
Malam ini bulan bersinar dengan terangnya. di bawah sinar rembulan seorang gadis menatap ke arah langit dengan seksama. sembilir angin dingin tidak membuat gadis itu beranjak dari atas pohon. Ya siapa lagi jika bukan Yuan Lin.
Sesekali ia menghela nafasnya mengingat takdir hidupnya seperti ini. ia memandangi bulan dengan pikiran yang sudah tidak karuan. hingga tiba-tiba saja ingatan tentang masalalu dengan sang kekasih terlintas di bayangannya.
"Kenapa tiba-tiba aku sangat merindukanmu Zhan. andai saja sekarang kau ada disini, aku ingin menceritakan semua yang sudah terjadi padaku. aku ingin melihat senyuman mu lagi Zhan." gumam Yuan Lin dengan air mata yang tiba-tiba terjatuh begitu saja namun seketika di tepisnya dengan kasar.
"Ck memalukan sekali mengapa aku harus menangis. hufffttt...." ucap Yuan Lin dengan menghela nafasnya lagi.
Di lain sisi seorang laki-laki tengah termenung dengan menatap lurus ke depan. ia tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi. ia sangat merindukan gadisnya. sosok wanita yang sangat keras kepala tapi begitu menyayanginya.
Ia ingin kembali bersama-sama dengan gadisnya. tapi entahlah dia masih bisa bertemu dengan gadisnya lagi atau justru dia tidak akan bertemu untuk selamanya.
"Takdir ini sangat lucu." gumamnya kemudian menatap langit.
Tak terasa hari pun sudah pagi. Yuan Lin membersihkan diri dan mengganti pakaiannya kemudian ia segera pergi menuju kekaisaran Liu. Tak butuh waktu lama kini dia sudah sampai di depan tempat tersebut. dengan menunduk hormat penjaga pintu itu membukakan pintu dan mempersilahkan Yuan Lin untuk masuk.
Sesampainya di dalam ia kembali di sambut oleh pemilik tempat itu yang tak lain adalah Sui San dan istrinya. mereka menyambutnya dengan senyuman manis. tentu mereka sangat senang berbisnis dengan Yuan Lin Dan tentunya mereka akan memperlakukan Yuan Lin dengan sangat baik karena Yuan Lin sekarang adalah pelanggan VIPnya.
"Selamat pagi nona." kata Sui San dengan menyapa Yuan Lin.
Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitarnya dan bertanya pada Sui San.
__ADS_1
"Bagaimana apakah kau sudah menyiapkan semua budak itu sesuai dengan permintaan ku?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja nona mari ikut dengan saya." kata Sui San yang membuat Yuan Lin mengikutinya.
Mereka menuju ke ruangan yang sangat luas dan saat sampai di dalam, Yuan Lin di suguhkan dengan lautan manusia. melihat kedatangan seseorang membuat mereka semua langsung menoleh dengan ketakutan.
"Apakah ini?" tanya Yuan Lin
"Benar sekali nona. Kalian semua!! sekarang nona ini adalah tuan kalian. dan kalian tidak akan disini lagi melainkan akan ikut dengan nona ini. jangan membuat masalah atau hal-hal lain yang membuat nona ini akan marah." Kata Sui San pada 6000 orang yang kini ada di depannya.
"Sebelumnya namaku adalah Yuan Lin kalian bisa memanggilku Lin Lin saja. aku membeli kalian semua karena aku ingin membuat pasukan khusus yang hanya dimiliki diriku. Tidak perlu khawatir aku sudah menyiapkan semuanya. aku pastikan setelah ini kalian akan hidup tercukupi dan sebagai gantinya kalian harus menjadi kuat. tapi ingatlah satu hal jika ada yang berani bermacam-macam denganku atau berkhianat saat itu juga kepala kalian akan terpisah dari tubuh kalian. apa kalian mengerti." kata Yuan Lin di sertai aura yang membuat mereka semua ketakutan begitupun Sui San dan istrinya yang hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.
Yuan Lin mengeluarkan satu karung koin emas yang membuat semua orang terlonjak kaget dengan kemunculan tiba-tiba ribuan keping koin emas.
Sui San dan istrinya tidak bisa berkata-kata apapun mereka memegangi koin emas itu dengan tangan gemetaran hingga tepukan di bahunya membuat ia kembali terkejut kemudian menoleh.
"Bagaimana apakah masih kurang. jika masih aku akan memberikannya lagi." kata Yuan Lin
Tentu saja Sui San tidak bisa berkata-kata. lidahnya seakan kelu tidak bisa di gunakan untuk bicara melihat satu karung yang berisi koin emas.
"I ini sangat banyak nona. harga yang saya tawarkan tidak sebanyak ini." ucap Sui San dengan terbata.
__ADS_1
"Suamiku apakah aku sedang bermimpi saat ini. apakah di depan kita benar-benar kepingan koin emas?" tanya istri Sui San.
"Ahh begitu ya. tapi tidak masalah ini harga yang ku tahu dan jika lebih, maka ambil saja untukmu karena kau sudah menyiapkan mereka semua untukku." kata Yuan Lin.
"Tapi apakah kau sudah memastikan jika jumlahnya 6000 orang?" tanya Yuan Lin.
"Sudah nona. seperti yang nona inginkan." jawab Sui San yang membuat Yuan Lin mengangguk
"Baiklah kalian semua sekarang ikuti aku. ingat jangan ada yang berani kabur atau jika tidak maka kepala kalianlah yang akan menjadi korbannya." kata Yuan Lin dengan nada bicara penuh ancaman.
Semua orang yang merupakan budak itu mendengar apa yang di katakan Yuan Lin tentu tidak percaya. bagaimana mungkin seorang gadis akan membawa mereka apalagi menghidupi mereka.
"Aku tidak akan ikut denganmu. kau hanyalah pembohong besar yang sedang menggunakan topengnya. aku yakin apa yang kau katakan tadi hanyalah omong kosong. kalian semua dengarkan aku, gadis gila ini hanya menipu kita saja. jika kita ikut dengannya, dia akan menjadikan kita budak bahkan perlakuannya lebih kejam dari pada sebelumnya.". teriak salah satu budak pria yang menatap Yuan Lin dengan penuh kebencian.
Yuan Lin pun berbalik dan menatap satu pria itu dengan dinginnya.
"Apakah kau yakin dengan apa yang kau katakan? kau tidak ingin ikut denganku?" tanya Yuan Lin dengan dinginnya.
"Gadis gila seperti mu lebih pantas untuk mat...." ucapan pria itu tiba-tiba berhenti bersamaan dengan kepala yang menggelinding di atas lantai.
Brugghh...
__ADS_1
Tubuh pria itu ambruk serta kepalanya berada di bawah kaki Yuan Lin . satu kaki Yuan Lin di letakkan di atas kepala itu dengan tangan yang memegang pedang di arahkan ke bawah. semua orang yang melihat hal itupun gemetaran bukan main. mereka tidak melihat kapan Yuan Lin melayangkan pedangnya pada pria itu.
"Aku tidak main-main dengan ucapanku. siapapun yang tidak menuruti perintah ku akan bernasib sama. dengannya." kata Yuan Lin dengan dinginnya di sertai aura membunuh sehingga membuat beberapa orang hampir pingsan.