
Ketika membuka mata Yuan Lin nampak heran ketika dia melihat sekelilingnya. bukannya tadi dia ada di altar aliansi Wungzo tapi mengapa sekarang dia malah berada di dalam goa.
Yuan Lin menatap sekelilingnya dengan bingung. tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Yuan Lin yang membuat gadis itu terlonjak kaget kemudian menoleh.
"Guru." seru Yuan Lin dengan terkejut.
"Ya. seharusnya kau tidak seceroboh itu. jika saja seseorang tidak datang tepat waktu sudah pasti sekarang kau tidak disini." kata guru Shao Gu dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya guru aku minta maaf tadinya aku hanya ingin mengacaukan ritual yang pria itu lakukan. emm apakah guru yang sudah membawaku kesini?" tanya Yuan Lin.
"Tidak bukan guru tapi seseorang." jawab guru Shao Gu.
"Seseorang??" ucap Yuan Lin dengan bingungnya.
Seorang pria berjubah putih dengan rambutnya yang juga bewarna putih berjalan ke arah Yuan Lin dengan penuh wibawa dan juga aura yang di keluarkan begitu besar.
Yuan Lin menatap pria itu dengan seksama. dia tidak tahu siapa pria itu tapi dari aura yang di pancaran oleh pria tersebut membuat Yuan Lin yakin jika sosok yang sedang berjalan ke arahnya bukan orang sembarangan dan tentu saja dia tidak akan membuat masalah dengannya.
"Bagaimana kabarmu penerusku?" tanya pria berjubah putih itu dengan tersenyum lembut pada Yuan Lin
"Dia siapa guru?" tanya Yuan Lin pada guru Shao Gu.
"Seharusnya kau itu memperkenalkan diri mu dulu bukan langsung menanyakan kabar." cibir guru Shao Gu dengan menatap sinis pada pria itu
"Dia adalah orang yang pernah guru ceritakan padamu." lanjutnya.
__ADS_1
"Maksud guru seseorang yang akan menemuiku disaat waktu yang tepat?" tanya Yuan Lin lagi.
"Benar sekali. aku menemui mu Karena kau adalah penerusku dan tentu saja siapapun yang menjadi penerusku akan mengemban tugas yang sangat besar." jawab pria itu.
"Dia adalah Feng Yin." timpal guru Shao Gu yang membuat Yuan Lin memutar memorinya. tapi setelah beberapa saat berfikir akhirnya dia pun ingat dengan nama itu.
"Sang legendaris??" tanya Yuan Lin dengan terkejut.
"Hahaha kau benar sekali aku sering mendapat julukan sang legendaris." jawab pria itu dengan terkekeh pelan.
"Aku sangat beruntung bisa bertemu langsung denganmu." kata Yuan Lin dengan sopannya.
"Tidak perlu seperti itu. sekarang yang ku lihat kau sudah semakin kuat tapi jangan berbangga dulu karena tak lama lagi lawan yang akan kau hadapi sangatlah kuat dan kau harus berlatih dan menjadi lebih kuat lagi." kata Feng Yin.
"Panggil aku seperti kau memanggil pria tua ini." jawab Feng Yin.
"Baiklah guru aku akan berlatih lagi." ujar Yuan Lin.
"Aku akan menceritakan sedikit kisah beberapa tahun lalu tepatnya 100 tahun yang lalu ada sebuah aliansi yang menganut ilmu hitam bahkan mereka bersekutu dengan iblis. semakin hari seluruh kekaisaran yang ada di dunia bawah di buat kewalahan menghadapi mereka karena mereka tidak segan-segan membunuh siapapun yang berani melawan mereka."
"Hingga seorang pengembara tak sengaja mendengar tangisan mereka dan memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi. singkat ceritanya semua kekaisaran yang ada di dunia bawah berperang melawan semua anggota dari aliansi itu yang jumlahnya bahkan lebih banyak dari jumlah mereka. peperangan itu terlihat tidak seimbang hingga tibalah dimana raja iblis dan si pengembara itu berhadapan. walaupun bisa dikatakan kekuatan yang pengembara itu miliki tidak sebanding dengan milik raja iblis tapi dengan sekuat tenaga dan dengan sisa kekuatannya dia berhasil menyegel kekuatan milik raja iblis yang membuat semua pasukan dari aliansi itu kalah."
"Segel itu masih bertahan hingga sekarang tapi sebentar lagi akan segera hilang dan kau tentu tahu apa yang akan terjadi jika sampai raja iblis mendapatkan kembali semua kekuatannya." kata Feng Yin.
"Apakah yang guru maksud adalah aliansi Wungzo yang sempat akan aku gagalkan ritual penumbalannya?" tanya Yuan Lin.
__ADS_1
"Kau benar." jawab Feng Yin.
"Berarti pengembara itu adalah dirimu guru?" tanya Yuan Lin lagi
"Ya itu aku. aku telah membuat segel dengan sisa kekuatan terakhir yang kumiliki dan usahaku berhasil. tapi segel itu saat ini sudah melemah karena kekuatan yang dimiliki raja iblis semakin hari sudah semakin bertambah dan itu di peroleh dari darah gadis yang masih perawan." jawab Feng Yin yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Pantas saja aku merasakan energi yang sangat besar yang akan segera bangkit. jika seperti itu maka aku tidak akan membiarkan itu terjadi. aku akan menghancurkan semua rencana yang sudah mereka buat." kata Yuan Lin dengan marahnya.
"Itu lebih baik. kau harus selalu berhati-hati karena kekuatan yang dimiliki pemimpin aliansi itu bukan main-main. untuk sekarang yang harus kau pelajari adalah sihir waktu. disaat yang tepat kau bisa menggunakannya karena sihir waktu akan sangat membantumu." ujar Feng Yin.
Feng Yin menyentuh kepala Yuan Lin mentransfer energi melalui kepalanya. tiba-tiba saja Yuan Lin bisa melihat ada beberapa mantra yang sedang berterbangan kesana kemari. dia memperhatikan seksama tulisan-tulisan kuno itu. tak butuh waktu lama dia sudah menguasai semua mantra itu.
"Kau benar-benar penerusku kau sangat jenius." kata Feng Yin dengan tersenyum bangga pada Yuan Lin.
"Apa kau sudah mengajari bagaimana cara menggunakan tongkat petir?" tanya Feng Yin pada guru Shao Gu.
"Apakah kau sedang bertanya padaku?" tanya guru Shao Gu dengan mengorek telinganya.
"Tentu saja kau pikir aku tidak waras berbicara sendiri." seru Feng Yin yang nampak kesal.
"Aku belum mengajarinya karena kau sendiri yang melarangku agar tidak mengajarkan bagaimana cara menggunakannya kecuali kau sendiri yang menyuruh." jawab guru Shao Gu.
"Kau benar-benar tidak bisa di andalkan." kata Feng Yin dengan mencibir.
Yuan Lin Hanya memperhatikan perdebatan dua orang dewasa ralat orang tua itu dengan herannya. semakin di lihat mereka seperti seorang anak kecil bukanlah seorang yang sangat berpengaruh di kekaisaran ini.
__ADS_1