
"Mau kemana kalian?" tanya prajurit yang sedang berjaga di pintu gerbang.
"Saya ingin melaporkan jika sudah terjadi sebuah ledakan besar di bukit tandus sebelah Utara." kata salah warga .
"Baiklah kau boleh pergi sekarang aku akan menyuruh rekanku untuk memeriksanya." ujar prajurit tersebut.
Ketika ia akan melapor masuk ia sudah melihat kaisar Wei dan perdana menteri yang keluar dengan terburu-buru.
"Hormat saya pada yang mulia kaisar." kata prajurit tersebut dengan membungkuk.
"Ya apa kau mendengar ledakan tadi?" tanya kaisar Wei yang nampak khawatir.
"Baru saja saya ingin melaporkan ini pada yang mulia kaisar. ada salah satu warga yang mengatakan ledakan itu terjadi di bukit tandus yang ada di sebelah Utara." jawab prajurit tersebut.
"Suruh beberapa orang untuk memeriksa bersamaku kesana." kata kaisar Wei.
Setelah beberapa prajurit berkumpul kaisar Wei segera berangkat. dia menaiki kuda begitu juga yang lainnya. di perjalanan banyak warganya yang memberikan hormat padanya. setelah beberapa saat menempuh perjalanan kini mereka sudah sampai di tempat tersebut. benar saja sebuah bukit kecil dan beberapa pohon tumbang disana.
"Ini pertanda buruk. kita harus meningkatkan keamanan kita karena aku khawatir akan ada serangan susulan setelah ini. aku yakin yang melakukan ini semua adalah aliansi yang akhir-akhir ini membuat beberapa kekaisaran resah." kata kaisar Wei.
"Kalian periksa seluruh tempat ini jika ada yang mencurigakan kalian bunuh saja orang itu." timpal perdana menteri.
Semua prajurit pun segera memeriksa keseluruhan dari tempat itu tapi mereka tidak menemukan siapapun disana sehingga kaisar Wei memutuskan untuk kembali saja dan menyuruh beberapa prajurit berjaga lagi di perbatasan.
__ADS_1
Saat ini Yuan Lin Dan pangeran Han Tian sedang ada di kedai makan. mereka ingin mengisi perut dulu karena memang mereka belum makan siang. setelah mereka selesai makan mereka memutuskan untuk segera kembali ke istana karena hari sudah sore.
Saat dalam perjalanannya Yuan Lin merasakan ada seseorang yang mengikutinya tapi dia hanya mengabaikannya saja. karena kesal terus di ikuti akhirnya Yuan Lin menyeret tangan pangeran Han Tian dengan melesat sangat cepat sehingga orang itu kehilangan jejak Yuan Lin Dan keluar dari persembunyiannya.
"Dimana gadis itu sial aku kehilangan jejaknya." gumam pemuda tersebut dengan kesalnya.
Ketika dia berbalik dia di kejutkan dengan dua orang yang telah berdiri di belakangnya. tubuhnya mendadak gemetaran ketika melihat tatapan tajam yang di miliki Yuan Lin.
"Ohh rupanya kau yang mengikuti. ada apa apa kau mau bertarung lagi denganku?" tanya Yuan Lin dengan nada datarnya.
"Cih ternyata kau masih sangat sombong. baiklah aku kesini juga karena ingin membalas semua yang sudah kau lakukan padaku. hati ini kesombonganmu akan berakhir." kata pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah Fang Jin seorang ketua bandit yang pernah menghadang Yuan Lin Dan pangeran Han Tian.
"Lin Lin biar aku saja yang menghadapinya." kata pangeran Han Tian yang sudah sangat geram.
"Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan kesombongan mu itu gadis kecil." kata Fang Jin yang merasa sangat percaya diri dengan kekuatan baru yang dia miliki.
"Benarkah kalau begitu seranglah aku kenapa malah banyak bicara sekali." ujar Yuan Lin yang sengaja ingin memprovokasi.
"Sialan kau gadis sombong." seru Fang jin dengan menyerang Yuan Lin.
Yuan Lin menerima serangan itu dengan begitu mudahnya. dia tidak memberikan serangan balik dan hanya menahannya saja menggunakan pedang merahnya. karena merasa jika gadis yang ada di depannya ini hanya bermain-main saja Fang Jin langsung memberikan serangan yang sangat mematikan sehingga hampir saja mengenai Yuan Lin jika saja dia terlambat menghindar.
"Segini saja kekuatanmu?" tanya Yuan dengan remehnya. ia lantas memberikan serangan balik pada Fang Jin yang membuat dirinya kelabakan.
__ADS_1
"Siall dengan kekuatan baru yang ku miliki saja aku tidak cukup mampu untuk mengalahkan gadis ini." batin Fang jin yang sedikit menyesal
"Kita akhiri saja aku sangat malas bertarung denganmu." kata Yuan lin dengan memberikan serangan akhir yang membuat Fang jin terpental mundur.
"Jangan pernah mencari masalah denganku lagi. aku masih berbaik hati memberikan mu kesempatan kedua jika kau masih saja mencari masalah denganku aku tidak akan tinggal apa kau paham." kata Yuan Lin dengan dinginnya
Setelah mengatakan hal tersebut dia langsung pergi bersama pangeran Han Tian. sedari tadi pangeran Han Tian hanya menyaksikan saja pertarungan antara Yuan Lin dan Fang Jin. sebenarnya dia ingin langsung ikut bertarung ketika Yuan Lin mendapatkan serangan dan hampir saja melukainya tapi karena Yuan Lin memberikan isyarat untuk tetap diam disana akhirnya mau tak mau pangeran Han Tian hanya menurutinya saja walaupun dia sangat ingin menghabisi pemuda bodoh itu.
Tentu dia tidak menyangka jika adiknya berhasil mengalahkannya. dia tidak tahu jika saat dia tertusuk pun Yuan Lin lah yang menolongnya dan mengalahkan pemuda yang bernama Fang jin itu.
"Lin Lin apa kau baik-baik saja?" tanya pangeran Han Tian.
"Aku baik-baik saja Gege." jawab Yuan Lin.
"Ternyata aku terlalu meragukan mu. sekarang kau menjadi sangat kuat. adikku yang dulu hanya pandai menangis dan merengek sekarang sudah bisa mengalahkan musuhnya hahaha." kata pangeran Han Tian dengan terkekeh kecil
"Jangan mengada-ada mana mungkin aku seperti itu." seru Yuan Lin dengan tidak terima.
"Kau itu pelupa. aku ingat saat kau meminta ku untuk membelikan tanghulu kau harus menangis dulu agar aku bisa membelikannya hahaha." ujar pangeran Han Tian yang membuat Yuan Lin menatap dengan kesalnya.
"Baiklah baiklah kau ini kenapa menjadi pemarah sekali." ucap pangeran Han Tian dengan merangkul pundak Yuan Lin.
Orang-orang bisa melihatnya jika sepasang kakak adik itu saling menyayangi. dilihat dari cara bicara mereka saja pasti mereka sudah tahu. tapi masih ada beberapa orang yang tidak menyukai Yuan Lin entah karena apa hingga mereka sampai tidak menyukainya.
__ADS_1