
"Apa yang sedang kau cari?" tanya Yuan Lin dengan menatap Zhi Qing keheranan.
"Aku sedang mencari sesuatu. kau juga bantu aku." kata Zhi Qing.
"Aku harus mencari apa?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
Zhi Qing pun akhirnya berdiri dan menjelaskannya apa yang sebenarnya dia cari. setelah mendengar penjelasannya tentu saja Yuan Lin terkejut. bagaimana tidak yang di cari Zhi Qing adalah salah satu yang dia cari juga. ya Zhi Qing juga mempunyai salah satu kitab terkuat yaitu kitab kuno kitab terkuat pertama di antara keempat kitab kerajaan Elf.
"Sungguh kau juga memilikinya?" tanya Yuan Lin dengan terkejut.
"Ya aku memiliki satu." jawab Zhi Qing dengan mengangguk.
"Syukurlah jika kau yang menemukannya." ucap Yuan Lin .
"Memangnya ada apa?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya.
"Tidak ada. aku hanya ingin mencari semua kitab itu. jika sudah ada di tanganku itu jauh lebih baik bukan karena di luaran sana banyak sekali orang-orang yang menginginkan hal yang sama. jika mereka seperti kita itu lebih baik tapi jika mereka orang-orang serakah dan tidak bertanggungjawab tentu saja itu akan berakibat buruk bagi dunia." kata Yuan Lin.
"Yasudah bantu aku mencarinya. setelah itu kita akan mencarinya bersama " kata Zhi Qing yang di angguki Yuan Lin.
Mereka mencari dengan sangat teliti dan juga menyingkirkan apapun yang menghalangi mereka. hingga kini satu rak yang ada di ruangan Zhi Qing sudah terlihat dengan segera ia membalikkan rak tersebut dan nampaklah beberapa buku dengan soul yang berbeda-beda.
Setelah beberapa saat mencarinya akhirnya Zhi Qing menemukan apa yang dia cari. sebuah buku dengan sampul bewarna coklat yang sudah di penuhi oleh debu reruntuhan bangunan itu.
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkannya." ucap Zhi Qing dengan meniup debu yang menempel pada sampul kitab itu.
Yuan Lin pun menghampirinya dan melihat kitab tersebut dengan seksama. ia menatap Zhi Qing yang tengah tersenyum kecil padanya kemudian mengembalikan buku itu.
"Aku sudah menemukannya, lalu dimana kita akan mencari sisanya?" tanya Zhi Qing pada Yuan Lin.
"Entahlah aku juga tidak tahu karena aku belum menemukan petunjuk dimana keberadaan kitab itu." jawab Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya dengan aneh.
"Aku sudah membaca bukunya tapi disana tidak di tuliskan petunjuk apapun." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan bukunya dan menyerahkannya pada Zhi Qing.
Zhi Qing pun menatap buku tersebut cukup lama sebelum akhirnya membukanya. ia juga membaca halaman yang di baca Yuan Lin Dan benar saja disana memang tidak di tuliskan petunjuk apapun. tapi tatapannya seketika berhenti di akhir kata yang di bawahnya terdapat dua pagoda kembar dengan dua tanda.
Tentu ia tahu satu tanda yang berada di atas pagoda tersebut. sebuah batu yang sangat mirip saat di temukan olehnya dan pada saat dia mendapatkan kitab kuno.
"Tanda ini seperti tidak asing bagiku. Apa kau tahu maksudnya ini?" tanya Zhi Qing dengan menunjuk pagoda kembar
Mereka berdua terdiam cukup lama sambil memperhatikan gambar tersebut kemudian mereka saling tatap dengan ekspresi terkejut.
"Atau mungkin ini adalah petunjuknya." kata Yuan Lin yang di angguki oleh Zhi Qing.
"Ya itu mungkin saja tapi kita harus memastikannya lebih dulu dan mencari dimana letak pagoda kembar tersebut. Aku ingin bertanya padamu, dimana kau mendapatkan kitab tersebut?" tanya Zhi Qing yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan bingung.
"Sebenarnya bukan aku yang menemukannya tapi orang lain Ya tapi dia menyerahkannya padaku. dia bilang dia menemukannya di bawah pohon dan saat itu kitabnya hanya berbentuk sebuah permata hitam." jawab Yuan Lin yang langsung terkejut ketika mendengar seruan Zhi Qing.
__ADS_1
"Kenapa kau berteriak bodoh." seru Yuan Lin dengan memukul kepala Zhi Qing.
"Oh hahaha tidak. benar dugaan ku jika gambar ini adalah petunjuknya. kau bilang orang yang menemukan kitab itu di bawah pohon dan disini gambarnya adalah gambar akar menjalar." kata Zhi Qing.
"Benar sekali kenapa aku tidak berfikir sampai di situ ya. untung saja kau belum tiada dan masih hidup disini jadi aku akan mudah menemukannya." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya dengan datar.
"Ehh tidak i'am kidding honey." kata Yuan Lin dengan tersenyum canggung.
"Sudah lama aku tidak mendengar kau mengucapkan bahasa Inggris hahaha. sudahlah sekarang kita harus mencari dimana pagoda kembar itu. oh iya sepertinya aku pernah mendengar orang-orang berbicara tentang pagoda kembar. ayo kesana." kata Zhi Qing dengan menggenggam tangan Yuan Lin Dan melesat.
Mereka menuju ke kekaisaran Ming tepatnya ke desa Kecil yang letaknya jauh dari keramaian dan harus melalui hutan terlebih dahulu. tidak perlu waktu lama untuk mereka sampai di ke desa itu karena mereka melesat dengan kecepatan tinggi.
Saat ini mereka sudah sampai di dalam hutan tapi Zhi Qing hanya celingukan saja tidak tahu harus pergi ke arah mana dan hal tersebut tentu membuat Yuan Lin hanya bisa menghela nafasnya saja.
"Kau ingat atau tidak. kita sudah sampai disini dan jika tidak menemukannya aku tidak akan mengampunimu." kata Yuan Lin.
"Aku sedikit lupa. tapi tidak terlalu kau ikuti saja aku mungkin sebentar lagi akan sampai." kata Zhi Qing dengan berjalan kaki.
Setelah berjalan beberapa saat ia melihat ada seorang wanita paruh baya yang tengah mencari kayu bakar. ia pun menghampirinya dan bertanya dimana letak desa Maja
"Bibi aku ingin bertanya sebentar, apakah bibi tau dimana letak desa Maja?" tanya Zhi Qing.
"Tidak jauh dari sini tuan hanya perlu berjalan ke kanan saja dan disanalah desanya." jawab wanita itu dengan tersenyum.
__ADS_1
"Apakah benar disana ada pagoda kembar yang sering digunakan bermeditasi?" tanyanya lagi.
"Ya setahu saja ada tapi saya tidak tahu dimana keberadaannya karena saya belum pernah kesana. tapi dari yang saya dengar pagoda kembar tidak bisa di masuki oleh sembarangan orang karena sebelum masuk, di depan pagoda kembar ada yang menjaganya. mereka akan menampakkan diri saat ada yang akan masuk. entahlah kurang lebih seperti itu saya juga tidak terlalu tahu. tapi jika tuan ingin kesana tidak masalah tapi tetap hati hati." ujar wanita tadi mengingatkan.