Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Pertemuan Penting (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Kini di istana kaisar langit tengah mengadakan pertemuan antara para petinggi kerajaan dan para dewa. kaisat langit ingin membicarakan masalah pemindahan kekuasaannya atas nama Yuan Lin Kate dia sudah lelah mengurusi semua Maslaah sayang berkaitan dengan masalah politik kerajaan.


Mendengar apa yang di katakan kaisar langit tentu saja membuat para petinggi terkejut tapi mereka tetap tidak bisa melakukan apapun karena itu sudah menjadi keputusan kaisar langit sendiri lagi pula orang yang akan menggantikannya juga merupakan keturunannya sendiri.


Tapi tetap saja mereka tidak bisa membiarkan begitu saja apalagi Yuan Lin masih tergolong orang baru dan mereka belum tahu bagaimana kemampuan Yuan Lin dan sikapnya karena itu ada beberapa petinggi kerajaan yang secara tidak langsung menolak0 keputusan tersebut.


"Aku sudah memutuskannya tidak ada yang bisa menolak jika pun ada kalian bisa mengundurkan diri dan angkat kaki dari sini." kata kaisar langit dengan tegasnya.


"Tapi kaisar bukan seperti itu yang kami maksud. untuk menjadi seorang pemimpin bukanlah sesuatu yang mudah untuk di emban oleh sembarang orang. dia harus memiliki kemampuan yang hebat dalam segala hal. bukan maksud saya mengatakan jika putri Yuan Lin tidak memiliki kemampuan dalam hal ini hanya saja kami harus melihat kemampuan yang di miliki putri Yuan Lin terlebih dahulu." kata dewa Pil pada kaisar langit.


"Kalian akan segera melihatnya. pertemuan kali ini cukup sampai disini." kata kaisar langit dengan tegasnya


Semuanya pun membubarkan diri. mereka tentu saja penasaran bagaimana kemampuan calon penerus kaisar langit apalagi ini adalah seorang wanita dimana seorang wanita di dunia tersebut sangat terpandang rendah jika tidak memiliki kemampuan yang hampir menyamai laki-laki.


.


.


.


Tak terasa hari sudah berganti. pagi ini kaisar langit akan kedatangan tamu penting dari kerajaan neraka, Ya siapa lagi jika bukan Xi Shen dan raja Zhi Qing yang akan berkunjung ke kerajaan langit. mereka tentu saja bukan tanpa tujuan Karena akan ada pembicaraan serius antara keduanya.


Semua pelayan di istana juga tengah sibuk mempersiapkan penyambutan untuk kedatangan Xi Shen dan Zhi Qing. hingga tak berapa lama kemudian suara kaki kuda terdengar begitu nyaring membuat beberapa prajurit langsung berbaris rapi di depan gerbang. dan benar saja yang datang ada tamu penting kaisar langit.


Melihat bagaimana persiapan penyambutan yang di lakukan sahabatnya membuat Xi Shen hanya bisa menghela nafasnya saja. dia sebenarnya tidak terlalu suka dengan hal semacam itu tapi dia hanya memilih diam saja karena tidak ingin membuat sahabatnya kecewa.

__ADS_1


"Salam kaisar. raja neraka sudah tiba di istana langit." kata salah seorang prajurit yang melapor pada kaisar langit sehingga membuat pria itu langsung berdiri dengan penuh semangatnya dan ingin segera menemui sahabatnya itu


Di luar Xi Shen dan Zhi Qing tengah berjalan masuk. dari kejauhan terlihat seorang pria tengah berlari kecil bersama seorang wanita dan menghampiri mereka berdua.


"apakah kau sudah lama sampai disini " tanya kaisar langit pada Xi Shen


"Tidak. Kita baru saja sampai." jawab Xi Shen dengan tersenyum.


"Baiklah ayo masuk aku sudah menyiapkan jamuan makan untuk kalian berdua. oh ya aku akan memanggil putriku dulu. kalian pergilah bersama Kaisar aku akan menyusulnya nanti." kata permaisuri Zinsy yang di angguki oleh Xi Shen.


