Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Apakah Harus Berpura-pura Mencintainya?? (LPT S2)


__ADS_3

Tanpa berkata-kata lagi Niken langsung memeluk laki-laki itu yang membuat laki-laki itu terlonjak kaget. ia di buat berkeringat dingin dengan perlakuan Niken yang sangat tiba-tiba.


"A apa yang kau lakukan?" ucap Zein dengan gugupnya.


"Jangan tinggalkan aku lagi Zhan." ucap Niken dengan nada yang cukup pelan.


Zein pun melepaskan pelukannya dari Niken dan menatap gadis itu dengan seksama. ia tentu bingung dengan perlakuan Niken yang tiba-tiba seperti itu apalagi sedari tadi gadis itu terus memanggilnya Zhan.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Zein pada Niken.


"Aku baik-baik saja. tapi aku tidak tahu jika kau juga akan terlempar ke dunia ini bersama denganku." jawab Niken yang membuat Zein tidak mengerti dengan ucapannya.


"Ahh hahaha rupanya kau sedang bercanda denganku ya. mana mungkin aku di lemparkan aku memang selalu berada di sini. kau ini ada ada saja." ujar Zein dengan terkekeh pelan yang membuat Niken menatapnya dengan seksama.


"Apakah kau ingat tadi kita sedang dalam pertarungan." kata Niken yang kembali membuat laki-laki tertawa.


"Ya ya aku memahaminya. mungkin saja setelah kau sangat lama sekali tertidur kau selalu bermimpi menjadi seorang kesatria hahaha. sudah sudah kau minum dulu obatnya." kata Zein dengan menyerahkan dua pil dan satu gelas berisi air putih.


"Apakah dia bukan Zhan? tapi mengapa wajahnya sangat mirip dengannya. apa mungkin dia hanya mirip saja wajahnya namun ia adalah orang lain." batin Niken


"Aku minta maaf." ucap Zein yang membuat Niken menatapnya.


"Sudahlah itu juga sudah terjadi. kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri." ujar Niken .


"Tapi bagaimana bisa kau menjadi seperti sekarang bukankah kau dulu sangat ahhh seperti itulah." kata Niken dengan bertanya.


"Ah hahaha itu ya. mungkin karena aku merasa bersalah padamu. aku memaksa diri untuk berubah. kau tahu sendiri sejak dulu aku tidak pernah menginginkan menjadi seorang dokter tapi setelah kecelakaan yang menimpa mu aku merasa bersalah dan aku berfikir ingin merawatmu sendiri jadi aku meneruskan kuliahku dan mengambil jurusan kedokteran." jawab Zein.


"Untuk apa yang aku katakan padamu waktu itu lupakan saja anggap saja itu hanya sebuah lelucon yang aku lakukan untuk menghibur mu." lanjutnya lagi yang membuat Niken merubah ekspresinya

__ADS_1


Entah mengapa ketika Zein mengatakan hal itu tiba-tiba hatinya bereaksi. mungkin karena pemilik tubuh ini juga menyimpan sedikit rasa untuk laki laki ini karena itu membuat hatinya sedikit tersentuh.


"Zhan." ucap Niken yang membuat Zein menoleh.


"Kenapa dari tadi kau selalu memanggilku dengan nama depanku. biasanya kau selalu memanggilku si cupu, kutu buku, si jelek atau kau juga sering memanggil ku Zein." kata Zein yang terlihat heran.


"Karena wajahmu mengingatkan ku pada kekasihku." jawab Niken yang membuat Zein bingung.


"Kekasihmu?" tanya Zein dengan bingung.


Seketika Niken sadar dengan ucapannya. mana mungkin Zein akan percaya jika saat ini jiwa yang ada di tubuh Niken bukan jiwa Niken melainkan jiwa orang lain.


"Lupakan saja." ujar Niken yang tak ingin membahas masalah ini.


"Jadi itu alasannya dia tidak ingin menjalin hubungan denganku. hufffttt tidak masalah setidaknya aku sudah menebus kesalahan ku karena merampas masa mudanya." batin Zein dengan tersenyum kecut.


Mendadak wajahnya menjadi murung. dia memaksa untuk merubah hidupnya hanya demi gadis yang dia cintainya. ia tidak memikirkan bagaimana sulitnya untuk mencapai semua ini. ia juga tidak pernah mengeluh sama sekali.


"Baiklah aku mengerti." ucap Zein dengan senyum yang di paksakan.


"Apa aku salah bicara kenapa dia terlihat sedih." batin Niken.


"Zein." panggil Niken.


"Hmm kau butuh sesuatu?" tanya Zein


"Jangan pergi." kata Niken yang membuat Zein menatapnya dengan dalam.


"Bukankah kau sudah memiliki kekasih. jadi tugasku sudah selesai. oh iya dimana ponsel mu aku akan menghubungi kekasihmu agar menemanimu disini." kata Zein dengan tersenyum manis namun Niken bisa melihat jelas jika laki-laki itu tengah kecewa padanya.

__ADS_1


Entahlah apa lagi yang harus dikatakan Niken. jika ia mengatakan yang sebenarnya bisa saja dia akan di anggap gila oleh Zein namun jika tidak laki-laki itu akan salah paham dengannya.


"Bagaimana aku mengatakannya padamu." ucap Niken dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Zein.


"Entahlah tapi jika aku mengatakannya kau akan menganggapku gila setelah ini." jawab Niken yang membuat Zein menaikkan alisnya.


Zein hanya menggeleng saja kemudian Niken menghela nafasnya kemudian mulai bercerita bagaimana bisa dia terdampar di disini dan menempati tubuh gadis yang bernama Niken.


Benar saja bukannya mendengarkan justru laki-laki itu tertawa terbahak mendengar cerita Niken.


Niken pun hanya menatapnya dengan datar saja. kenapa juga dia harus menceritakannya jelas-jelas dia sudah tahu apa yang akan di lakukan laki-laki di depannya setelah mendengar ceritanya.


"Sudah tertawanya?" tanya Niken dengan datarnya.


"Belum hahaha. kau benar-benar bermimpi menjadi seorang putri kaisar dan bertarung kemudian berakhir disini. oh ayolah itu hanyalah sebuah cerita saja. sekarang tidak ada kejadian seperti itu. itu sangat tidak masuk akal." kata Zein yang masih tertawa.


"Aku mencintaimu Zein." kata Niken yang membuat Zein menghentikan tawanya dan menatap Niken dengan seksama


"Apa yang kau katakan?" tanya Zein yang ingin memastikan jika pendengarannya tidak bermasalah.


"Aku mencintaimu Zhanie Zein." kata Niken dengan suara tegasnya.


"Hah kau serius!!" seru Zein dengan terkejut.


"Ck maumu sebenarnya apa. aku mengatakan kebenaran kau anggap bercanda, aku mengatakan lelucon kau anggap serius." cibir Niken.


Zein hanya bisa tersenyum canggung saja mendengar itu. ia pikir jika ucapan Niken adalah benar adanya tapi justru gadis itu mengatakan jika itu hanya lelucon saja.

__ADS_1


"Sudahlah aku akan menyelesaikan tugasku dulu. minum obatmu dan jangan lupa kabari kekasihmu agar kesini menemanimu." kata Zein kemudian keluar dari ruangan Niken.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang. laki-laki itu menyimpan cinta yang sangat dalam pada gadis ini. apakah aku harus berpura-pura mencintainya juga." gumam Niken dengan bingungnya.


__ADS_2