Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Bermain Bersama. (LPT : SANG PENGUASA ( Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Chen Zu dan Yuan Lin pun kini menuju ke kamar permaisuri Zinsy tapi belum sampai di sana sebuah suara cempreng memanggil Yuan Lin dari belakang sehingga membuat keduanya menoleh.


Seorang gadis kecil tengah berlari menghampiri mereka tepatnya ke arah Yuan lin dan langsung memeluknya dengan erat. Yuan Lin pun langsung mensejajarkan tinggi badannya dengan gadis kecil itu. ya siapa lagi jika bukan Putri Rein adik Chen Zu.


"Ohh hahaha apakah kau merindukanku?" tanya Yuan Lin dengan mengelus sayang kepala putri Rein.


"Tentu saja kakak cantik. ayo kita bermain." kata Putri Rein dengan menarik tangan Yuan Lin.


"Sebentar dulu apakah kau sendiri saja? dimana ayah dan ibumu?" tanya Yuan Lin


"Tak tahu..." jawab putri Rein


"Bukankah tadi kau bersama ayah dan bunda. lalu kemana mereka?" tanya Chen Zu dengan herannya.


"Tak tahu." jawab putri Rein lagi


"Hmm baiklah-baiklah. yasudah kita akan bermain sebentar karena setelah itu aku masih ada urusan." kata Yuan Lin yang membuat putri Mei kegirangan.


Mereka pun bermain sebentar di taman istana. jika tidak ada yg mengerti siapa mereka tentu saja akan mengira jika mereka adalah pasangan suami istri karena memang saat ini mereka benar- benar seperti sebuah keluarga yang bahagia.


Tak jauh dari tempat mereka berada ada ratu Qinan Xia dan raja Ruxi Zu yang melihat hal tersebut. ratu Qinan Xia hanya bisa tersenyum manis saja. dan tentu saja dalam senyuman tersebut ada sebuah harapan besar tapi segera raja Ruxi Zu menghentikan pikiran konyol istrinya itu sehingga membuat ratu Qinan Xia di buat kesal bukan main.


"Kenapa kau selalu menggangguku hah." seru ratu Qinan Xia dengan kesalnya.


"Sudah berapa kali aku bilang jangan memikirkan hal-hal aneh itu. kenapa kau terus saja melakukannya." kata raja Ruxi Zu dengan mengingatkan lagi istrinya.


"Ck.... apakah kau tidak melihat bagaimana harmonisnya keluarga itu. aaahhh aku menjadi teringat saat-saat dimana kita masih seperti itu hahaha." kata ratu Qinan Xia dengan tersenyum manis dan tersipu malu.

__ADS_1


"Oh iya benar juga yang kau bilang." ujar raja Ruxi dengan membenarkan ucapan istrinya.


Tak di sangka di belakang mereka sudah berdiri kaisar langit dan permaisuri Zinsy. mereka berdua hanya saling pandang saja mendengar ucapan pasangan suami istri yang tak lagi muda itu.


Ekheemm ekheemm...


Sebuah suara deheman membuat kedua orang itu terkejut dan menoleh. dilihatnya kaisar langit dan istrinya tengah menatapnya dengan tersenyum kecil sehingga membuat keduanya tersenyum canggung.


"Jika saja iya aku juga akan senang tapi kau tau sendiri bukan siapa laki-laki yang di cintai putriku." kata kaisar langit.


"Hemm aku sudah tahu. tapi kapan putrimu akan menikah kaisar?" tanya raja Ruxi Zu dengan tersenyum kecil.


"Ahh itu ya aku tersenyum keputusan putriku saja." ujar kaisar langit.


Seketika rasa bersalah dan menyesal pun muncul di benak kaisar langit. bagaimana dia sangat membenci raja neraka dan semua yang berkaitan dengan kerajaan neraka. dia pun akhirnya memutuskan agar besok atau secepatnya dia bisa bertemu dengan raja neraka yang adalah sahabathya sejak lama.


