kemana-mana." jawab Niken dengan menatap Zein


Zein hanya tersenyum kecut saja mendengar ucapan Niken. lagi-lagi ia mengharapkan hal yang tidak akan pernah ia dapatkan. ia berharap Niken akan mengatakan jika dia juga mempunyai perasaan yang sama dengannya tapi itu hanyalah harapannya saja yang sia-sia.


"Hufffttt baiklah aku percaya. kenapa kau menghentikan ku untuk pergi?" tanya Zein.


"Aku? karena aku yang seharusnya pergi bukan kau." jawab Niken dengan santainya


"Bukan karena kau tidak mau berjauhan denganku?" tanya Zein dengan menggoda Niken.


"Ck jangan gila. aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan jadi jangan berfikir macam-macam." jawab Niken dengan memalingkan wajahnya ke lain arah.

__ADS_1


"Hufttt yasudah lah. aku kira kau menghentikan ku karena kau tidak mau berjauhan denganku. karena sekarang aku sudah mendengar penjelasan mu jadi aku akan tetap pergi." kata Zein yang membuat Niken melototkan matanya dengan tidak percaya.


"Tetap disini." seru Niken dengan menatap tak suka ke arah Zein.


"Apa?" tanya Zein dengan bingungnya.


"Kau bilang kau tidak akan pergi setelah aku menjelaskannya lalu kenapa kau ingin tetap pergi hah." kata Niken.


"Aku tidak mengatakan itu aku hanya mengatakan baiklah saja. wah ternyata kau sangat takut kehilanganku ya." kata Zein dengan terkekeh kecil.


"Apa kau mau ku buat bisu hah." bentak Niken dengan kesalnya.


"Apa aku salah bicara? sudahlah aku pergi saja." kata Zein dengan membuka pintu mobilnya.


"Ku bilang jangan keluar dari mobil ini." kata Niken dengan suara kerasnya


Gadis itu langsung keluar dari mobil kemudian masuk kembali lewat pintu kiri yang akan di gunakan oleh Zein untuk keluar. ia masuk dan mendorongnya Zein agar duduk di sebelahnya sedangkan ia akan mengambil kemudi.


"Diamlah bodoh." bentak Niken yang sudah sangat kesal dengan laki-laki itu.


"Kau mau membawaku kemana. jangan coba-coba untuk menodai ku nik. aku masih fresh belum tersentuh sama sekali. turunkan aku sekarang juga." kata Zein yang membuat Niken semakin kesal.


"Diam!!! apakah kau pernah di bentak orang bisu hah!!" seru Niken dengan kesalnya.


"Pernah. ini sekarang aku sedang di bentak." jawab Zein dengan mengangkat jari tengah dan telunjuknya sehingga membentuk huruf V.


"Kau mengataiku bisu!!" kata Niken dengan melototkan matanya tidak percaya.

__ADS_1


"Tidak. apa pendengaranmu bermasalah." ujar Zein.


Niken benar-benar dibuat kesal dengan tingkah Zein. ia menginjak pedal gasnya dan seketika mobil yang di Kendarai mereka melaju dengan begitu cepatnya. Niken terus menyetir dengan begitu seriusnya sedangkan Zein terus saja meminta Niken mengurangi kecepatannya karena dia sangat takut sekarang.


Jalanan yang ramai tidak membuat Niken menurunkan kecepatannya. ia tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. ia menyalip banyak sekali kendaraan yang ada di depannya dengan begitu lihainya. Zein sendiri tidak percaya jika saat ini yang mengemudi mobilnya adalah Niken.


"Kurangi kecepatannya niken ini sangat bahaya." kata Zein dengan tangan berpegangan di atasnya.


Niken tidak menjawab melainkan terus memacu mobilnya menuju suatu tempat. Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah mall terbesar di kota J. Niken memarkir mobilnya dan keluar begitupun dengan Zein yang terlihat bingung kenapa Niken mengajaknya ke mall.


"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Zein.


"Aku ingin membeli baju. semua bajuku sangat tidak layak di pakai." jawab Niken dengan masuk meninggalkan Zein yang masih menampakkan raut wajah bingung dan tidak mengerti tapi setelah itu ia pun menyusul Niken.


Niken masuk kedalam toko pakaian branded yang langsung disambut oleh satu orang laki-laki dengan memakai pita di rambutnya. ia menghampiri Niken dan Zein dengan hebohnya. gaya dan cara bicaranya seperti wanita hanya saja suaranya terlalu besar untuk seorang wanita. panggil saja dia madam Is, pemilik toko pakaian branded.


"Baby." kata Madam Is dengan suara manjanya.


"Ahh iya saya ingin mencari pakaian wanita." kata Niken dengan ekspresi datarnya.


"Pasti baby baru pertama kesini kan hahaha i sudah paham lah. siapa yang ada di samping you baby? dia tipe ideal i." kata Madam Is dengan menutup mulutnya malu-malu sambil terus memperhatikan Zein.


"Hey angel siapa nama you? boleh i minta nomor ponsel you hihihi. badanmu tidak terlalu berisi pasti punya you big. i bisa loh buat you merasakan paradise. i pintar seperti itu. ayo bermain denganku?" kata madam Is dengan centil dan menggoda Zein serta tatapan matanya tidak pernah lepas dari laki-laki itu.


Niken dan Zein yang mendengar ucapan wanita setengah pria itu pun menjadi merinding. akhirnya mereka memutuskan untuk pergi saja dari toko pakaian tersebut tapi belum juga mereka pergi tangan Zein sudah di cekal oleh madam Ia yang membuat laki-laki itu panik bukan main dan berteriak meminta tolong.


"Sialan lepaskan aku." seru Zein yang membuat madam Is semakin kegirangan.

__ADS_1


"Sudahlah Isan lepaskan dia kau selalu saja mengganggu pelanggan pria mu." Timpal Mita yang melihat Zein terus berteriak ketakutan.


"Hei sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku Isan. panggil aku madam Is." kata Madam Is dengan kesalnya kemudian melepaskan tangan Zein yang membuat Zein langsung berlari pergi.


__ADS_2