
Yuan Lin mengetuk pintu ruangan Zhi Qing. sementara di dalam sana laki-laki itu sedang berkutat dengan setumpuk berkas-berkas tapi ketika mendengar suara pintu di ketuk ia pun menyudahinya dan beranjak dari tempat duduk.
"Nana kau disini." kata Zhi Qing dengan sedikit terkejut melihat keberadaan Yuan Lin.
"Ada apa kenapa kau terkejut seperti itu?" tanya Yuan Lin dengan herannya tapi langsung membuat Zhi Qing langsung tersadar dan menggaruk kepalanya saja.
"Tidak ada ayo masuk." kata Zhi Qing dengan mempersilahkan Yuan Lin masuk.
"Apa yang ingin kau katakan." kata Zhi Qing ketika mereka sudah di dalam
"Tidak ada aku hanya ingin kesini saja. oh ya kau tahu bukan ulat gatel yang menyukai dirimu." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya dengan heran.
"Kau ini aneh sekali. jika tidak ada yang ingin kau katakan lebih baik kau bantu aku mengurusi semua kertas-kertas menyebalkan ini." kata Zhi Qing dengan duduk.
"Kau ingat bukan gadis yang pernah menghadangmu saat di kerajaan langit.' kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menoleh dengan herannya.
"Ya memangnya ada apa? kenapa kau tiba-tiba saja membicarakannya?" tanya Zhi Qing dengan herannya.
"Kau tahu bukan pria yang selalu berada di belakangnya. dua hari yang lalu aku mendengar jika dia ingin melakukan sesuatu pada klan Zhou dimana klan itu adalah tempatnya dia dulu dan putri Mei." kata Yuan Lin
"Lalu apa urusannya denganku?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya.
"Tentu saja itu harus di hentikan. kau tahu jika sekarang gadis itu sudah berada di tangan Chen." kata Yuan Lin yang sontak membuat Zhi Qing Langsung menoleh dengan terkejut.
"Maksudmu?" tanya Zhi Qing.
__ADS_1
"Kemarin dia membuat masalah dengan Chen Zu. kau tahu bukan jika Chen sudah marah seperti apa. sekarang dia sedang ada di tangan Chen entah apa yang terjadi dengan gadis konyol itu aku tidak tahu." jawab Yuan Lin.
"Baguslah kalau begitu." kata Zhi Qing dengan santainya.
"Jadi bagaimana apakah kau ingin mrmbantuku..." kata Yuan Lin
"Sebenarnya kau sendiri saja sudah cukup Nana, tapi tidak masalah aku akan ikut denganmu." ujar Zhi Qing yang membuat Yuan Lin mengangguk
Disisi lain tepatnya di klan Zhou semua orang tengah panik karena tiba-tiba banyak yang pingsan dan mengalami gejala aneh. para tetua juga tengah bingung dengan apa yang terjadi.
Beberapa tabib juga sudah mulai menangani Mereka satu persatu tapi korban yang berjatuhan malah semakin banyak sehingga membuat semuanya bertambah panik.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan klan kita tetua?" tanya salah seorang murid
"Aku juga tidak tahu..." jawab tetua Si Zhou.
"Tetua aku tahu apa yang menyebabkan mereka seperti ini." kata tetua Yun Zhou
"Kenapa ada apa?" tanya Tetua Si
"Ada orang yang sengaja menaruh racun di semua air yang ada di klan ini tetua karena itu mereka semua tidak sadarkan diri." kata tentu Yun Zhou yang membuat mereka terkejut.
Dengan segera mereka pun menuju ke tempat penampungan air yang ada di klan Zhou. saat tiba disana tetua Si langsung mengecek Air tersebut.
"Benar ada racun di air ini. ambilkan botol bewarna hijau di atas meja kamarku. cepatttt." perintah tetua Si Zhou
__ADS_1
Salah satu murid pun langsung berlari menuju ke kediaman tetua Si dan mengambil botol bewarna hijau seperti yang di katakan tetua Si. setelah mendapatkannya tetua Si langsung saja menuangkannya di penampungan air tersebut kemudian menyuruh beberapa orang untuk meminumkannya air tersebut.
Saat mereka sedang meminumkan air untuk para korban yang sudah tidak sadarkan diri tiba-tiba saja ada sebuah tombak melesat dengan cepat ke arah tetua Si. semua orang yang melihat hal itupun di buat terkejut. hingga para tetua pun sadar jika ini adalah sebuah rencana yang sudah di persiapkan orang untuk menyerang klan Mereka.
"Penyerangan. semuanya bawa mereka kedalam dan lindungi klan ini." teriak tetua Ing Taek pada semua orang.
Dan benar saja banyak sekali anak panah muncul dan menyerang mereka semua. bagi yang tidak menghindar secepat mungkin sudah di pastikan akan terkena serangan tersebut dan di klan Zhou banyak yang sudah terkena serangan tersebut sehingga membuat Panatua Zhou ambil tindakan.
Dia membuat sebuah kubah pelindung sehingga anak panah tersebut tidak bisa lagi masuk kedalam tapi orang yang menyerang mereka tidak kehabisan akal. rupanya dia sudah menduga hal seperti itu akan. terjadi sehingga menjalankan rencana keduanya yaitu penyerangan secara langsung.
Pintu gerbang klan Zhou di dobrak paksa oleh segerombolan orang berpakaian hitam. sontak saja hal itu membuat semua murid langsung memberikan penyerang terhadap orang-orang tersebut. sehingga terjadilah pertarungan antara dua kubu di klan Zhou
"Panatua apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang sudah berani menyerang klan kita?" tanya Tetua Si dengan geram dan juga paniknya.
"Aku tidak tahu tapi yang jelas aku akan segera menemukan siapa pelaku penyerangan ini." ujar Panatua Zhou.
Bukan hanya para murid saja yang ikut dalam pertarungan tersebut melainkan juga dengan semua tetua klan Zhou. sementara mereka sedang bertarung dengan sengitnya dua buah cahaya muncul dengan di sertai ledakan besar yang membuat pasukan dengan baju hitam itu terpental mundur.
Melihat kejadian itu tentu saja membuat semua orang yang ada di klan Zhou terkejut dengan apa yang terjadi. hingga beberapa saat kemudian dua cahaya tadi berubah menjadi dua orang laki-laki dan perempuan bercadar membuat mereka bertanya-tanya siapakah kedua orang itu.
Ya mereka berdua adalah Zhi Qing dan Yuan Lin. mereka tidak hanya diam saja melainkan langsung membabat habis semua pasukan musuh tanpa tersisa. satu orang saja hampir membuat 4 kekaisaran hancur apalagi jika dua orang seperti sekarang ini entahlah tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.
Duarrrr duarrrr....
Para tetua dan Panatua hanya bisa melongo saja melihat serangan sedahsyat itu. mereka juga bertanya-tanya siapa kedua sosok yang datang secara tiba-tiba dan menolong mereka.
__ADS_1
"Siapakah mereka tetua. aku bisa merasakan aura yang begitu besar dari keduanya." kata tetua Yun Zhou dengan penasarannya begitupun juga yang lainnya
"Entahlah tetua aku juga tidak tahu tapi untunglah mete datang jika tidak aku tidak tahu lagi bagaimana nasib semua murid-murid klan Zhou. penyerangan ini sangat mendadak dan kita belum ada persiapan apapun." ujar tetua Ing Taek