Pendengar penuturan kaisar langit membuat permaisuri Zinsy tersenyum manis dan hanya mengangguk saja menyetujui permintaan kaisar Langit.


Putri Mei pun hanya mengangguk saja. kemudian mereka mencari keberadaan ratu Qinan Xia tapi wanita itu justru sudah menghampirinya lebih dulu.


"Bagaimana apakah sekarang rasa rindumu pada Lin Lin jiejie mu sudah terobati." tanya ratu Qinan Xia dengan tersenyum manis.


"Belum " jawab putri Mei dengan tersenyum lucunya.


Keduanya pun hanya bisa saling pandang saja melihat bagaimana kedekatan Yuan Lin Dan putri Rein. akhirnya merekapun pun membawa putri Rein untuk kembali tak lupa juga mereka berpamitan pada kisaran langit dan permaisuri Zinsy.


Melihat jika laki-laki baru yang menjadi pujaan hatinya ingin kembali membuat putri Mei langsung berlari menghampiri Chen Zu. gadis tidak tahu malu itu malah berhenti tepat di depan Chen Zu kemudian tersenyum manis untuk menunjukkan betapa cantiknya dia.

__ADS_1


Bukan cantik tapi justru malah sebaliknya. Chen Zu yang tidak tahu siapa gadis yang tiba-tiba berdiri di depannya itupun hanya melihatnya saja dengan heran dan juga bingung kenapa ada gadis yang menghalangi jalannya.


"Emm apakah kau pangeran Chen?" tanya Putri Mei dengan tersenyum malu.


"Siapa kau kenapa kenapa tiba-tiba menghalangi jalanku?" tanya Chen Zu dengan herannya.


"Aku putri Mei. kau bisa memanggilku Mei'er." Jawab putri Mei dengan tersenyum malu.


Tidak ada reaksi apapun dari Chen Zu yang ada laki-laki itu justru menatap putri Mei dengan bergidik kemudian hanya mengangguk pelan dan berjalan pergi meninggalkannya.


Melihat apa yang di lakukan Chen Zu membuat putri Mei hanya bisa tersenyum canggung saja tapi di dalam hati dia benar-benar kesal sekali.


"Bagaimana bisa dia mengabaikan diriku seperti ini." gerutu putri Mei dengan kesalnya


"Ada apa kenapa kau terlihat sangat kesal sekali." tanya seseorang yang membuat putri Mei terkejut.


"Ahh Lin...hahaha tidak bukan apa-apa tadi hanya tersandung batu sialan ini." ujar putri Mei dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau ini aneh sekali." ucap Yuan Lin yang kemudian berlalu pergi.


Putri Mei pun semakin kesal mendengar ucapan Yuan Lin. dia menghentakkan kakinya dan juga berlalu pergi dari sana. ya dia mengejar Chen Zu. sungguh gadis yang tidak tahu malu.


"Sebentar tunggu dulu." teriak putri Mei tapi tak di hiraukan oleh Chen Zu justru laki-laki itu pura-pura tidak mendengar teriakkan putri Mei.


"Tunggu..." teriak putri Mei yang menahan tangan Chen Zu tapi langsung di tepis kasar oleh laki-laki itu.


"Ah ya ma maafkan aku. a aku ti tidak sengaja." ucap putri Mei ketika melihat tatapan tajam dan nyalakan khas Chen Zu. dia belum pernah melihat tatapan seperti itu sebelumnya tapi ini benar-benar membuatnya ketakutan.

__ADS_1


Tanpa mengatakan apapun lagi Chen Zu justru berlalu meninggalkan putri Mei yang saat ini masih diam mematung tapi seketika sebuah senyuman manis menghiasi wajah gadis itu.


"Itu memang menakutkan tapi entah kenapa aku malah semakin tertarik untuk mendapatkannya...emm baiklah kita tunggu saja nanti aku akan menyiapkan rencana dulu sekarang " ucap Putri Mei dengan tersenyum kecil.


__ADS_2