
Di dalam sebuah ruangan Yuan Lin tengah bertaruh nyawa demi kelahiran sang buah hatinya. keringat sebesar biji jagung sudah mengalir dengan derasnya, wajahnya terlihat pucat dan energinya benar-benar seperti habis.
Permaisuri zinsy tentu saja panik melihat hal itu. dia juga tengah menyalurkan energinya pada Yuan Lin namun dirinya juga hampir kehabisan tenaga alhasil hanya bisa menunggu kedatangan Zhi Qing yang tengah di panggil oleh pelayan.
Pintu terbuka dengan Zhi Qing yang langsung berlari menuju ke arah Yuan Lin dan mulai mentransferkan energinya pada Yuan Lin. perlahan-lahan wajah pucat Pasi Yuan Lin pun mulai berubah menjadi lebih hidup lagi.
"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja." kata Zhi Qing dengan mengecup kening Yuan Lin dengan lembutnya.
"Wanita itu...." ucap Yuan Lin dengan meringis kesakitan.
"Dia sudah berakhir tidak perlu khawatir. sekarang kau fokus pada putra kita saja aku akan membantumu. " ucap Zhi Qing yang membuat Yuan Lin lega dan mulai mengejan lagi.
Air mata sudah tidak bisa di tahan lagi Karena rasanya benar-benar sakit dan tidak bisa di bandingkan dengan hal apapun. sungguh perjuangan yang luar biasa yang pernah dia lakukan semana hidupnya.
Melihat bagaimana perjuangan istrinya membuat Zhi Qing juga tidak bisa menahan air matanya. dia menepis dengan kasarnya karena tidak mau ada yang tahu jika dia menangis.
"Aku tahu kau kuat sayang." ucap Zhi Qing yang terus menyemangati istrinya.
"Kepalanya sudah terlihat ratu. pelan pelan dan tarik nafas lalu mengejanlah." kata tabib istana
Yuan Lin mengejan dengan pelan. tangannya mencengkram tangan Zhi Qing dengan eratnya membuat laki-laki yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai ayah itu meringis kesakitan namun dia hanya membiarkan saja.
"Sedikit lagi ratu..." ucap tabib istana itu.
"Bisakah kau tenang dan berhenti mondar-mandir istriku." kata Kaisar langit yang pusing sendiri melihat apa yang di lakukan permaisuri zinsy.
"Bagaimana ini suamiku. aku sungguh tidak bisa tenang " ujar permaisuri zinsy.
"Semuanya akan baik-baik saja. sebentar lagi pasti cucu kita akan lahir." kata kaisar langit
__ADS_1
Beberapa saat kemudian pintu ruangan pun terbuka dan menampakkan Zhi Qing yang tengah menggendong seorang bayi mungil putih dan lucu.
"Apakah ini cucuku?" tanya permaisuri zinsy dengan senangnya
"Benar itu. tapi aku akan membawanya dulu karena seluruh istana ini bisa saja hancur jika dia masih disini." kata Zhi Qing yang membuat semuanya mengangguk.
Zhi Qing membawa putranya terbang tinggi ke udara. setelah di rasa jarak antara istana dan dirinya saat ini sudah sangat jauh barulah dia akan membiarkan putranya mengeluarkan tangisannya.
"Pangeran kecil sekarang kau bisa menangis sepuasmu disini." kata Zhi Qing
Zhi Qing masih menunggu suara itu sambil menatap wajah sang bayi yang masih terpejam. cukup lama dia menunggu akhirnya putranya pun membuka mata bulatnya dan menatapnya dengan lucunya.
"Aishh kenapa kau sangat lucu sekarang." ucap Zhi Qing yang langsung membuat putranya menangis dengan kerasnya.
seluruh istana langit di buat bergetar hebat dengan suara tangisan putranya. banyak orang terkejut dan mengira jika telah terjadi gempa di alam atas tapi nyatanya tidak seperti itu.
"Apalagi ini...." ucap pangeran Meuizo dengan berpegangan pada tembok.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu makhluk dengan taring panjang.
"Aku tidak tahu. ini aneh sekali." jawab rekannya.
Di alam bawah pun juga sama, semua kekaisaran nampak bersiaga jika sewaktu-waktu ada sesuatu yang akan terjadi yang mengancam keselamatan mereka.
"Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi!!" perintah kaisar Wei pada salah satu prajuritnya.
"Tetap waspada dan bersiap!" teriak pangeran Huang Hun.
"Ayah apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pangeran Huang Hun pada kaisar Wei.
__ADS_1
"Tidak hanya saja kenapa aku merasa senang dengan hal ini aneh sekali." jawab kaisar Wei yang tak paham dengan dirinya sendiri.
Di alam atas, Yuan Lin tengah meminum madu untuk mengembalikan tenaganya. dia juga sedikit bermeditasi karena semua tenaganya terkuras habis. sementara pangeran kecil tengah di mandikan. semuanya nampak bahagia mendengar kabar jika sekarang akan ada suara tangisan bayi..
"Kau duduk sebentar sayang." kata Zhi Qing yang langsung mentransferkan energinya lagi pada Yuan Lin.
"kultivasiku turun Zhan." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing hanya tersenyum kecil saja.
"Sudahlah jangan pikirkan itu, semua itu tidak penting. yang terpenting pangeran kecil kita sudah lahir. terimakasih sudah berjuang untukku dan putra kita kedepannya hidupku akan lebih berwarna lagi." ucap Zhi Qing dengan mencium Yuan Lin.
"dimana putra kita?" tanya Yuan Lin karena dia belum melihat sama sekali.
"Ratu pangeran sudah selesai mandi. Anda harus menyusui lebih dulu karena pangeran terlihat kehausan." ucap tabib istana dengan menggendong bayi mungil.
"Ahh iya benarkah. kau sangat tampan sayang. heii kau berbaliklah jangan melihatku saat sedang memberinya minum." seru Yuan Lin pada suaminya.
"Yaaa kau!! asal kau tahu aku sudah lebih dulu merasakannya dari pada kau!!" kata Zhi Qing yang entah kenapa dia merasa iri dengan putranya sendiri.
"Apa yang ku bicarakan hah!! jangan dengarkan ayahmu ayo minum. kau!!! berbaliklah." seru Yuan Lin dengan kesalnya.
"Tidak mau!! cepatlah lihatlah putra kita sudah kehausan." kata Zhi Qing dengan keras kepalanya.
Akhirnya mau tak mau Yuan Lin menyusui anaknya di depan Zhi Qing. dia meringis kesakitan saat mulut mungil itu mulai menyesapnya.
"Akhhhh apakah memang rasanya sakit seperti ini?" tanya Yuan Lin pada tabib istana
"Ya memang seperti itu ratu karena lidah bayi yang baru lahir memiliki tekstur yang kasar jadi akan terasa sakit. tapi lama kelamaan tidak akan sakit itu karena ratu baru pertama kali menyusui." jawab tabib istana.
"Tapi saat denganku dia tidak kesakitan malah seringkali mengeluarkan suara suara itu. aihhh aku tidak paham. aku akan tanyakan nanti malam saja." batin Zhi Qing
__ADS_1
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya