Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Rencana (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

setelah memberikan pelajaran pada Wu Xun Chen Zu pun bergegas pergi. dia ingin menemui putri Mei dan melihat bagaimana kondisinya sekarang. sementara Wu Xun yang sudah tidak dalam pengaruh kekuatan pengendali tubuh ia langsung saja ambruk karena merasakan jika semua bagian tubuhnya lemas tak bertenaga.


"Brengsekk!!! aku akan membalasmu suatu saat nanti. kau lihat saja baji****. sekarang aku tak jauh berbeda dari sampah. sialannn kau Chen Zu." umpat Wu Xun dengan marahnya.


Dia pun mencoba sekuat tenaga untuk berdiri dan akhirnya berhasil. dengan tertatih-tatih ia berjalan kembali ke kediamannya. sesampainya di depan kediamannya beberapa anggotanya yang melihat bagaimana kondisi ketua mereka pun langsung berlari menghampirinya


"Ketua apa yang terjadi?" tanya salah seorang pria


"Tidak ada. minggir aku ingin masuk." bentak Wu Xun yang tak ingin siapapun tahu bagaimana kondisinya saat ini.


Ya dia tidak akan sebodoh itu untuk memberitahu pada semua anggotanya jika sekarang ini dia sama halnya seperti sampah. dia khawatir jika dia tidak akan menjadi pemimpin lagi dan akan banyak orang yang menghinanya Karena tidak memiliki kemampuan apapun.


"Ada apa dengan ketua kenapa dia terlihat sangat aneh."


"Entahlah tapi ku rasa ketua terlibat pertarungan yang kuat sehingga kondisinya menjadi seperti itu."


"Ya kau benar mungkin saja seperti itu. sudahlah lebih baik kita lanjutkan tugas kita saja sebelum ketua memarahi kita. kau tahu bukan apa yang akan dia lakukan jika sedang marah atau kesal pada orang lain."


Merekapun bergegas pada tugas masing-masing dan tidak menghiraukan lagi apa yang terjadi pada Wu Xun. sedangkan di dalam kamarnya Wu Xun tengah menggila dia melemparkan apapun yang ada di dalam kamarnya hingga kondisi kamarnya benar-benar berantakan dan tidak layak di katakan kamar

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa mengembalikan kekuatan ku dalam waktu dekat. aku tidak mau jika semua orang tahu apa yang sudah terjadi padaku apabila dengan kekuatan ku yang sudah hilang." kata Wu Xun dengan frustasi.


Diluar kamar tidurnya beberapa orang yang tengah berlalu lalang pun nampak terkejut dan juga bingung karena mendengar suara dari dalam kamar ketua mereka namun mereka tidak berani bertanya langsung ketika Wu Xun dalam kondisi marah.


"Semoga saja Mei'er baik-baik saja. jika sampai terjadi sesuatu pada keponakan ku aku bersumpah tidak akan mengampuni Chen sialann." seru Wu Xun.


Disisi lain , tepatnya di sebuah tempat tersembunyi milik Chen Zu seorang gadis dengan kondisi sangat memprihatinkan tengah duduk bersandar Diding. rambut serta pakaiannya sangat berantakan. dia memeluk lututnya dan terus saja menangis sesenggukan kadang juga dia tertawa kecil seperti orang gila. Ya dia adalah putri Mei.


Tak berselang lama datanglah Chen Zu yang muncul secara tiba-tiba sehingga membuat putri Mei terkejut dan dengan reflek langsung mengambil batu dan melemparkannya ke arah Chen Zu. dia terlihat sangat ketakutan sekarang.


"Jangan mendekatiku hah!" seru Putri Mei dengan tatapan tajamnya.


Chen Zu yang melihat hal itupun heran dengan tingkah putri Mei. dia belum tahu jika putri Mei mengalami depresi dan tekanan sehingga sedikit demi sedikit mempengaruhi akal sehatnya.


"Apakah kau sudah gila? secepat ini?!!" kata Chen Zu dengan tidak percayanya. dia mengatakannya seperti orang yang tak berdosa tapi baginya tidak masalah karena siapapun yang sudah membuat masalah akan mendapatkan hukuman darinya jika tidak secara langsung itu akan perlahan-lahan tapi pasti akan terjadi.


"Ku bilang jangan mendekatiku hiks hiks...." seru Putri Mei dengan ketakutan. dia kembali memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya disana.


"Ck lemah sekali. tapi ini pantas dia dapatkan. karena kau sudah gila dalam waktu dekat ini hukumanmu aku sudahi dan sebelum kau ku kembalikan ke asalmu kau harus bermalam dulu dan kembali bersenang-senang dengan pria-pria pujaan mu itu." kata Chen Zu yang membuat Putri Mei semakin gemetar ketakutan.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itupun dia pergi meninggalkan putri Mei dan lagi-lagi lima pria yang membuat hidup putri Mei berubah datang lagi. gadis itu menangis ketakutan tapi tidak di hiraukan oleh kelima orang tersebut justru mereka malah semakin bersemangat.


Dilain tempat tepatnya di kerajaan neraka, kaisar langit, permaisuri Zinsy dan Xi Shen tengah berbicara serius tapi mereka juga kadang-kadang tertawa terbahak-bahak entah apa yang sedang mereka bicarakan.


"Tentu saja ini akan menjadi kabar yang sangat menggembirakan. bukankah mereka berdua adalah kekasih jadi tidak mungkin jika mereka akan menolak keinginan kita bukankah begitu." kata permaisuri Zinsy dengan tersenyum manisnya.


"Benar sekali. itu akan membuat daerah kekuasaan kita menjadi lebih besar lagi." kata Xi Shen yang langsung mendapatkan tatapan sengit dari kaisar langit dan istrinya.


"Ahh i iya Bu bukan begitu maksudku. tentu saja itu akan membuat pertemanan kita menjadi lebih erat lagi dan menjadi lebih dari seorang saudara begitu maksud ku." ujar Xi Shen dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta menyelipkan sebuah senyum canggung pada mereka berdua.


"Jika kau menaruh maksud terselubung dalam hal ini aku benar-benar akan menghukum mu dengan tanganku sendiri.' kata kaisar langit dengan mengancam


"Astaga... bagaimana bisa kau berfikir aku adalah orang yang seperti itu. tentu saja tidak. aku memang sedari awal bertemu dengan cucumu aku sudah memilki rada ketertarikan tersendiri padanya dan aku bermaksud untuk membicarakan hal ini pada raja Zhi. tapi takdir memang sangat luar biasa tak tahunya justru dia adalah cucumu." ujar Xi Shen dengan tersenyum


"Ya seperti itu. jadi kapan kita akan mengadakan pertemuan lagi." tanya kaisar langit pada Xi Shen.


"Secepatnya." jawab Xi Shen


"Tapi suamiku jika aku boleh mengusulkan lebih baik masalah kita bahas setelah putri kita menjadi penerusmu. bukankah rencana itu sudah lama kau pikirkan. itu juga akan lebih baik bukan. apa kata orang tentang putri kita, calon suaminya adalah seorang raja neraka lalu dia hanyalah seorang putri kaisar langit ahhh aku tidak mau itu terjadi. sebelum ke tahab selanjutnya kau harus menjadikan putriku penerus mu lebih dulu." kata permaisuri Zinsy.

__ADS_1


"Ya aku juga berencana seperti itu Zin'er. lebih baik putri kita menjadi pemimpin lebih dulu dan aku bisa mempunyai banyak waktu bersamamu." kata Kaisar langit dengan mencolek dagu istrinya


__ADS_2