
Di lain sisi, Yuan Lin baru saja selesai membersihkan dirinya di tepi sungai. dia mencari ikan dan membakarnya untuk ia jadikan menu sarapannya pagi ini. setelah mendapatkan 4 ekor ikan berukuran besar dengan segera ia langsung membakarnya dan mulai memakannya.
Selesai dengan sarapannya ia segera pergi dari hutan itu dan menuju ke kekaisaran Liu untuk mencari tempat pembelian budak yang akan di jadikan sebagai pasukan khusus miliknya.
Beberapa saat kemudian sampailah ia di kekaisaran Liu dan segera mencari keberadaan tempat tersebut. ia bertanya pada orang yang di temui di jalan dan sekarang dia sudah berada di depan tempat itu.
"Ada apa kau kemari?" tanya penjaga pintu Dengan menatap datar ke arah Yuan Lin.
"Sebelumnya namaku adalah Yuan Lin. ku dengar disini tempat penjualan budak terbesar di seluruh kekaisaran. benarkah begitu?" tanya Yuan Lin.
"Benar ada keperluan apa kau kemari?" tanyanya lagi.
"Apa aku boleh bertemu pemiliknya saja?" tanya Yuan Lin yang membuat penjaga pintu tersebut menatapnya.
"Baiklah tunggu sebentar aku akan memanggilkannya." jawab penjaga tersebut dengan berjalan masuk.
Selang beberapa saat kemudian datanglah penjaga pintu tersebut dengan seorang pria yang di yakini Yuan Lin jika pria itu merupakan pemilik tempat ini.
"Dia yang ingin bertemu denganmu tuan." kata penjaga tersebut.
"Oh iya ada perlu apa sehingga nona ingin bertemu dengan saya?" tanya pria pemilik tempat itu.
"Sebelumnya maaf sudah mengganggu waktu tuan. tapi saya kesini ingin membeli budak apakah ada?" kata Yuan Lin.
"Tentu saja nona ada. berapa yang nona inginkan?" tanya pria tersebut.
__ADS_1
"Setidaknya siapkan 6000 orang, 5000 pria dan 1000 wanita. aku membutuhkan secepatnya." jawab Yuan Lin yang membuat pria tersebut tersedak ludahnya saking terkejutnya mendengar ucapan gadis itu.
"Hahaha a apakah nona sedang bercanda. itu jumlah yang sangat banyak harga yang harus nona bayar pun juga sangat mahal. apakah nona yakin ingin membeli sebanyak itu?" tanya pria itu yang hanya menganggap perkataan Yuan Lin hanyalah candaan semata
"Apakah kata-kata saya terdengar sedang bercanda?" tanya Yuan Lin dengan. suara dinginnya.
"Ahh ba baiklah saya mengerti. saya akan segera siapkan semuanya. tapi..." ucapan pria itu terpotong oleh Yuan Lin.
"Kau meragukan ku jika aku tidak bisa membayarnya?" kata Yuan Lin kemudian mengeluarkan 10 kantong koin emas dan di serahkan pada pria tadi.
"Itu hanya sebagian saja selebihnya akan aku siapkan nanti jika kau sudah benar-benar membawa mereka kesini." ujar Yuan Lin dengan menyerahkan 10 kantong koin emas itu pada pria tadi.
Tentu saja pria itu gemetaran melihat banyaknya kepingan koin emas di tangannya. sehingga ia pun hanya bisa menatap Yuan Lin dengan perasaan malunya.
"Baiklah setelah ini aku akan pergi dan mungkin dua hari lagi aku akan kembali dan membawa mereka." ujar Yuan Lin yang di angguki oleh Sui San.
"Baiklah." kata Sui San dengan penuh semangatnya.
Setelah Mengatakan hal itu Yuan Lin pun segera pergi. Sui San melangkah masuk dengan girangnya dan senyuman pun tidak pernah pudar sehingga membuat orang-orang yang melihat nampak heran.
Saat sedang dalam perjalanannya tiba tiba saja Yuan Lin merasakan aura kehadiran seseorang yang tidak asing baginya dan benar saja Beberapa saat kemudian di depan Yuan Lin sudah berdiri seseorang dengan tersenyum remeh ke arah Yuan Lin.
"Kita bertemu lagi gadis sombong." kata orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Mo Zue sang jenderal terkuat ketiga di kerajaan neraka.
"Ck itu hanya kebetulan saja. kenapa kau menghalangi jalanku? aku sedang banyak urusan jadi minggir lah." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
__ADS_1
"Wah, kau begitu sombong. kali ini aku tidak akan melepaskan mu begitu saja gadis sombong. aku akan mengakhiri kesombonganmu." kata Mo Zue dengan menyerang Yuan Lin.
Gadis itu hanya menghindarinya saja. terlintas dalam pikirannya jika sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengalahkan Mo Zue. ia juga merasa jika kekuatan Mo Zue tidaklah sekuat sebelumnya dan tentu itu akan menjadi kesempatan besar baginya karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan.
"Baiklah jika itu maumu aku tidak akan sungkan lagi untuk bertarung denganmu." ujar Yuan Lin yang mulai membalas serangan Mo Zue.
Dentingan suara pedang pun terdengar di hutan tersebut. Yuan Lin menggunakan teknik seribu pedang bayangan untuk melawan Mo Zue. serangan dengan kecepatan yang sangat mematikan tentu membuat Mo Zue kewalahan menghadapinya.
"Kau begitu pandai bermain pedang." kata Mo Zue di sela-sela pertarungannya.
Yuan Lin tidak menggubris perkataan Mo Zue ia terus menyerang dan menyerang sehingga membuat Mo Zue benar-benar tidak bisa menghadapi serangan Yuan Lin.
"Siall kenapa aku tidak bisa menghadapinya sekarang. sebagian kekuatan ku melemah. siall harusnya aku mengingat ini. dunia bawah sangat berbeda apalagi di siang hari seperti ini. aku harus pergi sebelum dia benar-benar mengalahkan ku." batin Mo Zue dengan memegang dadanya.
Yuan Lin yang mendengar itupun hanya tersenyum kecil saja. ia sudah tahu ini akan terjadi jadi sebelum dia bertarung dia sudah menciptakan kubah pelindung yang tidak akan bisa di tembus oleh siapapun bahkan raja iblis sekalipun.
Ketika Mo Zue melesat pergi meninggalkan Yuan Lin Dan belum cukup jauh tiba-tiba saja tubuhnya terpental mundur seperti ada yang memukul perutnya sehingga dia tersungkur sambil memegang perutnya.
"Siall apa yang ada di depan sana. kenapa aku tidak bisa keluar." ucap Mo Zue dengan berdiri.
Yuan Lin pun langsung tersenyum smirk melihat hal itu kemudian melesat menghampiri Mo Zue dan menyilangkan tangannya ke dadanya.
"Ada apa apakah kau tidak bisa keluar dari sini? tentu saja karena aku lebih cerdik darimu. tidak akan ada yang bisa menembus kubah ini sekalipun itu adalah raja iblis. jadi sekarang katakan kau mau mati dengan cara apa? aku sudah sangat muak melihat kekacauan yang sudah kau buat." kata Yuan Lin yang berhasil membuat Mo Zue marah sekaligus terkejut.
"Hahaha kau pikir aku percaya dengan mu begitu. akan ku buktikan jika aku bisa menghancurkannya." kata Mo Zue dengan penuh percaya diri
__ADS_1