
Setelah menemui Wang Cung Li Yuan Lin tidak langsung pulang melainkan masuk ke dalam kedai untuk mengisi perutnya yang sudah sangat lapar. dia memesan pangsit, daging asap dan mie ayam setelah itu dia memakannya dengan sangat lahap.
"Hei lihatlah itu kan putri Yuan Lin kenapa cara makannya seperti itu." bisik salah satu pembeli yang melihat cara makan Yuan Lin yang menurutnya sangat tidak sopan
"Iya dia tidak seperti putri kaisar pada umumnya sangat berbeda dengan putri Jiang He yang sangat anggun."
Yuan Lin mendengar itu semua tapi dia tidak menghiraukan sama sekali. baginya hanyalah membuang-buang waktunya saja jika harus meladeni omongan orang-orang itu.
Disisi Lain selir Xu Qin sedang menuju ke sekte iblis merah. dia sungguh sangat kesal karena rencananya tidak berhasil dan Yuan Lin sampai sekarang masih hidup. orang-orang yang sedang berjaga pun langsung mempersilakan untuk masuk.
Setelah sampai di depan ruangan Wang Cung Li ia langsung mendorong pintunya dengan kasar sehingga membuat Wang Cung Li yang ada di dalam terlonjak kaget. ketika dua mendongak ia melihat selir Xu Qin yang tengah menatapnya dengan marah. dia sudah tahu jika wanita itu pasti akan menemuinya.
"Oh kau datang sayang." ucap Wang Cung li dengan tersenyum.
"Tidak usah mengalihkan perhatian kau pasti tahu aku datang kesini karena apa. bagaimana sampai sekarang gadis itu masih saja hidup apa kau tidak bisa menghabisinya." kata selir Xu Qin
"Tenanglah dulu sayang aku bisa menjelaskannya. waktu itu aku hampir membunuhnya tapi saat aku ingin mengarahkan pedangnya ke jantungnya ada seseorang yang datang dan membantunya oleh karena itu aku memutuskan untuk kabur karena dia jauh lebih kuat dariku. apa kau mau jika aku sampai tiada saat itu." jawab Wang Cung Li berbohong. tentu ia tidak mau jika wanita ini mengetahui semuanya. bahkan para ketua sekte iblis merah saja belum tahu jika sekarang dirinya tidak sekuat dulu.
"Seharusnya kau menghabisinya lebih dulu kau pasti terlalu lama bermain-main dengannya. ck kau ini payah sekali." ujar selir Xu Qin dengan kesalnya.
"Baiklah baiklah aku akan mencobanya lagi dan kali ini aku akan menyiapkannya dengan sangat matang agar aku tidak mengecewakan mu." ucap Wang Cung Li dengan tersenyum.
"Oh iya aku ingin bertanya padamu apakah surat yang aku berikan padamu itu kau masih menyimpannya?" tanya Wang Cung Li yang membuat selir Xu Qin menatapnya dengan heran.
__ADS_1
"Ada memangnya kenapa?" tanya Selir Xu Qin.
"Tidak ada aku hanya mengingatkan mu agar selalu menjaga surat itu jangan sampai orang lain mengetahuinya karena kemarin orang suruhanku mengatakan padaku jika ada seseorang yang mencurigakan masuk ke dalam kamarmu." kata Wang Cung Li.
"Bagaimana bisa kau tahu." kata selir Xu Qin.
"Aku diam-diam menaruh mata-mata untuk melindungi mu. jadi kau harus percaya jika aku benar-benar mencintai mu dari pada kaisar bodoh itu." ujar Wang Cung Li.
"Tapi apakah mungkin jika orang itu ingin mencari suratnya." ucap selir Xu Qin.
"Tidak ada yang tidak mungkin. jika kau mau aku bisa menyimpannya dan disini tentunya akan sangat aman." kata Wang Cung li yang membuat selir Xu Qin berfikir.
"Aku akan memeriksanya dulu." ujar selir Xu Qin kemudian pergi dari ruangan Wang Cung Li.
Yuan Lin sendiri nampak sangat luas dengan pencapaian yang Liao Shan lakukan. dugaannya benar Liao Shan merupakan salah satu jenius yang ada di kekaisaran Wei.
"Aku ingin meminta tolong padamu untuk mencari siapa orang-orang yang di temui selir Xu Qin dan jika ada yang mencurigakan kau tangkap dia dan serahkan padaku apa kau mengerti." kata Yuan Lin .
"Saya mengerti nona." ujar Liao Shan
"Ck jangan berbicara seformal itu padaku. panggil aku Lin Lin saja. aku tidak nyaman jika kau memanggilku seperti itu." kata Yuan Lin.
"Ba baiklah." ujar Liao Shan
__ADS_1
"Aku akan mengajarkan mu bagaimana caranya menjadi seorang mata-mata yang sangat handal." kata Yuan Lin yang membuat Liao Shan berbinar.
Yuan Lin mengajari Liao Shan dengan sabarnya. tak butuh waktu lama pemuda itu langsung paham dengan apa yang Yuan Lin jelaskan. dengan kekuatan yang dia miliki sekarang tentu dia akan dengan senang hati menerima apapun yang Yuan Lin.
"Baiklah aku akan memata-matai nya dan akan melaporkan apa saja dan siapa saja yang dia temui." kata Liao Shan dengan bersemangatnya.
Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian pergi dari sana. sekarang dia hanya perlu menunggu kabar apa saja yang akan di peroleh Liao Shan tapi tentu dia tidak akan berpangku tangan begitu saja.
Saat sampai di istana dia melihat putri Jiang He yang tengah mondar-mandir dengan wajah yang terlihat sangat gelisah. tentu Yuan Lin mengetahui apa yang sedang di pikiran gadis itu. Yuan Lin pun menghampirinya sehingga membuat putri Jiang He menatapnya dengan tidak sukanya.
"Ada apa kenapa wajahmu terlihat begitu gelisah?" tanya Yuan Lin.
"Itu hanya perasaanmu saja aku sedang tidak gelisah." jawab Putri Jiang He yang seketika merubah ekspresinya.
"Baiklah kalau begitu mungkin hanya perasaanku saja. jika kau perlu bantuan aku siap untuk membantumu." ujar Yuan Lin kemudian pergi.
"Apa aku harus memberitahunya. ahh itu tidaklah mungkin." gumam Jiang He .
Saat ini dia tengah bingung memikirkan bagaimana kedepannya setelah keadaannya yang seperti ini. dia tengah berbadan dua karena hubungan yang dia dan pangeran Kang Ming He lakukan malam itu.
"Aku akan meminta obat untuk menggugurkan bayi. Ya ini adalah jalan satu-satunya. aku tidak mau jika orang-orang tahu. ahh kenapa juga aku tidak berhati hati dan menganggap laki-laki benar-benar mencintai ku." ujar putri Jiang He.
Sedangkan saat ini Yuan Lin masih berada di balik tembok. dia diam-diam menguping apa yang di gumamkan putri Jiang He. tentu dia tidak akan membiarkan rencananya itu berhasil karena dengan begitu Yuan Lin akan membuat satu rencana lagi dan akan membuat semua orang terkejut.
__ADS_1