Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menolong Putri Yu Mirai (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Pangeran Han Tian memperhatikan itu dengan seksama. ia tidak tahu siapa gadis yang tengah di kepung orang-orang asing itu. melihat hal itu tentu saja ia tidak akan tinggal diam apalagi ketika melihat jika gadis itu tengah menahan kesakitan karena luka yang dia dapat.


"Gadis kurang ajar kau mau lari kemana hah." kata seorang pria dengan senyum menyeringai.


"Cih pria pria tidak berguna seperti kalian seharusnya sudah aku habisi tadi." kata gadis itu yang tak lain adalah putri Yu Mirai.


"Hahaha sombong sekali kau gadis kecil. kau lihat bagaimana dirimu sekarang. lupakan saja disini tidak akan ada yang menolongmu." kata pria tadi dengan tertawa penuh kemenangan.


"Aku tidak butuh bantuan." ujar Yu Mirai dengan nada datarnya.


Sontak saja hal tersebut membuat geram ketiga pria yang kini tengah mengepungnya. dengan isyarat mata mereka pun mulai melayangkan seranganya pada Yu Mirai.


Dengan sigap Yu Mirai melompat menghindari serangan tersebut. ia menggunakan sebuah pedang yang ia bawa untuk melawan mereka semua namun itu semua tak berlangsung lama karena tangan kanannya terluka yang membuatnya tidak baik memegang pedang. alhasil pedang itupun jatuh ke tanah.


"Siallll..." umpat Yu Mirai.


Ia pun tetap tidak menurunkan kewaspadaannya walaupun saat ini dia tidak menggunakan senjata apapun. saat ketiga orang itu melayangkan seranganya kembali, tiba-tiba saja suara dentingan pedang tersebut yang membuat Yu Mirai terkejut dan melihat jika di depannya sudah ada seorang laki-laki yang menahan serangan tersebut.


"Pergi dari sini biar aku yang menghadapinya." kata pangeran Han Tian pada Yu Mirai.


Tapi hal itu tidak di dengarkan oleh Yu Mirai. justru gadis itu malah berlari mengambil pedangnya yang tergeletak di tanah kemudian menyerang balik ketiga pria asing itu yang membuat pangeran Han Tian berdecak kesal.


"Dasar keras kepala." gerutu pangeran Tian kemudian ikut menyerang.


Pertarungan pun terjadi dengan begitu seriusnya. karena mendapatkan bantuan dari pangeran Han Tian membuat Yu Mirai kembali bersemangat dengan setiap seranganya.


Tak butuh waktu lama kini ketiga orang asing itupun berhasil mereka kalahkan namun kondisi Yu Mirai sudah penuh dengan luka.


"Kenapa kau begitu keras kepala. aku menyuruhmu untuk pergi dan kau masih keras kepala ingin bertarung. kau lihat sendiri bagaimana dirimu sekarang." kata pangeran Han Tian dengan melihat Yu Mirai.

__ADS_1


"Aku tidak butuh bantuanmu. aku bisa melawannya sendiri. dan ini...ini luka kecil dan aku sudah biasa mendapatkannya." kata Yu Mirai dengan datarnya


"Hei kau bukannya berterimakasih karena aku sudah membantumu kenapa kau menjadi sombong seakan tidak membutuhkan orang lain." seru pangeran Han Tian dengan kesalnya


Bagaimana tidak kesal, baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang sombong tidak tahu berterimakasih.


"Itu kemauanmu sendiri aku tidak meminta batuanmu bukan." ujar Yu Mirai.


"Akhhhh siall....pria gila itu benar-benar sangat menyebalkan." ucap Yu Mirai dengan menahan Rasa sakit.


Melihat hal itu membuat pangeran Han Tian menjadi tidak tega. walaupun saat ini dia sedang kesal dengan tingkah gadis di depannya itu tapi sebagai seorang laki-laki tentu harus bisa menjaga seorang wanita karena itu memang kewajiban seorang laki-laki.


