Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Tantangan Zhan VS Zein (LPT S2)


__ADS_3

Mentari pagi bersinar melewati sela-sela jendela sebuah kamar. dibawah selimut terdapat dua insan yang masih setia memejamkan matanya karena pertempuran semalam, ya mereka adalah Niken dan Zein.


Karena merasa terusik akhirnya Niken membuka matanya perlahan-lahan dan mendongak menatap wajah seorang laki-laki tampan yang tengah memeluknya erat. saat ini mereka tidak memakai satu kain pun kecuali sebuah selimut yang menutupi tubuh mereka.


Ia mengingat kejadian semalam betapa agresifnya mereka berdua sehingga membuat wajahnya memerah. ia tidak tahu kenapa setelah memberikannya ia merasa begitupun senang. entahlah apa yang sedang terjadi padanya ia juga tidak tahu.


"Zhan..." ucap Niken dengan tak sadarnya.


Laki-laki itupun membuka matanya ketika merasakan tepukan kecil di pipinya.


"Kau sudah bangun." kata Zein dengan suara seraknya yang membuat Niken mengangguk.


"Kau mandi saja duluan aku akan disini dulu." kata Niken yang membuat Zein heran.


"Kenapa?" tanya Zein dengan polosnya.


"Ya kan kau biasa mandi sendiri kenapa kau masih bertanya." jawab Niken


"Apa kau takut aku akan melakukannya lagi he." ucap Zein dengan menggoda Niken.


"Apa?? aku sangat lelah jangan macam-macam." kata Niken dengan menarik selimutnya lagi hingga hanya menyisakan kepalanya saja.


"Hahaha benar bukan. oh iya kau ingat tadi malam kau begitu agresif." ucap Zein dengan terkekeh.


"Diam. itu karena kau. sudahlah cepat mandi setelah itu giliran ku." kata Niken

__ADS_1


Tanpa aba-aba Zein langsung melemparkan selimut yang membalut tubuh Niken hingga membuat gadis itu terkejut bukan main kemudian ia langsung menggendong tubuh Niken yang membuat gadis itu terkejut lagi.


"Apa yang kau lakukan. turunkan aku hah." seru Niken dengan memberinya.


"Aku janji kita hanya akan mandi tidak lebih." Kata Zein kemudian masuk kedalam kamar mandi dan meletakkan tubuh Niken di bathtub.


"Kau mandi disini aku akan menyalakan shower." kata Zein yang mulai mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


"Memalukan sekali. aku bahkan tidak pernah seperti ini dengan Zhan." batin Niken dengan yang mulai melakukan ritual mandinya. di dalam bathtub sudah penuh dengan busa sehingga tidak ada yang bisa melihat bagian tubuhnya kecuali tangan dan kepalanya.


Setelah menyelesaikan mandinya kini Zein bersiap-siap untuk ke rumah sakit dan mulai bekerja lagi. sedangkan Niken memilih untuk diam di rumah saja.


Sesampainya di rumah sakit ada suster Mia yang menyambut ramah ketika melihat kedatangan Zein. wanita itu tentunya sangat senang karena Zein kembali bekerja lagi. belum ada yang tahu jika Zein saat ini sudah menikah termasuk suster Mia yang menjadi rekan kerja sekali teman dekat Zein di rumah sakit.


"Dokter Zein akhirnya dokter kembali bekerja lagi." kata suster Mia dengan senyum lebarnya


"Semuanya baik-baik saja dokter. kebetulan sekali hari ini ada beberapa pasien yang harus anda tangani." kata suster Mia yang membuat Zein mengangguk dan mulai menyiapkan semuanya


Ada sekitar 7 orang yang berbaris untuk memeriksakan organ dalamnya yang bermasalah. pukul 11 siang Zein baru saja menyelesaikan semuanya. ia pun memutuskan untuk beristirahat dan makan siang.


"Kau bahagia sekarang?" sebuah perkataan yang keluar dari mulutnya membuat laki-laki itu terkejut bukan main


"Kau! bagaimana kau bisa keluar hah." kata Zein yang tahu jika suara itu adalah suara milik Zhan.


"Aku bisa mengendalikanmu sesuka hatiku. Kau memanfaatkan statusmu sebagi suami kekasihku agar kau bisa melampiaskan ***** mi ituu sialan." kata Zhan dengan nada bicara yang terdengar kesal dan juga marah.

__ADS_1


"Memang seharusnya pasangan suami istri melakukan hubungan bukan lagi pula aku sudah menikah dengannya dan kau hanya menjadi pengganggu hubungan ku saja." kata Zein yang tak ingin kalah dengan Zhan.


"Sialan. apa kau benar-benar ingin aku bunuh." kata Zhan yang terdengar begitu marah.


"Aku tidak akan membiarkan kau melakukan itu. aku akan tetap hidup demi istriku. tidak penting siapa dirimu yang jelas dia mengatakan jika dia sudah bisa menerima kehadiranku jadi itu tidak ada urusannya denganmu." kata Zein.


"Hah hahaha kau sangat percaya diri sekali rupanya. dia hanya mengatakan bisa menerima kehadiran mu bukannya dia mencintaimu. percaya atau tidak percaya kau harus percaya jika laki-laki yang dia cintai hanyalah aku." kata Zhan.


"Oh begitukah. kau tau semalam aku dan istriku baru saja melakukan pertempuran yang sangat menyenangkan. dia benar-benar sangat pintar dan hebat dalam hal seperti itu. dia begitu agresif dan kau tau dia melakukan semuanya tanpa aku minta dan itu membuat ku benar-benar bertambah kagum dan sangat mencintainya. kau mengatakan jika dia hanya mencintaimu begitu? ck jangan bodoh bahkan kau belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya itu." kata Zein dengan sinisnya pada Zhan.


Bugghhh.


Zhan memukul pipi kiri Zein dengan begitu begitu kerasnya membuat Zein meringis kesakitan. tapi ia tetap masih melanjutkan ceritanya dan sengaja ingin membuat Zhan marah.


"Sialannn...." seru Zhan dengan marahnya.


Di luar ruangan ada sepasang mata yang memperhatikan Zein sedari tadi. ya dia adalah suster mia. wanita itu terkejut melihat tingkah Zein seperti orang gila. ia berbicara sendiri kemudian di jawab sendiri dan yang lebih mengejutkannya ketika Zein memukul dirinya sendiri.


"A apa yang terjadi. a apakah dok dokter Zein mengalami sakit ji jiwa." gumam suster Mia yang terlihat gemetaran.


"Ke kenapa dia seperti itu. a apakah ya yang di dikatakan beberapa hari ini dia sibuk karena dia mengalami gangguan jiwa." lanjutnya lagi kemudian menutup pintu ruangannya dan menjauh secara perlahan agar tidak menimbulkan suara apapun.


Syok, itu yang di rasakan suster Mia saat ini. semenjak menjadi rekan kerja Zein, ini adalah pertama kalinya melihat Zein bertingkah seperti orang gila. suster Mia mengira jika selama ini dia sudah sangat mengenal Zein tapi nyatanya tidak. bahkan ia tidak tahu jika Zein mengalami gangguan jiwa. tapi itu hanyalah pemikiran konyolnya saja.


"Kita lihat saja siapa yang akan di pilih Niken. aku suaminya atau justru kau mantan kekasihnya." kata Zein dengan menekankan kata-katanya.

__ADS_1


"Hah kau sangat tidak tahu malu. tapi aku menerima tantanganmu." ujar Zhan dengan penuh keyakinan.


__ADS_2