"Baiklah ayo..." kata kaisar langit dengan mengajak kedua tamunya masuk.


Disisi lain, saat ini Yuan Lin masih setia di alam mimpinya. dia lupa jika hari ini ada pertemuan penting yang juga melibatkan dirinya. tapi Yuan Lin ya tetap saja Yuan Lin, dia tidak akan bangun jika memang waktu tidurnya belum cukup kecuali ada orang yang menggangu waktu tidurnya.


Tentu saja hal itu membuat Yuan Lin terganggu dan terpaksa harus menyudahi mimpinya. dia bangun dan menatap pintu kamarnya dengan tatapan malasnya. dari luar terdengar suara cempreng wanita yang terus memanggil namanya.


"Ck kenapa pagi-pagi seperti ini ibu sudah menggangguku." gerutu Yuan Lin dengan berdecak kesal tapi kemudian dia beranjak dan membukakan pintu.


"Ada apa ibu kenapa pagi-pagi sekali sudah menggangguku." kata Yuan Lin dengan malasnya


"Astaga jadi kau baru saja bangun??!!! ibu pikir kau sudah bersiap-siap. apakah kau lupa jika hari ini ada pertemuan penting dan kau juga harus hadir disana." kata Permaisuri Zinsy yang membuat Yuan Lin mengingat-ingat


"Hmm ya aku lupa tapi aku baru saja Bangun dan belum melakukan apapun. apakah mereka sudah datang?' tanya Yuan Lin


"Sudah. cepatlah bersihkan dirimu aku akan membantu untuk meriasmu secantik mungkin." kata permaisuri Zinsy

__ADS_1


"Ahh tidak tidak aku bisa sendiri. ibu bisa pergi lebih dulu aku akan segera menyusulnya." kata Yuan Lin yang ingin langsung menutup pintunya tapi Permaisuri lebih dulu masuk sehingga membuat Yuan Lin hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Tidak. jika aku tidak menunggu disisi bisa jadi kau akan kembali tidur jadi aku akan tetap disini sampai kau selesai." kata permaisuri Zinsy


"Terserah ibu saja aku ingin membersihkan diri dulu " kata Yuan Lin dengan beranjak


Permaisuri Zinsy pun duduk di kasur sambil menunggu Yuan Lin selesai mandi. wanita itu juga menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh Yuan Lin dalam pertemuan tersebut.


Hngga tak berselang lama kemudian Yuan Lin keluar. dengan penuh antusias wanita itu menghampiri Yuan Lin dan Langsung menarik tangannya agar gadis itu duduk di depan meja rias.


"Aku bisa sendiri ibu tidak perlu seperti ini." kata Yuan Lin.


"Sudah diamlah kau hanya perlu menurut saja. kita tidak punya banyak waktu karena tidak baik membuat seorang tamu menunggu. jadi diamlah." kata permaisuri Zinsy yang membuat Yuan Lin hanya menghela nafasnya pasrah saja.


Wanita itu menyisir rambut Yuan Lin terlebih dahulu kemudian membiarkan rambut itu tergerai tapi tak lupa dia juga membuat sebuah konde kecil dimana satu hiasan berbentuk merak menempel disana.


Setelah semuanya selesai dia pun beralih untuk merias wajah Yuan Lin. sebenernya Yuan Lin ragu dengan hasilnya tapi jika dia menolak tentu itu akan membuat permaisuri Zinsy bersedih karena itu dia hanya bisa menurut saja.


"Selesai....wahhh kau terlihat sangat cantik putriku." kata permaisuri Zinsy dengan berdecak kagum dengan hasil polesannya itu


"mungkinkah aku sudah tidak mengenali lagi wajah ini." batin Yuan Lin dengan menelan ludahnya dengan kasar.


"Ada apa kenapa kau malah menutup mata. ayo buka dan lihatlah dirimu betapa cantiknya." kata permaisuri Zinsy yang membuat Yuan Lin perlahan-lahan membuka matanya dan juga ikut terperangah.


Riasan sederhana tapi itu terlihat sangat cantik di mata orang lain. Sekarang Yuan Lin percaya jika riasan permaisuri Zinsy adalah yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2