
Zhi Qing membuka matanya dan melihat ke sekitarnya yang terasa sangat asing dia seperti sedang berada di sebuah tempat seperti kerajaan karena bangunannya sangat ciri khas. saat ingin bergerak dia merasakan ada sesuatu yang mengikatnya dan benar saja kaki dan tangannya di ikat.
"Arrgghh siaall apa-apaan ini." ucap Zhi Qing dengan berusaha melepas ikatannya. tapi semakin dia berusaha untuk melepaskannya ikatannya justru semakin kuat dan anehnya kekuatannya sama sekali tidak berfungsi.
"Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku." ucap Zhi Qing dengan bertanya-tanya.
Dia melihat ke sampingnya yang disana juga ada seseorang yang sedang dia cari, siapa lagi kalau bukan pangeran Meiuzo. dia bernafas lega walaupun sekarang dia tidak tahu ada di mana yang jelas ia masih berada di dalam air.
"Pangeran bangunlah." kata Zhi Qing dengan suara agak keras.
Pangeran Meiuzo mengerjapkan matanya dan melihat ke sekitarnya. sama seperti Zhi Qing tadi dia juga terkejut bagaimana bisa dia berada di sini dengan keadaan terikat.
"Raja aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku." kata Pangeran Meiuzo dengan paniknya
"Aku juga. apa yang sebenarnya terjadi dan dimana kita sekarang." kat Zhi Qing yang masih terus berusaha untuk melepaskan ikatannya.
Sebuah suara berat yang tiba-tiba muncul membuat keduanya menoleh ke arah yang sama. seorang pria perkasa dengan badan setengah ikan berdiri dengan gagahnya sambil menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Siapa kau?" tanya Zhi Qing dengan tatapan tidak bersahabat.
"Hahahaha." pria berbadan setengah ikan itu malah tertawa dengan kerasnya
"Poseidon." ucap pangeran Meiuzo dengan terkejutnya begitupun Zhi Qing
"Hahaha rupanya kau mengenalku anak muda. aihh aku penasaran bagaimana kau bisa sampai kesini karena itu sangat mustahil bagi seorang manusia biasa." kata dewa Poseidon
"Apa kau yang melakukan semua ini pada kami?" tanya pangeran Meiuzo tapi lagi-lagi dewa Poseidon hanya membalasnya dengan tertawa.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan? jangan bertele-tele dan cepat lepaskan kami karena masih ada tugas yang belum kami sampaikan." kata Zhi Qing dengan memberontak.
"Seberapa keras kau berusaha untuk membangkitkan Kekuatan mu, jika disini maka tidak akan berfungsi. ini dunia berbeda dari dunia kalian." kata dewa Poseidon yang membuat Zhi Qing frustasi tapi dia tidak akan putus asa begitu saja dengan semuanya yang sedang terjadi.
"Kami datang kesini tidak ingin mencari masalah dengan mu. kami hanya ingin menyelesaikan tugas kami hanya sebatas itu saja." kata pangeran Meiuzo
"Ya ya aku tau itu." kata dewa Poseidon yang akhirnya melepaskan ikatan mereka berdua.
"Terimakasih." ucap pangeran Meiuzo namun berbeda dengan Zhi Qing yang hanya mengangguk saja membuat dewa Poseidon heran
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Zhi Qing ketika melihat tatapan dewa Poseidon
"Kau masih saja arogan dan enggan berterimakasih kepada ku? ckck seharusnya aku tidak menolongmu dari monster gila itu." kata dewa Poseidon dengan pergi.
Keduanya pun mengikuti kemana perginya dewa Poseidon dan sekarang mereka sudah berada di ruangan dewa Poseidon.
"Katakan apa yang bisa aku bantu." kata dewa Poseidon tanpa basa-basi
"Kau mengenal ayahku?" tanya pangeran Meiuzo
"Tentu saja raja Ximen adalah sahabat baikku." jawab dewa Poseidon dengan tersenyum kecil
"Benarkah?? kau tidak sedang membohongi bukan." kata pangeran Meiuzo yang membuat dewa Poseidon berdecak kesal.
"Ternyata kau sama sepertinya. tentu saja jika tidak kenapa aku harus menolong kalian." jawab dewa Poseidon dengan ketusnya.
"Ayah memberiku sebuah teka-teki yang sulit untuk di pecahkan. setelah menemukan beberapa petunjuk tempatnya ada di disini di dasar samudera." jawab pangeran Meiuzo.
__ADS_1
Pangeran Meiuzo pun memperlihatkan kotak yang raja Ximen berikan padanya. dengan seksama dewa Poseidon menatap kotak itu kemudian menatap keduanya secara bergantian.
"Apa kau tahu sesuatu tentang simbol ini? tanya pangeran Meiuzo
"Ya, dan aku tahu dimana tempatnya." jawab dewa Poseidon.
Dewa Poseidon mengajak pangeran Meiuzo dan Zhi Qing menuju ke suatu tempat. jaraknya cukup dekat dengan kerajaan milik dewa Poseidon. hingga akhirnya kini mereka di suguhkan dengan pemandangan yang tak biasa.
3 air terjun menjulang tinggi yang saling bertemu di satu titik hingga membuat suatu aliran dengan uap yang mengepul berbau sangat harum dan menenangkan jiwa.
Keduanya di buat terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. hanya dengan mencium aromanya saja sudah membuat jiwa dan pikiran tenang apalagi jika berendam di dalam sana.
"Jangan berfikir hal yang tidak mungkin karena itu bisa mencelakakan diri kalian sendiri." kata dewa Poseidon dengan mengingatkan
"Aku harus kesana dan segera menemukan titik yang di maksud." kata pangeran Meiuzo dengan begitu antusiasnya.
"Hahaha kau sangat tidak sabar rupanya. kau lihat itu." kata dewa Poseidon dengan menunjuk ke depan sana dan muncul sesosok makhluk yang besar dan sangat panjang.
Keduanya di buat terkejut melihat penampakan di depan mereka. bagaimana tidak, seekor naga bewarna biru dengan sorot mata khas naga tengah menatap mereka dengan tajamnya.
"Aku memang membantumu tapi aku tidak akan mempermudah seseorang. aku membantumu sampai disini selebihnya kau yang harus berusaha sendiri melawan Moez." kata dewa Poseidon dengan tertawa kerasnya.
"Moez kau bisa bersenang-senang sekarang. tunggu apa lagi kau harus bisa mengalahkan naga milikku dulu agar bisa menemukan titik yang kau maksud." lanjutkan yang kembali tertawa seakan sedang menonton pertunjukan yang sangat lucu.
Moez ada naga milik dewa Poseidon yang sering ia jadikan kendaraan saat ada pertarungan. Moez meminta agar dia di tugaskan untuk menjaga 3 air terjun mata air dan dewa Poseidon mengiyakan asal kapanpun dewa Poseidon memanggilnya dia harus datang.
Pangeran Meiuzo pun dengan keyakinan penuh maju melawan Moez. walaupun dia tidak memakai kekuatannya namun dia yakin dengan senjata miliknya dia bisa mengalahkan naga itu.
__ADS_1
"Aku yakin aku bisa mengalahkan dan mendapatkan jawabannya." ucap pangeran Meiuzo dengan mantapnya.
"Pangeran mungkin kita harus berpisah disini aku juga belum menyelesaikan tugasku. jika aku berhasil aku akan menemuimu disini. ingat kita harus berhasil dan kembali dengan selamat." kata Zhi Qing dengan mengangguk penuh keyakinan begitupun juga dengan pangeran Meiuzo.