
Setelah penyerangan itu kini kondisi Wu Xun tidak terlihat baik-baik saja. pria itu tengah terkapar di tanah dengan nafas yang tidak teratur. luka sudah ada di mana-mana. semua orang sudah tahu jika kekuatan miliknya sudah hilang dan dirinya sekarang tidak jauh berbeda dengan seorang sampah.
Hal itu tentu saja membuat semuanya terkejut. mereka juga tidak tahu jika Ketua mereka mengalami hal itu. raut wajah kecewa karena merasa telah di bohongi terlihat di setiap wajah para anggotanya.
Sementara itu In Zuu memberikan pilihan pada semua orang ingin ikut bergabung dengannya atau mereka memilih untuk mencari kehidupannya sendiri. laki laki itu memberikan kebebasan pada semua orang untuk memilih. sehingga banyak orang yang memutuskan untuk ikut bergabung bersama in Zuu ada juga yang memutuskan untuk menjalani kehidupan sendiri seperti pada umumnya.
Di detik-detik terakhirnya, Wu Xun yang melihat bagaimana kejadiannya tersebut dan bagaimana jiwa kepemimpinan In Zuu sangatlah besar hanya bisa tersenyum kecil saja.
"Aku percaya padamu. ma af...." ucap Wu Xun dengan suara yang hampir tidak bisa di dengar eh siapapun setelah itu dia benar-benar menutup matanya.
In Zuu yang melihat itupun langsung menghampiri Wu Xun. dia menatap lurus kedepan sebelum akhirnya menyuruh beberapa orang untuk mengangkat tubuh Wu Xun.
"Lakukan sebagaimana mestinya bagaimanapun juga dia pernah menjadi bagian terpenting di sini." kata In Zuu yang membuat semuanya mengangguk.
Melihat bagaimana perlakuan In Zuu membuat semuanya tercengang karena biasanya orang yang membuat rencana penyerangan seperti itu tidak akan ada berbelas kasihan lagi apalagi pada musuhnya. tapi yang di lakukan in Zuu justru sebaliknya.
"Apakah ini benar-benar tuan In Zuu...kenapa semakin kesini dia semakin menjadi berbeda. apakah yang dia katakan adalah kebenaran."
"Entahlah tapi aku merasa jika tuan In Zuu benar benar menjadi dirinya sendiri sekarang. semoga saja seterusnya seperti itu aku benar-benar akan mengikutinya."
Kata Beberapa pria yang melihat bagaimana ketulusan In Zuu yang terlihat begitu jelas serta sifat asli milik laki-laki itu yang sebenarnya sudah kembali.
__ADS_1
Kini aliansi yang di bangun oleh Wu Xun benar-benar sudah tiada bersamaan dengan kematian pria itu. bukannya tiada tapi hanya berubah saja karena pemimpin mereka sudah di ganti dan juga peraturan yang di terapkannya juga sudah jauh berbeda dari sebelumnya.
Ya. sebenernya In Zuu adalah orang yang baik tapi dia salah dalam memilih jalan karena itu dia bergabung bersama aliansi milik Wu Xun dan menjadi pribadi yang tidak di kenali siapapun walaupun sebenarnya dia tidak mau melakukan itu.
Disisi lain di ruangan bawah tanah keadaan putri Mei juga sangat memprihatinkan. disana tidak ada siapapun lagi kecuali dia sendiri. Dan disana pula dia menutup matanya menyusul pamannya.
In Zuu yang mendapatkan kabar jika Putri Mei telah tiada pun segera memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membuat surat dan di berikan pada Panatua klan Zhou dan juga kaisar langit.
Tak butuh waktu lama surat itupun sudah sampai di klan Zhou. Panatua Zhou yang membaca surat tersebut pun langsung terkejut dan langsung memberitahu pada semua tetua.
Hingga pada akhirnya semua tetua pun bergegas menuju ke aliansi milik Wu Xun ralat milik In Zuu untuk melihat bagaimana keadaan putri Mei.
"Kenapa mereka sangat terburu-buru dan lagi raut wajah mereka terlihat sangat panik." gumam Yuan Lin yang akhirnya memilih untuk menghampiri keduanya.
"Ibu ayah kaisar...kenapa kalian terlihat sangat panik." tanya Yuan Lin dengan tidak mengertinya.
"Putri Mei...dia sudah tidak ada putri hiks... aku tidak tahu itu benar atau tidak tapi beberapa hari ini putri Mei memang tidak ada kabar sekali dan tadi ada seseorang yang mengirimkan surat dan di situ tertulis jika putri Mei sudah tiada.' ucap Permaisuri Zinsy yang akhirnya menangis sesenggukan.
Yuan Lin pun juga ikut terkejut tapi kemudian bersikap biasa saja karena dia sudah menduga hal itu akan terjadi pada gadis itu
"Baiklah ayo kita kesana." kata Yuan Lin yang memilih untuk ikut.
__ADS_1
Gadis itu juga memanggil Chen Zu. ia ingin meminta penjelasan dari laki-laki itu tentang apa yang sudah terjadi pada putri Mei. hingga beberapa saat kemudian Chen Zu pun muncul di depan Yuan Lin Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari gadis itu.
"Aku hanya memberikan apa yang selama dia mau. apakah aku salah? dia menjadi seperti ini karena perbuatannya. aku tidak melukainya sedikitpun." kata Chen Zu yang paham apa arti dari tatapan tersebut.
"Ya ya aku tahu kau tidak melakukannya tapi kau ck sudahlah lupakan saja lagi pula gadis gila itu sudah mati." ujar Yuan Lin dengan berlalu pergi.
Chen Zu hanya bisa menghela nafasnya saja kemudian mengikutinya dari belakang. kini mereka sudah sampai dan benar saja jika putri Mei memang tiada. permaisuri Zinsy pun tidak menyangka jika dia akan berpisah secepat ini dengan putri Mei.
"Siapa yang sudah melakukannya hah jawab katakan!!!" bentak kaisar langit yang membuat semuanya terdiam
"Bukan siapa-siapa tapi dia seperti ini karena perbuatannya sendiri." kata In Zuu yang membuat kaisar langit menoleh.
"Apa yang kau katakan hah!!" kata kaisar langit dengan geramnya.
"Karena dia dan ketua Wu sudah merencanakan hal untuk menjebak pangeran Chen tapi untungnya itu tidak berhasil dan beberapa hari ini putri Mei menghilang, aku yakin sekali seseorang sudah berbuat sesuatu padanya." kata In Zuu.
"Panggil pangeran Chen kesini." titah kaisar langit dengan tegasnya.
"Tidak perlu aku sudah ada disini. mengenai masalah ini apa yang yang di katakan pria itu memang benar dan aku merasa jika tindakan yang di lakukannya sangat rendah dan begitu memalukan. aku hanya menghukumnya saja dengan memberikan apa yang selama ini dia inginkan." kata Chen Zu dengan tegasnya tanpa ragu ataupun takut.
Semuanya hanya bisa diam dan menyimak saja tidak ada yang berani angkat bicara. hingga akhirnya Yuan Lin pun angkat bicara dan membenarkan ucapan Chen Zu. ia juga mengatakan hal yang sebenarnya tentang penyerangan yang di lakukan di klan Zhou
__ADS_1