Ia pun menyeret paksa Yu Mirai agar ikut dengannya. tentu saja itu juga tidaklah mudah. gadis yang dia temui sekarang bahkan lebih menyebalkan dari gadis-gadis yang pernah dia temui.


"Kau mau membawaku kemana hah bodoh lepaskan aku." seru Yu Mirai yang terus memberontak


Ia menyuruh Yu Mirai agar duduk dan menunggunya. sedangkan ia mencari daun-daunan yang bisa di gunakan sebagai obat herbal untuk mengobati luka Yu Mirai.


"Kenapa aku menuruti perintah laki-laki itu. ini tidak benar. lebih baik aku pergi saja sebelum dia kembali." gumam Yu Mirai.


Baru selangkah dia menginjakkan kakinya sebuah suara memanggilnya sehingga membuat dia mengurungkan niatnya untuk kabur.


"Kau mau kemana?" tanya pangeran Han Tian dengan herannya.


"Tidak. aku hanya pegal karena hanya duduk saja." jawab Yu Mirai.


"Duduk." kata pangeran Han Tian.


"Kenapa aku harus duduk. sebenarnya kau ini siapa? aku tidak pernah melihatmu dan ku rasa kita hanya bertemu tadi. aku tidak ada urusan dengan mu jadi aku ingin pergi." kata Yu Mirai yang membuat pangeran Han Tian hanya bisa menghela nafasnya saja.

__ADS_1


Ia pun langsung berjalan menghampiri Yu Mirai tapi saat sudah dekat dengan Yu Mirai tak sengaja ia tersandung akar sehingga membuatnya terjatuh ke arah Yu Mirai.


"Awwww...apa kau tidak punya mata hah." seru Yu Mirai yang saat ini berada di bawah pangeran Han Tian.


Keduanya pun saling bertatapan hingga pangeran Han Tian sadar dan langsung berdiri dengan wajah memerahnya begitupun juga dengan Yu Mirai.


"Ma maaf a aku tidak sengaja. akar sialan ini menghalangi jalanku." kata pangeran Han Tian dengan gugupnya.


"Kau yang tidak hati-hati kenapa menyalahkan akar." seru Yu Mirai dengan merapikan pakaiannya.


"Sudahlah kenapa kau selalu marah-marah padaku. duduklah aku akan mengobati lukamu." kata pangeran Han Tian.


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kau sampai di kejar orang orang itu. aku yakin kau membuat masalah dengan mereka." kata pangeran Han Tian.


"Apa aku harus memberitahu mu." ujar Yu Mirai dengan santainya.


"Ahhh bodoh pelan-pelan sakitt. apa kau sengaja melakukan ini. sudahlah aku bisa mengobati diriku sendiri." seru Yu Mirai ketika lukanya di tekan oleh pangeran Han Tian.


"Aku bertanya padamu baik-baik tapi kau selalu menjawab ahhh sudahlah jaga dirimu baik-baik aku akan pergi. lebih baik kau segera kembali karena mungkin saja mereka akan membawa lebih banyak orang." kata pangeran Han Tian dengan berdiri.


Melihat hal itupun membuat Yu Mirai ada rasa sedikit bersalah karena telah berbicara kasar pada orang yang sudah menolongnya.


"Sebentar!!! aku belum tahu namamu." kata Yu Mirai dengan sedikit kerasnya.


"Aku Han Tian." jawab pangeran Han Tian kemudian berlalu pergi.


"Han Tian....aku merasa tidak asing dengan nama itu. dimana aku pernah mendengarnya." gumam Yu Mirai dengan berfikir.


"Putra Kaisar Wei. astaga apa yang sudah aku lakukan." ucapnya dengan merutuki dirinya sendiri kemudian beranjak dari sana dan bermaksud mengejar pangeran Han Tian.

__ADS_1


__ADS_2