
"Sssshh siall kenapa ini tidak sembuh-sembuh. aku bahkan sudah menggunakan pil yang aku buat." ucap seseorang dengan memegang bahu kanannya yang terluka.
"Apa yang sebenarnya terjadi ketua kenapa anda tiba-tiba terluka seperti itu?" tanya Phai Ling salah satu orang kepercayaan pria bertopeng.
Karena tidak ada jawaban akhirnya Phai Ling memilih untuk diam atau jika tidak dia akan mendapatkan hukuman dari pria bertopeng.
Beberapa saat kemudian muncullah raja iblis yang membuat mereka berdua langsung memberikan hormat.
"Kau sangat lemah sekali, memalukan." kata raja iblis kemudian mengarahkan telapak tangannya dan muncullah sebuah sinar merah yang mengenai bahu pria bertopeng. pria itu memejamkan matanya menahan rasa sakit yang sedang di rasakan.
"Aku hanya mengurangi rasa sakitnya saja selebihnya aku tidak bisa menghilangkan sisanya karena aku tidak bisa mempelajari teknik itu." kata raja iblis .
"Terimakasih karena tuanku sudah membantu saya. saya sudah baik-baik saja." ujar pria bertopeng.
"Bagaimana apakah semua persiapan yang kau buat sudah sempurna?" tanya raja iblis.
"Hanya perlu mengumpulkan lebih banyak lagi pasukan. beberapa sekte aliran hitam juga memutuskan untuk bergabung dengan kita dan kita hanya perlu menunggu kabar dari mata-mata yang di kirimkan Duan Yao." jawab pria bertopeng dengan menjelaskan persiapan yang sudah mereka lakukan.
"Hahaha bagus. kumpulan lebih banyak lagi pasukan karena sebentar lagi dunia bawah akan menjadi kekuasaan ku." ujar raja iblis kemudian menghilang.
Saat ini Yuan Lin sedang berada di hutan. ia memperlambat jalannya karena merasakan kehadiran seseorang selain dia. saat ia mencoba mencari tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam melewati bawahnya karena saat ini Yuan Lin berada di atas pohon.
"Hah aku harus menghentikannya dan membuat dia berada di pihakku." ucap Yuan Lin dengan tersenyum menyeringai. tiba-tiba saja dia mendapatkan ide yang sangat bagus untuk hal ini. ia akan mencoba sesuatu yang sudah ia buat beberapa hari lalu.
__ADS_1
Dengan segera Yuan Lin langsung mengejar bayangan tadi dan berhenti tepat di depannya sehingga membuat orang yang Yuan Lin hadang pun berhenti dan menatap Yuan Lin dengan tajamnya. tapi ketika melihat siapa yang ada di depannya membuatnya langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi seramah mungkin.
"Ahh ternyata anda putri? ada apa mengapa putri menghentikan saya? apakah ada hal penting, karena saya sedang buru buru." tanya orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Wu Zhong.
"Ya sangat penting karena aku ingin kau berada di pihakku." jawab Yuan Lin yang membuat Wu Zhong nampak bingung.
"Apa yang putri maksud?" tanya Wu Zhong.
"Ck kau pura pura bodoh atau memang kau bodoh." kata Yuan Lin yang sukses membuat Wu Zhong marah namun tetap menahannya karena tidak mau rahasianya terbongkar di depan Yuan Lin.
"Saya tidak mengerti dengan apa yang putri katakan. jika tidak ada hal yang sangat penting saya pamit dulu." kata Wu Zhong yang tetap menjaga sikap di depan Yuan Lin walau saat ini ia ingin sekali memberikan pelajaran pada Yuan Lin karena sudah mengatakan dia bodoh.
Wu Zhong pun tanpa basa-basi langsung pergi meninggalkan Yuan Lin sementara gadis itu mengeluarkan sebuah jarum dan melemparnya ke arah Wu Zhong dan tepat mengenai tengkuknya sehingga membuat pria itu berhenti.
"Mohon maafkan saya. saya pantas di hukum." jawab Wu Zhong dengan menunduk yang membuat Yuan Lin tersenyum kecil melihat hal itu karena apa yang dia buat sangatlah berguna.
"Aku ingin kau menuruti semua perintahku jika aku menginginkannya tapi jika aku tidak menginginkannya maka kau akan kembali menjadi dirimu sendiri." kata Yuan Lin yang membuat Wu Zhong hanya mengangguk saja.
"Bagus ku tarik kata-kata ku yang mengatakan mu bodoh tadi." lanjutnya kemudian menjentikkan jarinya sehingga membuat Wu Zhong terlihat seperti orang linglung.
"Apakah ketua baik-baik saja?" tanya Yuan Lin yang membuat Wu Zhong terkejut.
"Ahh i iya saya baik-baik saja. apa yang sedang putri lakukan di hutan seperti ini?" tanya Wu Zhong yang melupakan kejadian barusan.
__ADS_1
"Aku hanya sedang berjalan-jalan saja. baiklah kalau begitu aku akan pergi ketua Wu jaga diri anda baik-baik." jawab Yuan Lin dengan melesat pergi.
setelah Yuan Lin tidak terlihat pria itu nampak bingung dengan dirinya sendiri. ia menatap sekelilingnya kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ahhh apa yang terjadi denganku? ah sudahlah lebih baik aku segera melapor pada ketua." ucapnya kemudian melesat pergi.
Sesampainya di depan Aliansi Wungzo ia memperlihatkan tanda pengenalnya yang membuat penjaga gerbang langsung membukakan pintunya karena sudah tahu siapa itu. Wu Zhong segera menuju ke ruangan pria bertopeng dan mengetuk pintunya.
"Salam pada ketua aliansi Wungzo." kata Wu Zhong dengan menunduk.
"Bagaimana apakah mereka sudah merencanakan sesuatu?" tanya pria bertopeng yang sudah tahu maksud kedatangan Wu Zhong.
"Semua kaisar akan melakukan pertemuan lagi untuk menyusun rencana agar dapat mengalahkan kita beberapa hari lagi." jawab Wu Zhong.
"Baiklah kau tetap laporan apapun yang mereka lakukan padaku dan pastikan jika semua informasi yang kau bawa benar. ingat jika kau dan pemimpinmu itu berani berkhianat padaku aku tidak akan segan membunuh kalian. apa kau mengerti." kata pria bertopeng yang membuat Wu Zhong hanya mengangguk dan menelan ludahnya saja kemudian pria itu keluar.
"Aku yakin mereka akan benar-benar melakukan persiapan yang matang untuk melawan ku dan aku tidak akan tinggal diam." teriak pria bertopeng dengan berfikir.
"Kau tidak perlu khawatir karena sekarang junjunganku sudah mempunyai banyak sekali pasukan dan aku akan tetap mencari lagi." kata seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan pria bertopeng.
"Salam hormat pada jenderal Mo Zue." ucap pria bertopeng.
"Tugasmu adalah menghasut sekte sekte lain agar bergabung dengan kita. tawar mereka dengan harga yang tinggi dan sesuatu yang menggiurkan, aku yakin semua orang-orang bodoh itu tidak akan menolaknya." kata jenderal Mo Zue.
__ADS_1