
Kedua orang itu tertawa dengan girangnya kemudian menatap Yuan Lin dengan meremehkan.
"Hahaha gadis manis jika begitu maka kemarilah dan ikut bersama kami." kata pria itu
"Lin Lin apa yang kau lakukan hah." seru pangeran Han Tian dengan tidak habis pikir.
"Baiklah aku akan ikut dengan kalian tapi kalian lepaskan dulu mereka." ucap Yuan Lin
"Kau menyuruh ku untuk melepaskannya begitu? tapi aku tidak bisa karena mereka harus ikut denganku. cepat tangkap gadis itu." kata pria itu pada rekannya.
Yuan Lin tidak memberontak sama sekali saat dirinya di tangkap oleh rekan dari pria itu. ia nampak masih santai seakan tidak terjadi apapun tapi berbeda dengan pangeran Han Tian, laki-laki itu nampak sangat marah dan langsung mengeluarkan pedangnya untuk menyerang mereka.
"Lepaskan dia jika tidak maka aku akan menghabisi kalian." kata pangeran Han Tian.
"Ehh hahahaha ada yang ingin bermain-main rupanya. kau tidak dengar tadi jika dia sendiri yang menyerahkan diri untuk ikut bersama kami ha." timpalnya.
"Banyak bicara." seru pangeran Han Tian kemudian menyerang kedua pria itu.
Yuan Lin hanya bisa menepuk jidatnya saja melihat apa yang di lakukan oleh pangeran Han Tian. dia melakukan ini tentu ada alasannya tapi pemuda itu membuat Yuan Lin hanya menghela nafasnya saja.
"Lin Lin pergilah dari sini aku akan menghadapi mereka." teriak pangeran Han Tian di sela-sela pertarungannya.
__ADS_1
Tentu saja ia di buat kewalahan karena lawan yang dia hadapi berjumlah dua orang dan kekuatan yang mereka miliki juga cukup kuat. tapi ia tidak akan menyerah begitu saja apalagi saat ini Yuan Lin berada di tangan mereka.
Tidak ada reaksi apapun dari gadis itu, ia nampak seperti gadis tidak berdaya sekarang. ia hanya menatap pertarungan yang semakin lama semakin tidak seimbang dengan wajah polosnya.
Pangeran Han Tian sendiri di buat heran sekaligus bingung karena Yuan Lin juga tak kunjung beranjak dari sana justru gadis itu malah duduk dengan santainya bersama para gadis lainnya yang sudah di ikat.
"Lin Lin apa yang kau lakukan pergilah dari sini selagi aku melawan mereka." teriak pangeran Han Tian sekali lagi.
"Lepaskan kakakku tolong. aku akan bersedia ikut dengan kalian tapi ku mohon jangan lukai kakakku." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian semakin bingung.
"Apa yang kau katakan Lin Lin." kata pangeran Han Tian dengan bingung.
"maafkan aku Gege tapi jika Gege terus seperti itu maka kau akan mengacaukan semua rencanaku." batin Yuan Lin
Kedua pria itupun membawa Yuan Lin Dan beberapa gadis yang sudah di ikat bersamanya. teriakan dari beberapa orang terdengar berharap akan ada seseorang yang menyelamatkan anak mereka tapi tidak ada satupun yang berhasil mengejar mereka.
"Apa yang kau lakukan Lin Lin kenapa kau dengan bodohnya ikut dengan mereka. aku harus mencari tahu kemana mereka membawa pergi adikku." gumam pangeran Han Tian kemudian berdiri.
Disisi lain para pria itu membawa Yuan Lin Dan beberapa gadis menuju ke sebuah tempat yang sangat Yuan Lin ingat. ia tidak mengeluarkan suara apapun melainkan hanya mengikuti apa yang semua pria itu katakan.
Didalam sana suasananya masih sama seperti terakhir kali Yuan Lin kesana hanya saja ia bisa merasakan ada kekuatan yang sangat besar yang akan segera bangkit tapi entah kekuatan apa itu ia juga tidak tahu.
__ADS_1
Mereka dibawa menuju ke sebuah altar yang juga disana sudah banyak gadis-gadis muda entah dari kalangan rakyat kecil atau rakyat bangsawan. semuanya di ikat dan di jaga sangat ketat oleh anggota mereka.
Kedua pria itu menghempaskan Yuan Lin dengan kasarnya hingga membuat gadis itu hampir saja tersungkur jika saja ia tidak menjaga keseimbangan tubuhnya. ia hanya menatap orang-orang itu dengan datarnya.
Semua orang nampak menundukkan kepalanya tak kala sesosok pria bertopeng datang dengan penuh wibawanya. Yuan Lin memperhatikan pria itu dengan seksama. sungguh rasanya sangat tidak asing dengan bentuk tubuh serta mata pria itu.
"sepertinya aku pernah melihatnya bahkan aku merasa tidak asing dengan pria itu tapi siapa? dimana aku pernah bertemu dengannya?" batin Yuan Lin .
Pria itu menatap semua gadis itu satu persatu hingga tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata milik Yuan Lin. pria itu juga menatap Yuan Lin agak lama dan sangat sulit di artikan hingga akhirnya salah satu dari anak buahnya memberitahu jika jumlah gadis yang di inginkan oleh pria itu sudah lengkap.
"semua Gadis-gadis itu sudah sesuai dengan jumlah yang ketua inginkan." kata seorang pria dengan menunduk hormat.
Yuan Lin yang sedari tadi hanya memperhatikan pun merasa heran kenapa semua orang yang ada disini tidak berani menatap mata pria itu apakah pria itu sangatlah berpengaruh sehingga semua orang yang sedang berkumpul di aula altar ini tidak berani mendongakkan kepalanya.
"Baiklah kita akan mulai ritualnya." kata pria bertopeng itu kemudian menatap Yuan Lin. entah apa yang sedang dia pikirkan tentang Yuan Lin hanya pria itu saja yang tahu.
Yuan Lin masih tetap tenang walaupun saat ini nyawanya sedang dalam bahaya. sementara semua gadis berteriak ketakutan dan terus meminta tolong. Lagi-lagi pria bertopeng itu kembali menatap Yuan Lin. tatapannya kali ini adalah tatapan penuh keheranan dan tanda tanya besar. karena gadis itu nampak sangat santai seakan tidak akan terjadi apapun padanya.
"Hah apa kau pikir aku akan dengan mudah menyerahkan nyawaku begitu saja. kau lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan hahaha." batin Yuan Lin dengan tertawa senang
"Semuanya sudah siap. ketua bisa mulai ritualnya sekarang." kata seorang pria dengan menunduk hormat.
__ADS_1