
Yuan Lin masih terbaring dan belum sadarkan diri sedangkan guru Shao Gu masih terus memberikan obatnya untuk menyembuhkan Yuan Lin. King yang saat ini berada di samping Yuan Lin hanya mengelus-eluskan kepalanya di leher Yuan Lin agar gadis itu cepat terbangun.
Guru Shao Gu menyalurkan tenaga dalamnya agar luka yang di dapat Yuan Lin segera sembuh. ia nampak heran ketika merasakan jika Yuan Lin sudah baik-baik saja bahkan ia baru saja ingin menyalurkan tenaga dalamnya.
"Kenapa tiba-tiba dia bisa sembuh secepat ini apa yang terjadi." ucap guru Shao Gu dengan bingungnya.
Yuan Lin membuka matanya secara perlahan. dia merasakan seluruh tubuhnya menghangat.
"Guru apa yang terjadi denganku?" tanya Yuan Lin
"Kau terkena luka dalam karena penyatuan dua elemen berbeda yang ada di lautan spiritual mu. aku mau bertanya padamu apakah kau sudah menemukan kolam darah?" tanya guru Shao Gu.
"Sudah bahkan aku berendam disana. memangnya kenapa guru?" tanya Yuan Lin
"Tidak ada hanya saja sekarang lautan spiritual mu sudah menyatu dengan kolam darah dan itu tentu akan membuat perubahan pada dirimu jika kau tidak pandai-pandai mengatur emosimu. sekarang kau berada di ranah importal 6 dan aku bisa melihat jika jiwamu adalah jiwa suci yang memiliki dantian emas. jadi aku sarankan kau harus menyembunyikan aura itu karena jika ada orang yang tahu itu akan sangat berbahaya bagimu." kata guru Shao Gu dengan serius.
"Dantian emas?" ucap Yuan Lin dengan bingungnya.
"Ya dantian emas hanya dimiliki oleh jiwa suci saja bahkan guru tidak memilikinya tapi ada satu orang lagi yang memiliki dantian emas." jawab guru Shao Gu.
"Siapa guru?" tanya Yuan Lin.
"Kau belum saatnya tahu jika sudah waktunya dia sendiri yang akan menemui. untuk sekarang kau adalah orang terkuat di seluruh dunia bawah tapi kau harus ingat pesan guru, kau tidak boleh sombong ataupun terlalu bangga dengan pencapaian mu sekarang karena di atas langit masih ada langit. gunakan itu untuk menolong orang yang pantas untuk kau tolong. apa kau paham." kata guru Shao Gu.
"Aku mengerti guru." jawab Yuan Lin.
__ADS_1
"Sekarang kau duduklah disana aku akan membantumu untuk menyembunyikan auramu." kata guru Shao Gu
Yuan Lin menuruti kemudian duduk membelakangi gurunya. ia mulai memejamkan matanya dan guru Shao Gu mulai menyalurkan kekuatannya. butuh waktu lama untuk menyembunyikan aura emas milik Yuan Lin Karena itu guru Shao Gu harus mengerahkan sebagian kekuatannya.
Setelah selesai Yuan Lin membuka matanya sedangkan guru Shao Gu nampaknya kelelahan. Yuan Lin yang melihat itu pun segera mengeluarkan pilnya untuk memulihkan tenaga gurunya.
"Terimakasih. aku rasa kau sudah banyak mempelajari banyak teknik bukan begitu?" tanya guru Shao Gu.
"Belum banyak guru aku masih ingin mempelajari yang lainnya." jawab Yuan Lin karena dia merasa belum cukup mampu untuk melawan musuh yang jauh lebih kuat darinya hanya dengan teknik-teknik itu.
"Baiklah ambil ini dan kau pelajarilah. ini adalah teknik tingkat tinggi jadi gunakanlah disaat waktu yang tepat karena efek yang di timbulkan akan sangat besar." ujar guru Shao Gu dengan menyerahkan dua buah buku dengan sampul berbeda.
"Tapak dewa, Naga surgawi." gumam Yuan Lin.
"Baiklah tapi bagaimana caranya aku menjadikan tulang ini menjadi tulang naga?" tanya Yuan Lin.
"Kau hanya perlu berendam di air lotus yang ada di hutan siluman. tapi kau harus hati-hati saat disana karena binatang yang ada disana rata-rata berada di emas hitam dan legenda. letaknya ada di tengah-tengahnya hutan itu. pesan guru kau harus selalu waspada dengan apapun yang terjadi disana." jawab guru Shao Gu.
"Baiklah guru apapun itu aku akan selalu berhati-hati dan pastinya aku akan berhasil." kata Yuan Lin dengan tekad yang kuat.
"Kalau begitu aku pamit dulu untuk pergi kesana." lanjutnya.
"Kau ingin pergi sekarang?" tanya guru Shao Gu dengan terkejut.
"Tentu saja guru kenapa harus nanti jika sekarang saja bisa." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tapi kau baru saja pulih muridku." kata guru Shao Gu.
"Sudahlah guru kau tenang saja tidak akan terjadi apapun padaku." ujar Yuan Lin dengan meyakinkan gurunya.
"Baiklah King sekarang kau masuk dulu." ucap Yuan Lin pada bayi singa itu kemudian memasukkannya di cincin dimensinya.
"berhati-hatilah." kata guru Shao Gu yang hanya bisa membiarkan Yuan Lin pergi.
Yuan Lin mengangguk dan segera pergi dari tempat itu. ia melesat dengan kecepatan tinggi. hutan siluman berada cukup jauh karena ada di kekaisaran Han karena itu dia tidak akan bersantai-santai. jika dengan berjalan kaki akan membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk sampai di sana jika dengan menaiki kuda mungkin 1 atau 2 hari sedangkan jika dengan melesat atau terbang itu akan mempersingkat waktunya dan kemungkinan siang harinya Yuan Lin sudah akan sampai di kekaisaran Han.
Saat dia melewati sebuah desa kecil dia merasa keheranan karena tidak seperti desa pada umumnya melainkan seperti desa mati yang tidak berpenghuni. dia berhenti sebentar untuk mencari tahu. saat melihat ada seseorang yang akan masuk ke rumahnya Yuan Lin pun segera memanggil orang tersebut.
"Permisi bibi." ucap Yuan Lin yang membuat orang itu menoleh.
Saat melihat di belakangnya ada seorang gadis bercadar tentu ia gemetaran bukan main dan juga tentunya sangat senang. mendadak orang tersebut bersujud di bawah Yuan Lin yang membuatnya heran dan juga bingung.
"Apa yang bibi lakukan berdirilah kenapa bibi bersujud seperti itu." kata Yuan Lin dengan membantunya berdiri.
"Saya mohon selamatkan desa kami nona. dan temukan anak-anak kami." ucap wanita paruh baya itu dengan menangis.
Yuan Lin yang mendengar itu pun di buat bingung lagi ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan desa kecil itu.
"Apakah boleh kita berbicara didalam saja bibi. maaf jika sebelumnya saya kurang sopan." ucap Yuan Lin .
Wanita paruh baya itu mengangguk dan mengajak Yuan Lin untuk masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1