
"Aku tidak pernah mengatakan yang akan menjadi raja disini harus mempunyai asal usul seperti yang kau maksud. aku hanya membutuhkan orang yang bertanggungjawab dan mampu untuk memimpin kerajaan ini." kata raja Xi Shen dengan suara dinginnya.
"Lalu kenapa harus dia bukankah masih banyak yang jauh lebih pantas dari pada dia."
"Lalu siapa yang lebih pantas dari pada dia? bawa orang itu kemari aku akan lihat seberapa mampukah dia untuk menjadi pemimpin di kerajaan ku." kata raja Xi Shen dengan menantang.
dengan percaya dirinya, Pria itu pun maju dengan seorang laki-laki muda yang cukup tampan. dia berjalan dengan tubuh tegap seakan hanya dia dan laki-laki di sampingnya yang pantas untuk menjadi pemimpin di kerajaan neraka.
"Apakah pria itu sudah gila. bagaimana mungkin dia menantang raja neraka."
"Entahlah dia benar-benar sudah bosan dengan. hidupnya."
"Apakah kau? atau kau?" tanya raja Xi Shen pada kedua pria itu.
"Tentu saja dia. dia adalah putraku. kekuatan yang di milikinya pun jauh lebih besar dari pada miliknya. dia sudah menjadi orang yang sangat di cari di seluruh kerajaan ini." kata pria itu dengan sombongnya.
"Zhi apa kau yakin dengan semua ucapan pria gila ini?" tanya raja Xi Shen dengan berbisik di telinga Zhi Qing
"Ck yang benar saja bahkan tingkat kekuatannya lebih besar anak itu." kata Zhi Qing dengan menatap seorang anak kecil yang berusia sekitar 10 tahun.
"Ada apa kenapa kalian berbisik-bisik seperti. oh aku tau apakah kalian berubah pikiran setelah aku mengatakan ini."
"Apa yang kau punya anak muda. ayahmu bilang kau yang terkuat dan paling di cari di seluruh kerajaan neraka." tanya raja Xi Shen.
"Apakah raja tidak melihat kekuatan yang ada pada diriku. tentu saja aku yang terkuat."
__ADS_1
"Baiklah karena kau sudah mengatakan itu bagaimana jika kau membuktikannya sendiri disini bersamaku." kata raja Xi Shen yang membuat keduanya terkejut.
"Ma mana mu mungkin tentu saja itu tidak sopan. bukannya saya menolak tapi melawan seorang raja bukankah itu tidak baik."
"Dia bukan raja jadi bertarunglah dengannya." kata raja Xi Shen dengan mendorong Zhi Qing ke hadapan pria itu.
"Apalagi ini. bukankah kau bilang dia adalah calon penerus mu bagaimana bisa aku melukainya." kata pria itu yang terus saja mencari alasan Agar tidak terjadi pertarungan.
"Jadi silahkan kau pilih lawan sendiri untuk membuktikan jika kau benar-benar kuat. di dalam aula ini ada banyak sekali orang dengan berbagai tingkatan kekuatan. jadi pilihlah sendiri yang menurutmu paling terkuat di antara yang lainnya." kata Zhi Qing menimpali karena jujur saja dia kesal dengan kedua pria itu.
Dengan segera pria itu pun mengedarkan pandangannya mencari lawan yang cocok untuknya bertanding. tentu saja itu adalah kesempatan bagus dari pada harus bertarung dengan raja neraka bisa-bisa hari itu juga dia tiada tanpa hasil apa-apa.
"Aku memilih gadis itu." kata pria itu dengan menunjuk seorang gadis yang ada di pojok ruangan.
Entah kebetulan atau apa disana memang hanya ada satu gadis saja yaitu Yuan Lin. gadis itu pun hanya diam saja tidak melakukan reaksi apapun. Zhi Qing dan raja Xi Shen pun juga terkejut mendengar perkataan pria itu.
"Bukankah tidak ada perjanjian jika kawanku harus laki-laki. jadi aku tidak salah bukan memilih lawan laki-laki." ujar pria itu dengan senyum penuh kemenangan.
Ana Ling yang melihat hal itupun langsung tersenyum penuh makna. dia mengira saat ini Yuan Lin sedang berada di ambang maut. tapi yang tidak dia ketahui adalah pria yang menjadi suruhannya itu yang sedang berada di ambang kematiannya sendiri.
Ya kedua pria tadi bekerja sama dengan Ana Ling untuk mencelakai Yuan Lin Dan mempermalukan gadis itu.
"Gadis ular itu benar-benar tidak jera. dia selalu ingin membuat masalah denganku. " batin Yuan Lin dengan menghela nafasnya kasar.
"Bukankah itu gadis yang datang bersama raja kita."
__ADS_1
"Ya aku sangat kasihan dengan nasibnya. jelas-jelas Pria itu jauh lebih kuat darinya."
"Apa kau berfikir jika raja kita akan menyelamatkan gadis itu."
"Entahlah aku juga tidak tahu. tapi sepertinya begitu."
Bisik-bisik pun kembali terdengar membuat Zhi Qing tidak nyaman dengan suasana itu. ia tentu tidak akan membiarkan wanitanya di sentuh oleh pria manapun apalagi sampai terluka.
Ia menyuruh pria tadi untuk memilih lawan laki-laki saja tapi pria menolak dengan keras karena ini adalah salah satu rencana yang sudah dia buat dan tentu saja ia tidak ingin rencananya hancur begitu saja.
"Tidak perlu khawatir Zhan aku bisa mengatasinya sendiri. ini semua adalah ulah gadis ular itu. kau lihat bagaimana wajahnya saat ini." kata Yuan Lin dengan bertelepati pada Zhi Qing.
Zhi Qing pun bertambah geram ketika mendengar itu apalagi ketika melihat bagai raut wajah bahagia yang ada di wajah Ana Ling.
"Kau lihat saja jal*** setelah ini selesai kau yang akan berada disini." ucap Zhi Qing dengan geramnya.
"Hei gadis kecil kenapa kau masih diam saja ayo keisni. aku ingin membuktikan pada mereka semua jika kau yang paling kuat disini." kata pria tadi dengan suara cukup kerasnya.
Yuan Lin pun akhirnya melangkah maju ke depan dengan tenangnya. orang-orang di sekitarnya menatap Yuan Lin dengan pandangan kasihan dan prihatin dengan nasibnya.
Belum sampai di tempat Yuan Lin sudah mendapatkan serangan dari pria tadi yang membuat semua orang terkejut.
"Hei kau baji**** kenapa kau menyerang dia hah." seru Zhi Qing dengan marahnya tapi Yuan Lin mengangkat tangannya pertanda jika dia baik-baik saja dan bisa menangani masalah ini.
Karena tidak mau membuat orang lain terluka Yuan Lin pun menciptakan perisa pelindung untuk melindungi semua orang kecuali Ana Ling. melihat hal itu malah membuat pria yang tadi menyerang Yuan Lin bertambah senang.
__ADS_1
" Hei kau apakah kau takut jika seranganmu akan melesat mengenai mereka semua sehingga kau membuat perisai ini." katanya dengan tertawa.